SHOH ACADEMY: Tips and Tricks from Storyboard to Animatic

 


SHOH ACADEMY

Tips and Tricks from Storyboard to Animatic

Mas Be




Pernah enggak sih an1mareaders bertanya-tanya, bagaimana proses suatu ide cerita disusun sebelum memasuki proses animasi? Nah, Sharing Session minggu ini akan menjelaskan pentingnya proses pembuatan Storyboard dan Animatic dalam memproduksi animasi movieBersama dengan Storyboard Artist kami, Dezi dan Editor kami Amrizal yang juga akan membahas proses editing yang dimulai dari storyboard hingga produk akhir suatu karya animasi yang siap untuk ditayangkan. Seperti biasa, akan ada sesi tanya jawab loh! Jadi siapkan pertanyaan kalian dan jangan malu untuk bertanya yaa!


Sharing dari Shoh Academy kali ini diikuti 254 peserta berlangsung pada hari Sabtu 05 Desember 2020 mulai pukul 10.00 hingga 12.30,  biasanya acara hanya 1,5 jam di event ini menjadi 2,5 jam, karena banyaknya pertanyaan dan antusias pemirsa; diikuti peserta dari berbagai daerah di IndonesiaTeman-teman dari daerah Aceh, Padang, Riau, Palembang, Bekasi, Sentul, Tangerang, Jakarta, Depok, Citeureup, Cisoka, Bandung, Indramayu, Sukabumi, Brebes, Semarang, Yogyakarta, Pasuruan, Malang, Surabaya, Tulungagung, Bali, Samarinda, Majene-Sulawesi Barat, dan Makassar.


Sharing spesial ini dipandu oleh Vitria Ratna Sari merupakan Production Coordinator “The Little Dreamer Gguda” dari Studio Shoh Entertainment (SSE); menghadirkan Dezi Ruwah Rezeki seorang Storyboard Artist di SSE yang sudah mengerjakan beberapa project animasi: The Little Dreamer Gguda, Miniforce, Catch Teeniping. Ternyata seorang Dezi justru lulusan Tata Kota; hal yang lumayan jauh dari urusan menggambar, membuat komik yang awalnya hanya sekedar hobi dari kecil. Dan pembicara berikutya Amrizal Tanjung seorang Editor di SSE yang sudah mengerjakan beberapa project animasi: The Little Dreamer Gguda, Miniforce, Catch Teeniping.

 


Amri lulusan SMA tahun 2003, suka film animasi dan kebetulan abangnya punya studio AlAnimasi, pada tahun 2006 menjadi editor di bagian post production, mengerjakan film documenter, dan company profile. Nah sejak 2013-2017 barulah full sebagai Editor film serial 3D animasi dan gabung Bersama Studio Shoh di tahun 2019. Setelah perkenalan dan cerita latar belakang pendidikan masing-masing; diputar video dari film seri Miniforce bagian awal adalah storyboard animatic; yaitu hasil editing gambar-gambar diam namun pemirsa sudah bisa merasakan adegannya akan seperti apa nanti, termasuk penerapan arah kamera dan durasi masing-masing cut/shot/gambar.


Dilanjutkan dengan memutar hasil video yang sudah jadi yang sudah lengkap dengan karakter 3D yang bergerak, background dan environment bahkan juga special Effect untuk “kentut” yang berwarna oranye. Sebelum lanjut ke hal-hal berikutnya; mari kita perjelas apa yang dimaksud dengan scene dan cut. Sebuah bagian utuh film disebut dengan sequence, umumnya terdiri dari beberapa scene; scene adalah satu kejadian di satu tempat, misal scene dapur. Di dalam suatu scene terdiri dari serangkaian shot, atau kalau masih berupa storyboard, shot ini adalah 1 panel/frame gambar.


Jadi untuk menonton satu tayangan animasi, terdiri dari beberapa scene, yang di dalamnya terdiri dari beberapa shot menyesuaikan kebutuhan cerita atau script/skenario-nya. Sekarang mari bahas proses script menjadi storyboard animatic:

1. Memahami cerita dari script/skenario. Biasakan berimajinasi dari membaca tulisan menjadi adegan visual sesuai dengan kebutuhan cerita. Misal adegan silat; sebaiknya adegannya jangan Medium Shot, tapi usahakan Full Shot. Kecuali dibutuhkan adegan detail pada close up atau ekspresi wajah.


