An1magallery An1magine Novel - Puisi Januari 2021

Edisi sebelumnya


INDUNG = INSAN TEMPAT NYALINDUNG

Rumasa Diurus Kunu Jadi Indung

Jalma Nu Boborot Kesang Basa Ngandung

Teupaduli Awak Rengkung Asal Budak Bisa Nangtung

Kaasih Kamelang Geus Teu Kaitung

Henteu Piraku Kudu Disanjung

Najan Harta Sagede Gunung

Moal Kagantian Kanyaah Indung

Beruntunglah kita/kalian yang masih mempunyai IBU

 

SELAMAT HARI IBU

 

I Said Univers

+62 818-0944-1888



 

 

DENDAM KESUMAT

Pisah

Aku tak meminta

Kamu tak memberi

Kamu minta

Aku beri

 

Air susu dibalas air tuba

Kamu berlaku keji, aku bisa!

Kamu berlaku sewenang-wenang, aku sanggup!

Jangan menyalahgunakan, aku tak akan gugup

 

Aku bukan yang dulu

Titah jalan kebenaran, selalu berlaku

Jangan angkuh, sejatinya tak punya papa

Mencela, mencaci, memaki: kamu bisa

Sadar diri, apa bisa?

 

Dendam kesumat

Bara membranang

Maaf kelumat

Tobat setanggang

 

Sleman, 02 Januari 2020

 

Ika Sari

+62 896-7233-8748

 

 

 

 

 

 

HARU TAHUN BARU (2)

‌Sayang, hujan tahun baru kali ini,

‌Tampaknya malu-malu terbit,

‌Dari awan yang sendu.

‌Melihat rasa bersua doa,

‌Bertebaran di linimasa,

‌Di beranda malam,

‌Di jiwa yang lunglai sekalipun,

‌Macam rinai yang jatuh,

‌Basahi tanah gersang.

‌Tumbuh harap dari mata kosong,

‌Bangkit mimpi dalam coretan daftar,

‌Yang ia buat di dada nan lapang.

‌Semakin deras berceceran,

‌Sang rinai kian galak, sayang.

‌Dan sialnya si pemohon ketiduran,

Di ranjang penuh bayang-bayang.

 

Saking nyenyaknya sayang,

Ia lupa dan mengeluh,

Bahwa halaman rumah banjir,

Ia menangis dan kembali ciptakan daftar,

Yang isinya resolusi sayang,

 

Ia segera ke lantai dua, kembali menulis.

Sedang lantai satu sisakan remah-remah,

Penuh nestapa.

 

Jakarta, 1 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

BILA

Bila ranting patah,

Biar hujan dan angin,

Yang buat tubuhnya tercacah,

 

Bila hati remuk,

Sebab diterkam jiwa yang amuk,

Lekas waktu membalutnya,

Dengan kenang yang berlinang,

Di pelupuk mata.

 

Jakarta, 5 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329


SULIT

sulit ternyata

tepiskan pesona dara

 

sukar mengubur

limpahan kisah bertabur

 

aku teramat cinta

pada pesona wajahnya

di lugunya juwita

 

bagas,5.01.21

+62 821-1103-3355

 

 

 

RASAKAN SAJA

jangan salahkan luka

rasakan saja pedihnya

nikmati laranya

 

hadirkan ikhlas dan tabah

sabarlah di setiap fitnah

tanamkan asih amanah

 

terimalah luka

beralas iman dan takwa

berpayung doa dan cinta

 

bagas.05.01.21

+62 821-1103-3355

 

 

 

SUBUH

Subuh berdiri kukuh,

Mengangkangi daku,

Yang masih berlindung,

Di balik selimut kaku.

 

Mendengkur dan bermimpi,

Bahwa hari ini telah mati,

Tiada embun dan kicau kenari,

Tiada matamu dan mataku,

Yang saling bercumbu.

 

Subuh telah pergi,

Dan mentari kian menari,

Menyeret raga untuk bangkit,

Sinar luka dengan suka,

Membilas gigil dengan hangat,

Selembut sutra.

 

Jakarta, 8 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

ALUNAN

Kunikmati irama rintik hujan sore ini.

Sebagai lagu pembuka hati hari ini.

 

Kabut pun mulai turun, selimuti segala keresahan saat ini.

Dinginnya yang membekukan.

Membekukan rasa rindu yang tak berkesudahan.

 

Biarlah sesaat kuterbuai alunanmu.

