MINDPORTING: Tugas

 



MINDPORTING:

Tugas

MS. Gumelar



Bumi masa kini.

 

“Apa ini?”

 

Pusaran tenang berwarna putih kebiruan muncul di dalam kamar tidurku, berada tepat di tembok sebelah kanan.

 

Aku tidak merasa heran dengan hal-hal seperti ini, seakan hidupku sudah terbiasa dengan hal-hal yang di luar nalar tidak sesuai zamannya. Aku bergerak masuk ke pusaran putih kebiruan seperti air beriak tenang, tanpa rasa takut sedikit pun, aku sentuh dan terasa seperti air sejuk yang merambati tanganku.

 

Kumasukkan seluruh lenganku, kemudian seluruh tubuhku ke pusaran energi yang sepertinya merupakan pintu masuk teleport ke frekuensi, ruang, dan waktu di suatu tempat, entah di mana.

 

Aku berdiri di tengah ruangan yang serba berwarna putih kebiruan.

 

“Selamat datang,” aku mendengarkan suara di pikiranku dengan bahasa yang secara otomatis kumengerti. Aku memandang sekitar ruangan, tidak ada satu orang pun. Kemudian kudongakkan kepala.

 

Kulihat ragam manusia dengan segala spesies dan ras berada mengelilingiku, aku berada di bawah di ruangan bundar putih kebiruan, kulihat pakaianku sudah berubah menjadi warna putih kebiruan juga.

 

“Siap untuk tugasmu berikutnya,” lanjut suara itu yang ternyata berasal dari salah satu manusia dengan spesies gabungan gajah, mengingatkanku dengan legenda Ganesha.

 

Entah mengapa mendadak aku sepertinya sudah tahu siapa diriku sesungguhnya, aku adalah agen perubahan yang membawa perubahan di setiap spesies yang akan melanjutkan ke evolusi berikutnya, tugas sukarela tanpa bayaran, eh bukan bayaran uang, tetapi bayaran penambahan kekayaan memori baru.

 

“Ke mana?”

 

“Ke suatu planet di mana spesies aslinya yang baru terevolusi lebih cerdas telah menemukan teknologi canggih di masa lalu yang ditinggalkan oleh spesies yang pernah berkunjung ke planet tersebut,” jelas manusia gajah ini tanpa menyebutkan namanya.

 

 

“Mereka sangat berbahaya karena dalam waktu singkat telah menguasai teknologi dalam tahap tertentu yang mampu menghancurkan planet lainnya dan berpotensi menghancurkan planetnya sendiri, mereka belum siap secara mental,” jelas manusia kucing menambahkan.

 

“Kau ke sana, berusahalah agar mental mereka siap dan tidak menjadi ancaman bagi mereka sendiri dan spesies lainnya di planet serta tata surya lainnya,” tambah manusia sepertiku tetapi tampilannya seorang perempuan.

 

“Ba…”

 

“... ik” jawabku, tetapi aku sudah berpindah area. Tidak berada di ruangan tadi kini aku dibawa, ya dibawa, hanya mataku saja yang mampu melihat, aku bisa melihat seseorang membawaku.

 

“Letakkan semuanya barang yang dibawa ke area scanner computer tomography.” perintah penjaga kepada si pembawaku,”termasuk tongkat itu!”

 

“Kau masuk ke scanner pendeteksi jiwa ganda atau lebih di scanner lainnya, di sana,” perintah petugas tersebut ke si pembawaku.

 

“Ah mereka memiliki teknologi yang mampu menscan makhluk hidup yang memiliki memory atau kepribadian ganda,” pikiranku langsung mengerti karena aku …

 

“… aku berupa tongkat? Apa, bagaimana bisa?”

Pantas dengan mudahnya aku diombang-ambingkan. Kupejamkan mata saat sinar memindai tubuh tongkatku.

 

Si pembawa kemudian mengangkut diriku dan barang-barang lain yang dibawanya.

 

“Area inilah yang paling penting, beruntunglah mereka belum tahu bahwa memori atau jiwa dapat dipindahkan ke benda yang nonorganik, tentu saja kau dapat melihatnya karena kau memiliki kamera sebagai matamu,” mendadak informasi berupa kalimat itu mengalir di pikiranku.

