PNEUMONIA: Dapat disebabkan oleh Virus Covid-19

https://wittysparks.com/pneumonia-causes-symptoms-treatment/



PNEUMONIA: 

Dapat disebabkan oleh Virus Covid-19

Aditya


Pneumonia adalah keadaan di mana terjadi infeksi radang kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Kantung udara dapat berisi cairan atau nanah (bahan bernanah), menyebabkan batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas. Berbagai organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur, dapat menyebabkan pneumonia.

 

Pneumonia dapat berkisar dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Penyakit ini paling serius karena sangat berbahaya dan harus segera ditangani bila menyerang bayi dan anak kecil, orang yang berusia lebih dari 65 tahun, dan orang dengan masalah kesehatan atau sistem kekebalan yang lemah. Tanda dan gejala pneumonia bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab infeksi, serta usia dan kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Tanda dan gejala ringan seringkali mirip dengan flu atau pilek, tetapi bertahan lebih lama. Tanda dan gejala pneumonia mungkin termasuk:

  1. Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  2. Batuk, batuk berdahak
  3. Demam tinggi, berkeringat dan menggigil
  4. Lebih rendah dari suhu tubuh normal (pada 1. orang dewasa yang lebih tua dari usia 65 dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah), hal unik ini bisa terjadi.
  5. Mual, muntah atau diare
  6. Sesak napas
  7. Mudah lelah dan kelelahan
  8. Bayi baru lahir dan bayi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Atau mereka mungkin muntah, demam dan batuk, tampak gelisah atau lelah dan tanpa energi, atau mengalami kesulitan bernapas dan makan.
  9. Kebingungan atau perubahan kesadaran mental (pada orang dewasa usia 65 tahun ke atas)

Temui dokter segera, jangan ditunda jika An1mareaders suatu hari merasa terkena Pneumonia, salah satunya mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, demam terus-menerus 102 F (39 C) atau lebih tinggi, atau batuk terus-menerus, terutama jika batuk berdahak kental, atau bernanah, bila batuk berdarah walaupun sedikit, demam tidak tinggi, dan berat badan turun wajib juga waspada, potensi penyakit lain muncul yaitu TBC.

Sangat penting bagi orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi berikut ini dengan potensi Pneumonia untuk segera ke rumah sakit atau menemui dokter:

  1. Orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun
  2. Anak-anak di bawah usia 2 tahun dengan tanda dan gejala
  3. Orang dengan kondisi kesehatan yang mendasari atau sistem kekebalan yang lemah
  4. Orang yang menerima kemoterapi atau minum obat yang menekan sistem kekebalan
  5. Untuk beberapa orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan gagal jantung atau masalah paru-paru kronis, pneumonia dapat dengan cepat menjadi kondisi yang mengancam jiwa.


Penyebab

Banyak kuman, kuman merupakan ragam virus, dan bakteri, ada banyak kuman yang dapat menyebabkan pneumonia. Yang paling umum adalah jamur, organisme mirip bakteri, bakteri, dan virus di udara yang terkontaminasi. Tubuh secara alami biasanya mencegah kuman ini menginfeksi paru-paru. Tetapi terkadang kuman dapat mengalahkan sistem kekebalan tubuh, meskipun kesehatan seseorang secara umum baik. 

Pneumonia diklasifikasikan menurut jenis kuman penyebabnya dan di mana seseorang tertular.

Pneumonia yang didapat dari komunitas:

Pneumonia yang didapat dari komunitas adalah jenis pneumonia yang paling umum. Itu terjadi di luar rumah sakit atau fasilitas perawatan kesehatan lainnya. 