Sebab ‘ku di sini,

Berat memendam semua rindu.

 

Jakarta’07.01.2021

 

Risky Herwindo

risky3vl@gmail.com

0812.9303.9352

 

 

PUISIKU

Puisiku yang dulu,

Kini membeku,

Lidahnya kelu,

Tak lagi berseru.

 

Puisiku tak lagi mengetuk,

Pintu-pintu tertutup,

Hanya derai tangis,

Yang memecah kesunyian malam.

 

Puisiku, telah mati,

Ia lelah setelah mendesah,

Lepas penat di atas meja,

Berlumur darah kering,

Selepas menikam nadi,

Dengan aksara yang tak bertaji.

 

Jakarta, 9 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

GELIATNYA

Dari dadamu,

Kulihat dunia mengalir,

Dari hulu ke hilir,

Menuai tawa dan pedih,

 

Di setiap jendela yang terbuka,

Ia undang angin kemarau,

Dan deras hujan gigil,

Rasuki jemala yang kusut,

Oleh air mata dan maki.

Secangkir kopi dan buku,

Temani deru napasku,

Yang membabi buta,

Meneror denyut nadi;

Berlomba dengan waktu,

Menggiring jarum jam,

Agar lekas berlari,

Enggan terpaku.

 

Sedang asik bercumbu,

Lembar buku terbuka,

Gelegak syahwat menari,

Di atas ranjang sendu.

Kau dan aku mencium,

Bibir yang kaku.

 

Buku tak bicara,

Namun aksara lantas lahir,

Dari rahim ibunya;

Pena genit dengan tinta,

Yang berlumur di ujungnya,

Memantik aku melukis cinta,

Dengan huruf, titik, dan koma.

 

Lentik jari membelai telinga,

Mejaku penuh nafsu,

Yang tiada lagi membisu,

Coba merayap di tubuhmu,

Yang basah tiada tandus,

Subur menebar benih,

Lenyap segala rintih.

 

Jakarta, 10 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

LUKISAN YANG TAK TERSELESAIKAN

Hatiku tak dapat memungkiri bahwa bayangmu yang selalu terllihat di mataku.

 

Rangkaian siluet terus bermain dalam benak, bak lukisan yang tak terselesaikan.

 

Keadaan yang kini menggiring mimpiku menuju perhentian selanjutnya.

 

Detik demi detik,

Hari demi hari,

Tahun demi tahun.

Dan yang pasti ‘kan tetap kunanti.

 

Jakarta’12.01.2021

 

Risky Herwindo

081293039352

risky3vl@gmail.com

AKU ...

Aku,

Berdiri tegak,

Di antara pangkal paha,

Menatap teguh,

Mata yang kukuh,

Menuai rindu,

Minta dicumbu.

 

Jakarta, 14 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

CINTA TERKAPAR

Cinta sudah membusuk,

Terkapar di tong sampah,

Ia tebar teror ke lubang hidungku,

Mengetuk dengan segala tawa dan senyum

Yang dulu pernah singgah

Merangkul jiwa …

 

Minggu, 17 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

BABU

Senin kelabu,

Hari ini menjadi babu,

Bagi jiwa yang rubuh,

Dan tersiksa selagi waktu,

Mencekik diri dengan rindu,

Bikin hati terasa candu.

Babu bagi tubuh yang terpaku,

Menatap mata yang melayang,

Di langit sendu, kau merindu.

 

Jakarta, 18 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

KIDUNG DURMA SMARA

Kutembangkan kidung durma pangrasuk sukma

Mantra anyerep kadang lanang dak tresna

Sarana rah sira

 

Snadyan sariraning awak tan rumaos tatu

Unine parikan, alon-alon waton kelakon

 

Lelakon, wijilipun raos dora asih lan asmara

Jalaran seja smara lir dahana

Wruhanana, sanes acak ajiguna

Lepat lampah, pepati tan keno kinira

Aywa raga lena

 

Sleman, 18 Januari 2021

 

Ika Sari

+62 896-7233-8748

 

 

KAU

Saat tak lagi ada

Seseorang di sisi ...

Dan kau selalu ada.

 

Saat tak lagi ada

Yang mau mendengar ...

Dan kau selalu ada.

 

Saat tak lagi ada

Yang mau mengerti ...

Dan kau selalu ada.

 

Kaulah mentari

Di siangku.

Kaulah rembulan

Di malamku.