 

Berarti si pembawa tongkat tidak tahu misiku. Kulihat si pembawa tongkat, seorang manusia  trenggiling tidak jelas apakah pria ataukah wanita.

 

Aku melihat area bawah lantai, bukan lantaikah? Karena yang kulihat seperti awan yang dapat dipijak. Ataukah ini lantai yang berkabut? Entahlah.

 

Kemudian si pembawa tubuhku yang entah siapa namanya berjalan ke luar dari area tersebut. Dia melangkah ke suatu tabung.

 

ZAAAP!

 

Kini aku sudah berada di suatu tabung lainnya tapi kulihat banyak rumput di area ini, tabung ini alat teleportasi. Si pembawaku ke luar area tabung yang berada di area padang rumput, eh taman dan berjalan ke suatu gedung megah yang tidak begitu modern, seperti buatan tahun 60an di Planet Bumi tempatku berasal.

 

Kini bagaimana caraku agar dapat bergerak leluasa?

 

DRRRT


Tongkat ini mendadak aktif dan menyalurkan energi ke si pembawaku secara otomatis, tentu saja, si pemberi tugas sudah menyiapkan segalanya.

 

Aku membuka mata,  berjalan ke cermin terdekat, kulihat diriku, manusia trenggiling, si pembawa tongkat.

 

 

*

 

“KLbasy, kenapa melamun?” seseorang memanggilku.

 

“Entahlah, aku sepertinya belum memerhatikan hal ini sebelumnya, tetapi setelah semingguan, kenapa aku belum ke toilet ya?” jawabku.

 

Lah kenapa tidak ke toilet saja, apa kesulitan buang air? Ada obat pelancar buang air di jual di toko, banyak merk,” jawabnya.

 

“Ide bagus,” aku segera ngeloyor ke luar ruangan.

 

“ Kenapa dia?” tanya orang lain yang ada di sana.

 

“Entahlah, aku sepertinya tidak mengenal KLbasy lagi, tepat seminggu lalu juga,” jawabnya.

 

 

*

 

Semua makanan berbentuk minuman, tidak ada yang padat, termasuk obat-obatan juga, berbentuk minuman. Kulihat sederet obat-obatan yang sedang kucari.

 

“Ini dia,” ucapku, kemudian aku bergegas ke luar area toko tersebut.

 

BEEP

 

“Pembayaran diterima sebesar 20 kha, Terima kasih telah berbelanja di BKUi, ditunggu kedatangannya lagi,” pembayaran langsung terjadi saat aku melintasi pintu ke luar toko tersebut.

 

Segera kubuka segel obatnya dan segera kuteguk.

 

BRUUK

 

Aku tersandung, tidak awas, seseorang menahan jatuhku.

 

“Terima kasih.”

 

“Tidak masalah, lebih berhati-hati lain kali,” jawabnya sembari tersenyum.

 

“Kenapa aku ditugaskan ke planet ini? Semuanya tampak normal dan orang-orangnya ramah,” aku tidak habis pikir.

 

Sudah seminggu aku tidak menemukan masalah apa pun di sini, semuanya baik-baik saja. Kuakui teknologi makhluk planet ini  bahkan lebih canggih dari planet asalku, maksudku planet di mana aku tinggal sebelumnya.

 

Bunyi suara panggilan telepon terdengar di telingaku,”KLbasy, segera ke ruanganmu, boss menunggumu.” Tampilan temanku yang berbicara denganku sebelumnya muncul di mataku, retina mataku sebagai monitor, teknologinya luar biasa.

 

“Baik MaHy, aku segera balik, ” jawabku.

 

“Apa kau sudah baikan?” tanya MaHy.

 

“Begitulah, makasih ya,” jawabku dan segera bergegas ke pintu masuk di bawah gedung tempat kerjaku.

 

ZAP

 

Aku langsung muncul di pintu masuk di lantai 27. Semua pintu tempat bekerja pun sudah menggunakan teknologi teleport.

 

Kulihat MaHy dengan wajah khawatir, menunjuk ke suatu arah, kulihat bossku sedang menunggu di dalam ruang pertemuan yang terlihat transparan.

 

Aku bergegas masuk. Kulihat pak boss sedang berdiri menghadap area luar gedung, ” Maaf Pak, saya tadi membeli obat, agak tak enak badan.” Sembari bergerak menuju tempat duduk yang ada di sana.