Pneumonia jenis ini mungkin disebabkan oleh:

  1. Bakteri. Penyebab paling umum dari pneumonia bakterial di A.S. adalah Streptococcus pneumoniae. Pneumonia jenis ini dapat terjadi dengan sendirinya atau setelah Anda terserang flu atau flu. Ini dapat memengaruhi satu bagian (lobus) paru-paru, suatu kondisi yang disebut pneumonia lobar.
  2. Organisme mirip bakteri. Mycoplasma pneumoniae juga dapat menyebabkan pneumonia. Biasanya menghasilkan gejala yang lebih ringan daripada jenis pneumonia lainnya. Walking Pneumonia adalah nama informal yang diberikan untuk jenis pneumonia ini, yang biasanya tidak cukup parah sehingga memerlukan istirahat saja biasanya sudah dapat sembuh.
  3. Jamur. Jenis pneumonia ini paling sering terjadi pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang lemah, dan pada orang yang menghirup organisme dalam dosis besar. Jamur penyebabnya dapat ditemukan di tanah atau kotoran burung dan berbeda-beda tergantung pada lokasi geografis.
  4. Virus, termasuk COVID-19. Beberapa virus penyebab masuk angin dan flu bisa menyebabkan pneumonia. Virus adalah penyebab paling umum dari pneumonia pada anak di bawah 5 tahun. Pneumonia virus biasanya ringan. Tapi dalam beberapa kasus bisa menjadi sangat serius. Coronavirus 2019 (COVID-19) dapat menyebabkan pneumonia, yang bisa menjadi parah.

Jadi tidak semua pneumonia disebabkan oleh Coronavirus 2019 (COVID-19), tanda atau gejala terkena virus Coronavirus 2019 (COVID-19) yang aktif sehingga penderita tubuhnya tidak mampu bertahan adalah karena mengalami pneumonia. Bila pneumonianya disembuhkan, maka  penderita yang terkena virus corona, potensi besar dapat disembuhkan dengan antibiotik selama tidak ada komplikasi lainnya.

Sayangnya saat ini, semua orang yang terkena pneumonia diidentikkan dengan terkena Coronavirus 2019 (COVID-19), hal ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman, dan juga agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan di saat kesulitan.


Pneumonia yang didapat di rumah sakit:

Rumah sakit selain sebagai tempat untuk menyembuhkan, juga di sisi lainnya merupakan sumber dari beberapa penyakit, jadi sebaiknya berhati-hati saat berada di rumah sakit, gunakan masker bila diperlukan, dan menjauh dari orang-orang yang sakit, paling penting adalah jangan ke rumah sakit bila benar-benar tidak diperlukan saat sehat.

Beberapa orang terkena pneumonia selama tinggal di rumah sakit karena penyakit lain. Pneumonia yang didapat di rumah sakit bisa menjadi serius karena bakteri penyebabnya mungkin lebih resisten terhadap antibiotik dan karena orang yang terkena sudah sakit. Orang yang menggunakan mesin pernapasan (ventilator), yang sering digunakan di unit perawatan intensif, memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia jenis ini.

 

Pneumonia yang didapat dari perawatan kesehatan:

Pneumonia yang didapat dari perawatan kesehatan adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang atau yang menerima perawatan di klinik rawat jalan, termasuk pusat dialisis ginjal.

Seperti pneumonia yang didapat di rumah sakit, pneumonia yang didapat dari perawatan kesehatan dapat disebabkan oleh bakteri yang lebih resisten lagi terhadap antibiotik.

 

Pneumonia aspirasi:

Pneumonia aspirasi terjadi saat seseorang mencium atau menghirup aroma makanan, minuman, muntah atau air liur ke dalam paru-paru. Aspirasi lebih mungkin terjadi jika ada sesuatu yang mengganggu refleks muntah normal, seperti cedera otak atau masalah menelan, atau penggunaan alkohol atau obat-obatan secara berlebihan. 

Faktor risiko

Pneumonia dapat menyerang siapa saja. Tetapi dua kelompok usia yang berisiko tertinggi adalah:

  1. Anak-anak berusia 2 tahun atau lebih muda
  2. Orang yang berusia 65 tahun atau lebih
  3. Faktor risiko lainnya termasuk:

a) Sedang dirawat di rumah sakit. Seseorang berisiko lebih besar terkena pneumonia jika sedang berada di unit perawatan intensif rumah sakit, terutama jika seseorang menggunakan mesin yang membantu untuk bernapas (ventilator).

b) Penyakit kronis. Seseorang lebih mungkin terkena pneumonia jika menderita asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau penyakit jantung.

c) Merokok. Merokok merusak pertahanan alami tubuh seseorang terhadap bakteri dan virus yang menyebabkan pneumonia.

d) Sistem kekebalan yang melemah atau tertekan. Orang yang mengidap HIV / AIDS, yang pernah menjalani transplantasi organ, atau yang menerima kemoterapi atau steroid jangka panjang berisiko terkena.