Kaulah yang menopang

Hingga kudapat

Tetap berdiri di sini.

 

Jakarta’18.01.2021

 

Risky Herwindo

081293039352

risky3vl@gmail.com

 

 

DEMI KEAMANAN SI KECIL

Bantal, guling pun jadi penghalang

Area rawan

 

Emm ...di sela kita menyusun pengaman

Dengan santainya dia rebahan

 

Ah  Nak kau mengelabui kita

Nyatanya kau malah asik bermain

Bersama boneka

Tersenyum, tertawa

Mengacak-ngacak semua yang ada

 

Merangkak ke sana

Merangkak ke sini

Sampai dia merasa bosan

Hingga akhirnya

Dia tertidur pulas

Dengan menggenggam botol susu di tangan

 

Emm ...

Tidurlah Nak

Esok sepulang kerja

Kau akan selalu ditimang dan dimanja

 

Rancaekek, 2021

 

I Said Univers

+62 818-0944-1888

 

 

INGIN MENJELMA ANGIN

Ingin ludahi wajahmu,

Goda daku yang terkapar semu,

Ingin tusuk matamu,

Tatap tajam merayu sukmaku,

Ingin koyak bibirmu,

Kecup manja sang waktu,

Yang enggan belai rambutku.

 

Segalanya sebatas ingin,

Sampai pada akhir dari napas,

Yang terdesak cinta, segala dendam,

Hanyut bersama kasihku padamu.

Dan kini, segenap "ingin" menjadi "angin",

Tak jelas arah melangkah, segeralah sirna.

 

Jakarta, 19 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

 

 

 

LADANG SENDU

Ke mana darah akan mengalir,

Merangkak dan mencari,

Tempat untuk bersemi,

Bersenandung dalam jiwa baru,

 

Dulu yang ia ingat,

Saat setiap tetesnya meninggalkan haru,

Saat langkahnya jatuh di atas ladang sendu,

Merah awan, tanah rintih, pepohonan rindu,

Akan damai di dalam akar yang rapuh.

Tercerabut segala kenang

Yang kini berlinang,

Sebagai cinta yang tercabik perang.

 

Jakarta, 20 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329


AWAN LUKA

hujanku turun,

Kadang liar, kadang jinak,

Tetesan rindu satu per satu,

Mengusap kering tanah,

Membilas gersangnya lahan,

Menjunjung gigil di badan yang dekil.

 

Jalan raya menangis,

Dan para lubang menganga,

Tampur air matanya yang ringis.

Klakson menjerit, menebar teror,

Bagi hati yang terpaku oleh waktu.

 

Diam-diam melangkah,

Tanpa mentari di dada,

Hanya senyum rekah yang ia tenun,

Segala suka dan duka,

Termaktub pada cakrawala,

Bersemi sebagai lantunan jiwa.

Berkerumun bersama awan luka.

 

Jakarta, 21 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

KEPALA SEORANG TOLOL

Kepala seorang tolol,

Meledak kala tengah malam,

Mengoyak dengan segala kelam.

Tercecer cinta buta yang terbata,

Dengan kata-kata derita merangkak,

Ke meja usang yang sesak cerita.

 

Cerita tentang hari esok lebih baik,

Dari hari kemarin,

Nyatanya kegilaan macam banteng,

Yang menanduk benteng,

Hingga rubuh jadi puing-puing tak berguna,

Isyarat akan ranggas darah para pejuang,

Mengalir sebagai air menyuburkan benci,

Dalam dada sang penindas!

 

Jakarta, 23 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

KUASA

Saat lalu terangkum satu

dan kemudian berlalu.

Sudahi saja pengertian-pengertian yang semaunya.

Tak ada guna ‘tuk dilanjutkan.

Berat pasti dirasa

Namun langkah berangsur

Beranjak perlahan.

Hanya saat ini waktunya

atau ingin jauh tertinggal?

 

Beri kuasa atas jalan, keinginan dan mimpi-mimpi

Yang tersulut indah

Olehmu.

 

Jakarta’23.01.2021

 

Risky Herwindo

risky3vl@gmail.com

 

 

 

 

 

 

MINGGU GIGIL

Minggu gigil,

Padamu hujan bersua,

Merangkul tanah dengan air mata,

Berarak awan merangkak di cakrawala,

Menyimpan bahagianya untuk dunia,

Meski sakit datang menusuk,

Dengan petir mencambuk,

Dengan badai mengamuk,

 

Sapa genting-genting rapuh,

Berkarat persis seperti mata,

Yang sekarat dengan tanda tanya,

Merekat di kepala yang kopong,

Tanpa asmara.