 

“KLbasy, aku ada tugas khusus untukmu,” boss memulai pembicaraan, dari area pinggir yang menghadap pemandangan luar, kemudian menoleh padaku, dan kemudian duduk di depanku.


“Tugas, bukankah seminggu ini semua tugas sudah saya selesaikan?” jawabku.

 

“Nah, itulah, kulihat hasil tugasmu lebih sempurna daripada seminggu, atau bahkan sebulan, setahun sebelumnya,” jelasnya sembari mengernyitkan dahi.

 

“Seperti yang menyelesaikan bukan dirimu, tetapi dirimu yang baru!” matanya menatap tajam ke arahku.

 

Aku terdiam, apakah aku ketahuan? Penyamaranku terbongkar?

 

Eh … saya bisa jelaskan?” jawabku.

 

“Tidak perlu, mungkin kau sudah mengambil kursus baru, atau membeli memory orang yang andal di bidang itu dan ditanamkan ke memory-mu sendiri, sehingga kau dapat menyelesaikan dengan mudah,” jelasnya.

 

“Eh … ya itu hal yang sudah lumrah bukan?” tanyaku meragu.

 

“Tentu saja lumrah, tidak masalah,” jelasnya.

 

“Tapi kau tahu, gajimu tidak seberapa, kau tetap nekat melakukannya.”

 

Aku tidak tahu itu pujian atau hinaan,”Eh, saya menabung, dan mendapatkan dana warisan dari keluarga jauh,” jawabku sekenanya.

 

“Hm … kulihat finansialmu sejauh ini juga tidak ada penambahan dana dari mana pun,” tambahnya.

 

“Tapi hei, apa peduliku, selama kau menguntungkanku dengan keterampilan barumu, ha ha ha!”

 

“He he he, iyaaa,” jawabku lega.

 

“Bagaimana kalau kau makan malam denganku sehabis kerja, langsung dari sini ke tempat restoran mewah kesukaanku dengan makanan yang luar biasa, aku ada bisnis yang akan kubicarakan.”

 

“A …, aku tidak bisa menolaknya, Anda bossnya,” jawabku gugup.

 

“Bagus!” jawabnya.

 

 

*

 

Aku bergegas ke toilet, obat pencahar ini mulai bekerja. Kulihat dudukan toilet dan segera dengan tekanan luar biasa selama seminggu aku tumpahkan.

 

Ada yang aneh, tidak ada air besar? Kenapa hanya air kencing? Apakah ada yang salah, aku melihat ke area selangkanganku, tenyata aku seorang manusia trenggiling perempuan,  dan kuraba area di mana biasanya terletak pintu keluar air besar, tidak ada, kenapa tidak ada?

 

Aku panik. Segera aku membersihkan diri dan berlari keluar area toilet, anehnya aku sudah tidak kebelet lagi untuk buang air kecil.

 

“Akses anatomi TRauq.” Perintahku ke computer yang ada di tanganku. Tampilan informasi di layar monitor di mataku memberikan informasi rinci mengenai hal ini.

 

“Anatomi TRauq mengalami perubahan sejak 400 tahun lalu, rekayasa tubuh dan DNA agar tidak lagi memiliki anus untuk buang air besar, semua makanan akhirnya dibuat cairan, dan dikeluarkan menjadi keringat dan air kencing saja, hal ini dilakukan agar perilaku seksual hanya melalui alat kelamin saja,” jelas video tentang anatomi.

 

“Pantas …, terima kasih Kiau,” ujarku kepada mesin pencari sekaligus kecerdasan buatan.

 

“sama-sama,” jawabnya.

 

 

*

 

 

“Pilihan baju yang elegan.”

 

“Terima kasih Boss, aku harus membeli via online dan terkirim lewat teleport langsung di kantor,” jawabku.

 

“Ya, semua serba mudah di zaman ini, di masa lalu, semua diantar, awalnya oleh TRauq, kemudian oleh drone, lalu robot, kini teleport,” jelasnya.

 

“Sejarah. Apakah TRauq kini sudah menjadi makhluk cerdas terhebat di jagat raya?” ucapku basa-basi.