 2. Storyboard 

Membuat sketsa seperti panggung sandiwara; di mana ada bagian pemain dan pemirsa/penonton, sehingga pertukaran arah pandang kamera terasa lancar dan enak dilihat. Thumbnail (staging, blocking, ide); Rough (camera movement, acting-line of action & expression); Clean Up (clean up character, background, render camera, cek dialog)


3. Animatic (Storyboard animatic)

Membuat animatic pada umumnya menggunakan Adobe After Effects, Tetapi dapat pula menggunakan software lainnya, misalnya Toonboom. Pada software Toonboom storyboard animatic; ada bantuan berupa warna garis yang akan mempermudah pengerjaan storyboard; warna garis biru untuk bantuan garis perspektif, kotak hijau ada gerakan kamera, kotak merah kamera berhenti/stayProses editing storyboard animatic; Menurut Amri untuk durasi film animasi 10 menit; dibutuhkan 300-500 gambar yang disusun menjadi storyboard animatic.  Dan revisi adalah hal yang wajar dalam suatu produksi, bahkan walaupun sudah sesuai dengan semua kebutuhan, masih dibutuhkan hingga 9x revisi.

Kebayang kan bila harus mengubah ulang beberapa kali susunan ratusan gambar agar hasilnya maksimal dan pemirsa akan terhibur menontonnya. Jadi proses editing storyboard animatic sebagai berikut:

 a) Menyusun materi gambar dari storyboard artist dengan Audio recording.

 b) Trimming (biasanya dengan sutradara/storyboard artist)

 c) Shot numbering akan mempermudah semua pekerjaan berikut baik pada saat revisi maupun approval dari client;

timecode; code waktu di menit dan detik ke berapa? Timing, dan Jumlah Frame.

 d) Render Output tiap scene menjadi Mov untuk keperluan proses layout/anim.


Tips & Triks dari Dezi; sebaiknya biasakan banyak baca buku, baik novel, cerpen, sejarah, dll sebagai latihan membiasakan membaca dan kemudian memvisualkan dalam imajinasi seliar mungkin. Di samping juga biasakan berlatih membuat sketsa-sketsa cepat di mana pun kita berada. Menurut Amri perlu kesabaran, dan ketelitian, plus konsentrasi, namun hasilnya nanti setelah filmnya jadi dan tayang; maka perasaan bangga dan happy yang sangat tak ternilai!

Semangat.


Nah pada acara sharing Shoh Academy kali ini, peserta webinar yang beruntung mendapatkan voucher potongan belanja dari HUION, sebesar 100K untuk pembelian pen tablet Huion, dan/atau 500K untuk pembelian pen display Huion yang berlaku selama 6 bulan, dengan email sebagai berikut:

 

furi2208@gmail.com
naurayasminayyuni165@gmail.com
siska.hoeny@outlook.com
yu2ngarna@gmail.com
rahmat567purwana@gmail.com
hellomarchya@gmail.com
Thanjunk@gmail.com
vitriaratnasari13@gmail.com
dzighpunch@gmail.com
berlianaputriromadhon@gmail.com

Ada kejutan sharing session dari Shoh Academy kali ini, CEO Studio Shoh Entertainment; Bapak Shoh hadir menyapa semua rekan-rekan dan memberikan semangatnya langsung dari Seoul, Korea.


Semoga sharing mengenai pentingnya storyboard animatic dalam suatu produksi animasi ini dapat memberi pencerahan bagi rekan-rekan yang tertarik untuk berkecimpung di dunia industri animasi, nantikan kelas Shoh Academy berikutnya.


Semangat dan Salam Nganimasi!



 



An1magine Volume 5 Nomor 12 Desember 2020

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). An1magine mewadahi karya cerita mini, cerita bersambung dalam ragam genre, tutorial, dan komik dalam ragam gaya gambar apa pun. Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.

An1magine edisi ini dapat diunduh juga di An1mage JournalDcreateiteks, Play Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya. Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

Dapat duit dengan berkarya di rumah aja. Kirim karya komik (manga) dan cerita mini (cerita pendek) buatanmu. Info lanjut di Bubble up Yourself

Silakan klik PDF di bawah ini untuk mengunduhnya.






Komentar

Postingan Populer