 

Ia rubuh dan mencaci maki segala,

Akan layu, akan sayu matanya,

Merapal doa, tentang gerimis,

Kian mengiris hati yang ironis,

 

Tentang waktu yang datang,

Wajahnya memerah berang,

Menamparmu, menguasai,

Rasa yang kalang kabut,

 

Selepas cinta itu hilang di tengah kalut,

Samar-samar menegur,

Tertegun dia di jendela kamar,

Menatap mawar yang basah dengan,

Kelopak berbinar mengusir nanar.

 

Jakarta, 24 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329


KARENAMU

Kucoba untuk sederhanakan segala rasa ini, sebab semakin lama semakin sulit kuuraikan, dan tak bijak bila kuserahkan pada sang waktu.

 

Kucoba untuk sederhanakan segala keadaan ini, karena semakin lama semakin berat kulalui, dan tak mungkin kuhanya menanti sang waktu yang kembali untukku.

 

Kucoba untuk sederhanakan semuanya kembali, dan semua yang telah tercipta adalah karenamu!

 

Jakarta’22.01.2021

 

Risky Herwindo

risky3vl@gmail.com

 

 

 

 

PEDIH MALAM

Nanah telah kujilat,

Dari tubuh penuh luka,

Dan lunglai,

serta masai rambutmu,

Habiskan malam dengan pedih,

Mendidih rasa menguar dalam ruang,

Yang gigil. Berharap ia lekas pergi,

Jangan kembali membawa elegi.

 

Jakarta, 25 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

 

 

 

KOTORAN BABI

Mata itu, datang menetap,

Merah; semerah neraka,

Hidup di hati yang kalap,

Mencekik dan melalap,

Tubuh yang senyap,

 

Sedang waktu telah sayu,

Desahku terlampau mati,

Doa-doa pergi dari sanubari,

Menuju hati yang paling suci,

 

Minggat dari aku; sang kotoran babi,

Di sanalah aku hidup,

Sebagai najis dan kerap,

Dijadikan kata maki,

Bersama cacing tanah,

Yang menari seksi,

Kujilat segala nanah,

Tanpa harapan nyata,

Dibelainya terik mentari,

Yang ganas menerkam jiwa,

Lenyap dilumat masa,

Asa tak tersisa.

 

Jakarta, 25 Januari 2021

 

Ardhi Ridwansyah

+62 896-5458-0329

 

 

DISKRIMINASI PEMERINTAH KEPADA PEGAWAI SWASTA

Sama-sama membayar pajak penghasilan

Kenapa pegawai swasta untuk asuransi BPJS kesehatan masih membayar lagi?

 

Sama-sama membayar pajak penghasilan

Tapi yang tetap mendapatkan bantuan

dikala pandemik kenapa hanya pegawai negeri?

 

Sama-sama membayar pajak penghasilan

Tapi kenapa yang mendapatkan pensiunan cuma pegawai negeri?

 

Sama-sama membayar pajak penghasilan

Pemerintah kenapa pajak penghasilan pegawai swasta kami tidak kau kembalikan pada saat kami sudah tidak dapat bekerja lagi?

 

Sama-sama membayar pajak penghasilan

Entah ke mana uang pajak yang telah kami bayar itu pergi?

 

Berpotensi besar untuk dikorupsi.

 

 

Denpasar, 27 Januari 2021

 

M.S. Gumelar

+6287786666745

 

 

BUMN

Adalah alat pemerintah memperlakukan rakyatnya sebagai pelanggan suatu perusahaan bukan rakyat untuk mengabdi

 

BUMN berpotensi besar sebagai ajang korupsi

 

Denpasar, 27 Januari 2021

 

M.S. Gumelar +6287786666745


Puisi Inovel edisi berikutnya




GRATIS. An1magine 1 Januari 2021.  An1magine adalah Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment).

An1magine Volume 6 Nomor 1 Januari 2021

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). An1magine mewadahi karya cerita mini, cerita bersambung dalam ragam genre, tutorial, dan komik dalam ragam gaya gambar apa pun. Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.

An1magine edisi ini dapat diunduh juga di An1mage JournalDcreateiteks, Play Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya. Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

Silakan klik PDF di bawah ini untuk mengunduhnya.




 

Komentar

Postingan Populer