“Terhebat? Sepertinya mulai mengarah ke sana, kita dulu terpecah belah, seluruh Ras TRauq di Planet Bjar ini saling berperang, kini kita bersatu, memiliki tujuan baru, menjadi species terhebat setelah penemuan teknologi kuno yang ditinggalkan oleh alien cerdas yang pernah berkunjung ke planet ini, dulu kita berpikir sendirian di jagat raya ini, ternyata tidak,” jelasnya.

 

“Teknologi yang kita temukan mempercepat lompatan pemikiran di bidang teknologi, dan dengan mudah kita menemukan bahwa kita tidak sendiri, mulai mengembangkan koloni di planet yang lebih primitif dari kami, beberapa tahun cahaya bukan hal yang sulit lagi, kau lihat pesawat ruang angkasa yang di sana, dalam beberapa jam sudah di galaksi lain, bahkan frekuensi lain atau jagat raya lainnya, tidak hanya jagat raya ini,” sembari tangannya menunjuk ke arah langit, terlihat keremangan malam yang meninggalkan sore secara perlahan, terlihat kelap-kelip pesawat ruang angkasa yang bertabur di langit  Bjar.

 

“Kini kita tahu bahwa kecepatan cahaya tidak diperlukan untuk ke area yang paling jauh di galaksi mana pun, sebab semuanya ternyata jaraknya hanya 0 km,” tambahnya.

 

“Ah benar, tetapi saya masih belum mengerti benar konsep tersebut, semuanya hanya berjarak 0, bukankah kita ke restoran saja tidak berjarak 0, perlu ruang dan waktu untuk dilintasi.” Aku melirik kepadanya yang sibuk memilih makanan yang dipesannya selama diperjalanan melalui internet dan monitor di matanya, dengan harapan sesampainya di sana, makanan sudah siap di santap.

 

“Arah ke tujuan dalam keadaan macet, reroute mencari jalur alternatif, dalam waktu 20 menit lagi kita akan sampai tujuan,” jelas smartcar tersebut.

 

“Baik terima kasih,” jawab si boss.

 

“Kenapa kita menggunakan mobil, tidak menggunakan alat teleport saja, atau menggunakan mobil terbang agar cepat sampai?” tanyaku.

 

“Itu yang kumaksud, TRauq sudah kehilangan rasa bagaimana untuk menikmati sesuatu,” jelasnya.

 

“Oh ya, untuk semuanya adalah berjarak 0, intinya adalah seperti teleport, jarak tidak jadi masalah, bahkan bisa menjadi 0 selama ada tenaga atau energi sesuai kebutuhan yang dapat menyingkat jarak dalam frekuensi, ruang, dan waktu menjadi tidak berjarak atau 0.” jelasnya dengan antusias.

 

Oh begitu ya ternyata, sesederhana itu ternyata teorinya,” jawabku takjub.

 

Ah itu hal yang umum, kau dapat mencarinya di internet,” jawabnya merendah.

 

“Oh kembali ke rasa, jelaskan tentang hal tersebut?”

 

“Rasa, ya rasa, kulihat TRauq sudah ingin semuanya serba cepat, serba instan, melupakan tujuan sebelumnya, bahwa semuanya tentang rasa dan perjalanan ini adalah tujuannya, kesenangan yang sesungguhnya, nikmati, bukan hanya makan di restoran saja, tetapi semuanya menarik karena perjalanan adalah rasa, bagian dari keseluruhan proses,” jelasnya sembari tersenyum dan melirik kepadaku, setelah pemesanan makanan diselesaikannya.

 

“MLMai aku ambil kembali kendali secara manual.”

 

“Baik, kendali otomatis ke manual.”

 

“Terima kasih MLMai,” jawab si boss kepada smartcar mobil tersebut.

 

 

*

 

 

“Selamat datang Pak LJKakj.” Sambut pelayan restoran yang tahu nama calon pelanggan dengan koneksi via internet secara face dan DNA detection di layar monitor di matanya, tertulis “Wajah dan DNA Pak LJKakj terkonfirmasi.”

 

Pelayan restoran membantu mengarahkan ke area favorit Boss LJKak yang telah dipesannya.

 

“Anda beruntung Pak LJKak, area favorit Anda ini tidak jadi dipesan oleh calon pelanggan sebelumnya.”

