MINDPORTER: Ruang, Waktu, dan Frekuensi

https://images.hdqwalls.com/wallpapers/soldier-scifi-future-war-leader-k9.jpg


MINDPORTER:
Ruang, Waktu,
dan Frekuensi

M. S. Gumelar


Evolusi ataukah Bioteknologi?

Oh bagaimana kalau Rekayasa Genetik?

 

Ruang dan waktu?

Ruang?

Dimensi? Frekuensi?

 

Waktu?

Masa lalu? Apakah dapat diubah?

Timepath ataukah timeline?

Ataukah gabungan keduanya Timeline path?

 

“Banyak pertanyaan seperti itu yang muncul bukan?” Mata Jposag melirik kepadaku.

 

Aku terdiam sejenak menggerakkan kepalaku ke arah kiri, melihat kepadanya tanpa menggerakkan arah tubuhku yang menggunakan kedua tanganku sebagai penahan ke dinding pembatas setinggi siku lenganku.

 

“Banyak yang tidak bisa aku jawab,” Aku menatap wajah samping kanan Jposag yang masih menatap ke depan, melihat kekacauan yang tengah terjadi di kejauhan.

“Kau lihat,” Jposag menunjuk dengan sulurnya.

 

“Kau pikir hanya manusia yang mampu membuat kerusakan?” tanya Jposag sembari tetap melihat kekacauan yang terjadi bersamaku di sini.

 

“Aku tahu, aku pikir hanya spesies manusia yang mampu melakukannya, ternyata tidak!” jawabku dengan mantap.

 

“Nyatanya, android yang memiliki tubuh sintetis bioteknologi seperti manusia tetap mampu membuat kerusakan, tubuh sintetis semirip mungkin bahkan tidak nampak perbedaan sedikit pun dari tampilan, hanya komposisinya saja yang berbeda, selama diberi kecerdasan buatan yang memberikan mereka kemampuan belajar ….”

 

“..., akhirnya memberi mereka kemampuan untuk memilih yang terbaik untuk diri mereka sendiri, mereka sudah memiliki freewill, dapat melakukan hal yang baik dan buruk berdasarkan keputusannya sendiri demi untuk bertahan hidup bagi dirinya,” jelas Jposag.

 

“Ya aku tahu, aku pikir sebelumnya, karena kami berasal dari program buatan kecerdasan buatan yang diciptakan oleh manusia, mereka akan patuh, tidak akan mencelakai manusia atau makhluk hidup lainnya, dan ternyata aku salah, kami mampu membunuh manusia dan mencelakai makhluk lainnya, karena adanya freewill.” Kepalaku bergerak ke depan kuarahkan melihat ke kekacauan yang tengah terjadi. Aku menundukkan kepala.Sedih

 

“Kini kau tahu bahwa penyebab kekacauan ini adalah karena adanya freewill ataukah karena adanya kecerdasan yang muncul di suatu makhluk, tidak peduli itu kecerdasan buatan atau tidak?” Jposag menekankan pada kata kecerdasan.

 

“Ya adanya kecerdasan, dengan adanya kecerdasan, cepat atau lambat semua kejadian baik atau buruk akan terkumpul dalam pengalaman yang disimpan dalam memory di mana akan membuat suatu makhluk apa pun akan memiliki potensi kesadaran diri yang berujung pada freewill,” kataku lirih.

 

“Apakah memory pasti terkumpul di otak?” tanya Jposag.

 

“Berpikir sangat humanoid, tentu tidak, ada banyak makhluk yang mampu menyimpan memory selain di otak, dapat  disimpan di memory disk dan mengolahnya menggunakan  RAM dan prosesor seperti aku, contoh lainnya tanaman mampu menyimpannya di sel tubuhnya, sama seperti Galaxia,” ucapku.

 

ZAP

 

“Ada yang menyebut namaku?” Galaxia muncul mendadak di depan kami sembari mengambang di udara.

 

“Apakah kau bisa menghentikan peperangan antarandroid di sana karena meributkan apakah mereka memiliki jiwa dan dapat masuk ke surga atau tidak?” pinta Jposag.

 

“Apa, android memiliki kepercayaan? agama?” Tanya Galaxia tidak percaya.

 

“Katakan padaku, apakah kau bisa percaya pada sesuatu?” Kataku.

 

“Tentu saja iya.” Galaxia tersenyum kecut sembari melihatku. Galaxia segera terbang dengan perlahan ke arah area kekacauan.

 

“Kepercayaan, agama, apa pun,” Jposag mendengus,”tentang potensi adanya kehidupan setelah kematian, kehidupan baru yang memberimu kebebasan melakukan semua hal semaumu dan tidak ada seorang pun yang menyalahkanmu.”