 

Komplikasi

Bahkan dengan pengobatan, beberapa orang dengan pneumonia, terutama yang berada dalam kelompok berisiko tinggi, dapat mengalami komplikasi, di antaranya:

  1. Bakteri dalam aliran darah (bakteremia). Bakteri yang masuk ke aliran darah dari paru-paru dapat menyebarkan infeksi ke organ lain, berpotensi menyebabkan kegagalan organ.
  2. Sulit bernapas. Jika pneumonia seseorang parah atau memiliki penyakit paru-paru kronis yang mendasarinya, seseorang mungkin kesulitan bernapas untuk mendapatkan cukup oksigen. Seseorang mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan menggunakan mesin pernapasan (ventilator) agar paru-paru sembuh.
  3. Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura). Pneumonia dapat menyebabkan cairan atau dahak menumpuk di ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada (pleura). Jika cairan terinfeksi, mungkin diperlukan cara untuk mengeringkannya melalui chest tube atau diangkat dengan operasi.
  4. Abses paru-paru. Abses terjadi jika nanah terbentuk di rongga di paru-paru. Abses biasanya diobati dengan antibiotik. Terkadang, pembedahan atau drainase dengan jarum panjang atau tabung ditempatkan ke dalam abses diperlukan untuk mengeluarkan nanah. 

Pencegahan

Untuk membantu mencegah pneumonia:

  1. Mendapatkan vaksinasi. Vaksin tersedia untuk mencegah beberapa jenis pneumonia dan flu. Bicarakan dengan dokter bagaimana mendapatkan suntikan ini. Pedoman vaksinasi telah berubah seiring waktu, jadi pastikan untuk meninjau status vaksinasi dengan dokter bahkan jika An1mareaders ingat sebelumnya pernah menerima vaksin antipneumonia.
  2. Pastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi. Dokter merekomendasikan vaksin pneumonia yang berbeda untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun dan untuk anak usia 2 hingga 5 tahun yang berisiko khusus terkena penyakit pneumokokus.
  3. Anak-anak yang dititipkan di pusat penitipan anak juga harus mendapatkan vaksin. Dokter juga merekomendasikan suntikan flu untuk anak-anak di atas 6 bulan.
  4. Praktikkan kebersihan yang baik. Untuk melindungi diri  dari infeksi saluran pernapasan yang terkadang menyebabkan pneumonia, cuci tangan secara teratur atau gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  5. Jangan merokok. Merokok merusak pertahanan alami paru-paru seseorang terhadap infeksi pernapasan. Jangan menghirup asap rokok di saat seseorang sedang merokok di sekitar an1mareaders, hal itu tergolong sebagai perokok pasif dan berpotensi pula terkena pneumonia.
  6. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
  7. Tidak mengonsumsi makanan yang menyebabkan alergi, penyebab alergi tiap orang cenderung relatif berbeda.
  8. Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit batuk, pilek, atau flu.
  9. Jaga agar sistem kekebalan kuat. Tidur yang cukup, olahraga teratur dan makan makanan yang sehat, terutama buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C dan ragam vitamin lainnya.

Pengobatan

Perawatan jika terkena pneumonia melibatkan penyembuhan infeksi dan mencegah komplikasi. Orang yang menderita pneumonia yang didapat dari komunitas biasanya dapat dirawat di rumah dengan obat-obatan. Meskipun sebagian besar gejala mereda dalam beberapa hari atau minggu, rasa lelah bisa bertahan selama sebulan atau lebih.

Perawatan khusus tergantung pada jenis dan tingkat keparahan pneumonia berdasarkan usia dan kesehatan seseorang secara keseluruhan. 