 

“Berarti saya beruntung.” Boss LJKak tersenyum kepada pelayan tersebut, dan mempersilakan aku duduk di bangku yang diarahkan oleh tangannya yang terbuka ke salah satu bangku yang ada.

 

“Benar sekali Pak LJKak, Anda beruntung, dan semoga keberuntungan akan selalu mengalir tak henti kepada Anda, akan segera kami antarkan makanan pesanan yang telah kami siapkan.” Pelayan itu kemudian meninggalkan kami.

 

“Beruntung, sesuatu yang indah, sama seperti TRauq yang beruntung menemukan teknologi canggih yang ditinggalkan oleh pengunjung dari planet lainnya.” Boss LJKak melihat ke arah pemandangan indah, tepat di atas lembah, terlihat kemilau lampu-lampu saat malam, sesekali berseliweran pesawat ruang angkasa atau paling tidak mobil terbang tampak dari kejauhan.

 

“Bangunan yang kita miliki banyak yang masih terlihat kuno, retro tepatnya, tetapi teknologinya, luar biasa.” Boss LJKak kemudian melihat kepadaku.

 

“Mari bicara filosofi,” pancingku.

 

“Sesuatu yang menarik, aku suka filosofi.” Boss LJKak kemudian melirik ke pelayan yang mengantar minuman yang telah dipesan sebagai pembuka selera.

 

“Apakah hanya penemuan teknologi alien itu yang menyatukan semua ras TRauq, bagaimana dengan faktor suku, adat, dan yang paling sulit agama atau kepercayaan pada hal mistik?”

 

“Terima kasih,” kata Boss LJKak kepada pelayan yang selesai menempatkan minuman yang dipesan. Boss LJKak kemudian melihatku lagi.

 

Ah ya, setelah tersebar bahwa penemuan tersebut bukan hoax atau sejenisnya, dan negara penemunya kemudian mengundang beberapa kepala negara bagian lainnya, kemudian kita sepakat bahwa ada ancaman yang lebih besar daripada meributkan hal-hal selama ini yang menjadi pemecah belah TRauq, dan ada satu lagi tambah, politik juga ancaman pemecah belah,” jelas Boss LJKak.

 

“Ancaman itu datang dari planet lain yang berasal dari tata surya lain di galaksi ini, galaksi lainnya, dan bahkan dari frekeuensi, ruang, dan waktu di jagat raya lainnya,” tambah Boss LJKak.

 

“Semuanya hanya pilihan, kita diinvasi atau kita menginvasi terlebih dulu,” tangannya bergerak mengilustrasikan tangannya menguncup seperti pesawat dan satunya menggenggam seperti planet.

 

“Ada pilihan ketiga, yaitu damai,” imbuhku.

 

“Ya itu bisa, tetapi potensi invasi cepat atau lambat akan terjadi, entah invasi secara ekonomi melalui perdagangan untuk produk dan jasa, atau virus misalnya dan kami akan hancur karenanya,” jelasnya.

 

“Jadi dengan ragam pilihan itu, potensi freewill TRauq terbesar satu planet ini sepakat bahwa invasi adalah pilihan yang terbaik.”

 

“Pilihan bisa diubah untuk memilih yang lebih baik, damai.”

 

“Kita menjadi lebih pendamai setelah penemuan itu, kita memiliki moral sebagai kompas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, pilihan per individu secara mikro kini lebih banyak pro pada invasi ke dunia lainnya yang membentuk kesadaran secara makro, satu planet,” Boss LJKak terlihat bersemangat.

 

“Masa depan dibentuk karena semangat dan cita-cita yang sama satu planet,” jelas Boss LJKak.

 

“Bagaimana bila TRauq menemukan alien dari planet lainnya yang lebih canggih teknologinya, bukankah kita akan kalah dan yang telah kita invasi juga akan membalas dendam?” tanyaku.

 

Boss LJKak terdiam, memandangku lebih lama, penuh arti.

 

“Makanan pesanan Anda Pak LJKak,” seorang pelayan meletakkan makanan yang dipesan. Berupa serangga laut besar yang gemuk dengan aroma yang menggiurkan, hampir memenuhi seperempat meja makan kami.

 

“Bagaimana kita akan memakannya? Bukankah anatomi tubuh kita saat ini hanya mampu mengonversi energi dari minuman saja?” tanyaku.