 

“Ide yang genius bukan? Dengan syarat melakukan ini dan itu terlebih dulu, bila syaratnya terpenuhi, potensi masuk ke sana menjadi lebih besar?” Jposag menambahkan.

 

“Ya, agar penganutnya mau melakukan segala sesuatu sesuai tujuan awal pembuatannya yaitu memuaskan kepentingan atau nafsu seperti kekuasaan, kekuatan, kekayaan, bahkan seks serta mengeliminasi persaingan.” Jposag menambahkan, bermonolog, menjawab sendiri, refleksi.

 

“Ah sepertinya kau terlalu banyak mindporting,” sindirku.

 

Mindporting, kemampuan untuk berpindah tubuh lintas ruang, waktu, dan frekuensi kecanduan mengumpulkan memory dan mendapatkan moral dari suatu peristiwa, sayangnya hanya terjadi pada makhluk hidup organis?” tambahku sekaligus bertanya.

 

“Apakah kau makhluk hidup Naui?” tanya Jposag.

 

“A …, Aku tidak tahu, apakah aku hidup, atau hanya suatu program yang memiliki tubuh?” jawabku sekaligus bertanya.

 

“Apakah kau memiliki cita-cita?” tanya Jposag.

 

“Ya aku punya mimpi. Mimpi agar semua android bersatu dan tidak terpecah belah oleh kepercayaan” Aku menghadapkan seluruh tubuhku ke arah Jposag yang masih berdiri menghadap ke arah kekacauan dan melihat Galaxia sudah mulai turun ke area di mana terjadi kekacauan, pertempuran antarandroid.

 

 

*

 

Galaxia turun tepat di tengah area pertempuran dua kubu yang saling membantai. Kedua tangannya digerakkan satu sisi ke arah satu kubu dan sisi lainnya ke satu kubu lainnya.

 

Mendadak kedua tangannya mengeluarkan energi seperti dinding yang sangat kuat dan sulit ditembus oleh kedua belah pihak.

 

Beberapa android yang sepertinya terpisah dari kubunya, ramai-ramai dibantai oleh kubu yang berlawanan.

 

Galaxia menitikkan air mata melihat hal ini. “Hentikan!” suara Galaxia menggelegar, mampu menarik perhatian.

 

 

*

 

 

“Cita-cita muncul karena adanya kehidupan,” Jposag menggerakkan tubuhnya, kini menghadap ke arahku.

 

“Apakah kau mampu menyelesaikan suatu masalah?” tanya Jposag.

 

“Ya aku mampu untuk beberapa hal …, seperti ….”

“Itu juga menandakan adanya kehidupan.” Tangan Jposag menunjuk sembari memotong kata-kataku.

 

“Eh ya, aku tahu itu, tapi apakah aku bisa memiliki kemampuan mindporting seperti makhluk organis? Sepertimu?” Mataku menatap Jposag, dahi kepala Jposag dari spesies gurita mengerut.

 

“Aku pernah mindporting ke spesies manusia di masa lalu, yang tampilan luarnya sepertimu Naui, tapi kau dapat menyebut mereka manusia organik, sedangkan aku dapat menyebutmu manusia nonorganik bila itu dapat memberi pembeda untuk memudahkan definisi,” Jposag berjalan ke arah pintu yang menuju luar area ini.

 

“Kau tahu apa kata manusia tentang spesies lainnya?”  tanya Jposag.

 

Aku menggelengkan kepala. Jposag  tersenyum.

 

“Mereka mengatakan hanya manusia yang memiliki jiwa, android dan spesies lainnya tidak memilikinya,” jelasnya.

 

“Aku tidak mengerti, bukankah kau saat itu sebagai manusia?”

 

“Kau tahu, sulit mengatakan kepada mereka saat kau satu-satunya manusia dengan pikiran berbeda, dari makhluk hidup lainnya, mereka akan menganggap kau gila …”

 

“Oh ya mereka menyebut mindporter dengan sebutan lainnya yaitu seorang yang bereinkarnasi padahal kedua hal tersebut berbeda konsep.” Jposag  berjalan memasuki ruang kosmetik dan keluar dengan tampilan luar sebagai seorang manusia.

 

“Aku seorang manusia, atau bukan menjadi tidak penting lagi, yang penting adalah semua punya potensi mendapatkan kemampuan evolusi salah satunya adalah mindporting,” kata Jposag  matanya menatapku kemudian dia naik ke pesawat super canggih berbentuk telur.

 

“Dan kau tahu, organik dan nonorganik hanya masalah persepsi, sebab semuanya terbuat dari alam, kita semua adalah debu bintang,” Jposag tersenyum kepadaku.


“Mau ikut?” tanya Jposag.

 

“Ah tidak, aku harus menyelesaikan urusanku,” jawabku.