Opsi pengobatan meliputi penggunaan:

  1. Antibiotik. Obat antibiotik adalah obat utama yang digunakan untuk mengobati pneumonia bakteri. Mungkin perlu waktu untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia dan memilih antibiotik terbaik untuk mengobatinya. Jika gejala tidak membaik, dokter mungkin merekomendasikan antibiotik yang berbeda. Ada banyak antibiotik seperti amoxicilin, rifampicin atau rifampin, dan sejenisnya.
  2. Pengurang demam/pereda nyeri. Pereda nyeri dapat diminum sesuai kebutuhan untuk demam dan ketidaknyamanan. Kategori ini termasuk obat-obatan seperti paracetamol dengan ragam merk seperti sanmol dan sejenisnya, aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan acetaminophen (Tylenol, lainnya).
  3. Obat batuk. Obat ini bisa digunakan untuk meredakan batuk agar bisa istirahat. Karena batuk membantu mengendurkan dan mengeluarkan cairan dari paru-paru, sebaiknya jangan sepenuhnya menghilangkan batuk karena diperlukan untuk mengeluarkan dahak. Selain itu, harus diketahui bahwa sangat sedikit penelitian yang meneliti apakah obat batuk yang dijual bebas dapat mengurangi batuk yang disebabkan oleh pneumonia. Jika ingin mencoba pereda batuk baru, gunakan dosis terendah yang membantu untuk istirahat.
  4. Obat Penambah nafsu makan. Terkadang karena efek samping sakit dan juga obat batuk, alat pencernaan terutama lambung menjadi tidak nyaman untuk makan, diperlukan obat penambah nafsu makan atau mungkin juga antimaag bagi beberapa orang tertentu, bila tidak mengalaminya, obat antimaag tidak diperlukan. 

Gaya hidup dan pengobatan rumahan

Langkah-langkah berikut dapat membantu seseorang pulih lebih cepat dari pneumonia dan mengurangi risiko komplikasi:

  1. Beristirahatlah yang banyak. Jangan kembali ke sekolah atau bekerja sampai suhu tubuh kembali normal, hidung tidak beringus, serta batuk sudah tidak mengeluarkan lendir atau dahak. Bahkan ketika mulai merasa lebih baik, berhati-hatilah untuk tidak berlebihan bergerak. Karena pneumonia dapat kambuh lagi, lebih baik tidak kembali ke rutinitas pekerjaan sampai benar-benar pulih.
  2. Tetap terhidrasi. Minum banyak cairan, terutama air, untuk membantu mengencerkan lendir atau dahak di paru-paru.
  3.  Minum obat sesuai resep. Terutama antibiotik, untuk menghindarkan bakteri yang resisten karena belum tuntas mengonsumsi obat antibiotik yang diberikan.
  4. Minum seluruh pengobatan yang diresepkan dokter. Jika seseorang berhenti minum obat terlalu cepat, paru-paru seseorang penderita  pneumonia mungkin masih menyimpan bakteri yang dapat berkembang biak dan menyebabkan pneumonia potensi akan kambuh lagi di masa depan.

Referensi

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

https://wittysparks.com/pneumonia-causes-symptoms-treatment/

https://www.alodokter.com/pneumonia





An1magine Volume 5 Nomor 9 September 2020

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). An1magine mewadahi karya cerita mini, cerita bersambung dalam ragam genre, tutorial, dan komik dalam ragam gaya gambar apa pun. Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.

An1magine edisi ini dapat diunduh juga di An1mage JournaliteksPlay Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya. Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

 

inovel

Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, tutorial, pelatihan, dan membahas puisi, cerita mini, cerita pendek, novel, dan scenario untuk diterbitkan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667 atau dapat juga gabung di inovel facebook group.


ikomik Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, pelatihan, tutorial, dan membahas komik untuk diterbitkan, dianimasikan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 0818966667 atau dapat juga gabung di ikomik facebook group.

 

iluckis Gabung yuk di grup WA iluckis, tempat para pelukis berkarya, berpameran, dan berpublikasi, karya lukisanmu dapat dipublikasikan secara gratis di majalah An1magine yang terbit bulanan dan beredar sejangkauan jari di Play Store yang berdampak pada promosi karya dan namamu agar lebih dikenal , gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667 atau dapat bergabung di iluckis facebook group.  

 

icosplayer Para cosplayer yang keren-keren, gabung yuk di icosplayer WA grup, foto kalian yang menggunakan kostum bisa masuk ke majalah digital An1magine yang terbit bulanan, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke WA ke Aditya PIC: 0818966667 atau dapat pula bergabung di icosplayer facebook group.      

 

Komentar

Postingan Populer