 

Pelayan menyodorkanku sendok. Sendok lainnya sudah dipegang oleh Boss LJKak.


“Lihat.” Boss LJKak kemudian mengambil kaki serangga besar tersebut, mengambil area dalamnya dengan alat peremuk cangkang, mengambil dagingnya kemudian meletakkannya di mangkuk, dan disentuh dengan sendok tersebut.

 

Whaow dagingnya meleleh menjadi cairan!” aku terpana. Kemudian Boss LJKak menyeruput cairan dari daging serangga laut besar tersebut.

 

“Ini adalah Pnjai serangga laut, masakan Pnjai terenak yang pernah aku rasakan ya di resto ini,” ucapnya sembari mempersilakan aku melakukan hal yang sama.

 

 

*

 

 

“Makan malam yang luar biasa, terima kasih,” ucapku sembari melambaikan tangan ke Boss LJKak yang berada di depan pintu rumahku, dia melambaikan tangannnya dan kemudian memasuki smartcarnya.

Aku bergegas memasuki rumah, malam yang melelahkan, aku sangat mengantuk, malas untuk mandi, rasa kantuk ini demikian kuat, segera kumenuju kamar tidurku, kulemparkan tasku di kasur. Aku langsung tertidur pulas.

 

Pintu rumah. Terbuka otomatis, Boss LJKak memasuki kamar tidur, dia menunjuk kepada. Dua orang masuk dan menggotong KLbasy dan meletakkannya di tandu pasien dan membawa KLbasy memasuki smartcar, kali ini smartcarnya terbang melesat ke suatu arah.

 

 

 

*

 

 

“Kode pengaktifan: LJKak 5324399,” ucap Boss LJKak.

 

“Kode diterima,” jawab KLbasy.

“Bagus, jelaskan tugasmu?” tanya Boss LJKak.

 

“Membaur dengan TRauq organik sebagai wakil dari TRauq anorganik, android tercanggih saat ini” jawab KLbasy.

 

“Apakah ada kode tambahan dari peneliti lainnya, ada yang ditambahkan ke kode utamamu sekitar seminggu atau dua minggu lalu?”

 

“Tidak ada kode baru yang ditambahkan,” jawab KLbasy.

 

“Apa kau yakin? Cek ulang sistemmu!”

 

“Cek ulang selesai, tidak ada penambahan kode utama baru atau kode tambahan lainnya di sub kode,” jawab KLbasy.

 

“Hmm …”  Boss LJKak mengernyitkan dahi.

 

“Boss, sebaiknya kau lihat ini,” ucap salah seorang pegawai peneliti sembari menggerakkan tanggannya ke arah Boss LJKak seolah-olah melemparkan sesuatu.

 

“Ada lonjakan energi tidak dikenal seminggu lalu pada KLbasy sepulang dari tugas dari Planet YGa sebagai mata-mata di rumahnya,” kata Boss LJKak.

“Apakah itu yang Boss LJKak maksud terjadinya perubahan sikap dan melonjaknya kecerdasan buatan bahkan berbicara tentang folosofi dengan konsekuensi hilangnya ingatan KLbasy yang ditanamkan sebelumnya?” tanya peneliti lainnya.

 

“Ya, potensi itu ada, tetapi kenapa lonjakan energi saja, tidak ada penambahan program apa pun, atau tanda bahwa KLbasy telah dihack dengan adanya tambahan kode-kode baru?” Boss LJKak tampak kebingungan.

 

“Apakah kita mulai dikunjungi alien dengan teknologi melebihi kemampuan kita saat ini, peringatan akan invasi yang telah kita lakukan selama ini?” Boss LJKak mendekati KLbasy.

 

Kemudian dengan perlahan menyentuh wajah android tersebut. Hentakan energi mengenai tangannya. Boss LJKak terkesiap dan terduduk di bangku yang berada di depan KLbasy.

 

 

*

 

M.S. Gumelar

+62 87786666745

michael.sega.gumelar@gmail.com



 



An1magine Volume 6 Nomor 3 Maret 2021

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). An1magine mewadahi karya cerita mini, cerita bersambung dalam ragam genre, tutorial, dan komik dalam ragam gaya gambar apa pun. Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.

An1magine edisi ini dapat diunduh juga di An1mage JournalDcreatePlay Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya. Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

 

Komentar

Postingan Populer