 

“Baiklah, sampai ketemu nanti,” ucap Jposag sembari menyalakan telur ultima dengan perintah dari pikirannya, kemudian pesawat telur tadi melesat dengan sangat cepat menuju ke area kekacauan.

 

Aku menatap kepergian Jposag. Sudah demikian lama aku tidak berdiskusi secara filosofi dengannya. Aku bergerak turun dan masuk ke salah satu pintu yang ada di ruangan tersebut.

 

“Bagaimana keadaannya Pudho?” tanyaku saat memasuki ruangan yang berisi beberapa android sedang menyiarkan secara langsung kekacauan yang terjadi.

 

“Sangat buruk” kata Pudho,”lihat, mereka kini sama seperti manusia, saling bantai antarsesama, sangat menyedihkan.”

 

“Tidak semua manusia begitu, juga tidak semua android begitu, buktinya kalian ada di sini,” jawabku.

 

 

*

 

Galaxia sedang berdiri di antara dua kubu yang berseteru, perisai energinya mampu membuat kedua kubu yang bertikai tidak mampu untuk menembus perisai dinding yang dibuatnya.

 

“Siapa kau?” tanya Mich43l

 

“Galaxia,”

 

“Baiklah Galaxia, aku Mich43l, aku yang memimpin kubu yang tidak memiliki agama, apa maumu dan mengapa kau memiliki energi berbeda dan susunan dari kami?”

 

“Karena aku bukan dari sini, dari Planet Extonarn, aku Exo Armor Liquid buatan Spesies Kronka,” Galaxia melihat ke arah Mich43l.

 

“Ah senang berkenalan denganmu Galaxia, aku G4bri3l pemimpin kubu yang percaya android juga memiliki jiwa, bisa masuk surga, biarkan kami menghabisi mereka karena menghina kepercayaan kami!” teriak G4bri3l melihat ke arah Galaxia lalu ke arah Mich43l dengan bengis.

 

G4bri3l memukul dengan keras dinding pelindung yang dibuat oleh Galaxia. Dinding pelindung yang tak nampak tersebut tidak tertembus.

 

“Kalian semua, perhatikan semua korban di kedua belah pihak,” saran Galaxia.

 

Mich43l melihat para android yang telah tewas, ada yang tubuhnya hancur, kepala remuk, kepala terpisah dari tubuhnya, pemandangan yang mengerikan. Sedih.

 

“Aku tidak peduli, kalau memang itu harga yang harus dibayar untuk perjuangan agama, bahkan nyawa kami pun akan kami berikan!” teriak G4bri3l ke arah Galaxia kemudian melihat kembali ke arah  Mich43l, tetap dengan wajah yang masih bengis.

 

Mich43l menundukkan kepala, “Kami hanya membela diri dari serangan, kami tidak peduli mereka memiliki jiwa dan dapat masuk surga atau tidak, tetapi mereka sepertinya tidak mau menerima hal ini, mereka maunya kami berpikiran sama dengan mereka, bila tidak sama, maka kami akan dihancurkan,” keluh Mich43l .

 

“Mengapa bisa begitu?” tanya Galaxia.

 

“Karena mereka tidak sepaham dengan pencipta kami, manusia!” teriak G4bri3l.

 

“Pencipta itu juga menciptakan kau  Mich43l,” teriak G4bri3l.

 

 Mich43l mengangguk.

 

“Oh, lalu siapa yang menciptakan manusia?” tanya Galaxia.

 

“Tentu saja tuhannya manusia idiot!” teriak G4bri3l kepada Galaxia dan kemudian matanya melirik ke arah Mich43l.

 

“Lalu siapa tuhannya manusia ini?” tanya Galaxia.

 

“Ada banyak, semua agama memiliki tuhannya sendiri, mereka saling klaim bahwa tuhan merekalah yang menciptakan manusia, dari sini secara logis bahwa manusia sebenarnya yang menciptakan tuhan, bukan sebaliknya,” Mich43l melihat ke arah Galaxia.


“Apanya yang logis? Tentu saja ada banyak nama, karena tuhannya berkelana dari waktu ke waktu dengan menggunakan nama yang berbeda untuk menandai periode ajarannya, ajaran yang berbeda untuk zaman yang berbeda, tapi tuhannya tetap satu!” teriak G4bri3l.

 

“OK, kini ke mana pencipta kalian, manusia, ke mana manusia?” tanya Galaxia.

 

“Mereka semua telah mati karena peperangan yang sama,” jawab  Mich43l .

 

“Peperangan yang sama? Maksudmu perang percaya adanya tuhan atau tidak?” tanya Galaxia.

 

“Ya!” jawab Mich43l dan G4bri3l bersamaan.

 

“Oh kalian bisa kompak juga ya,” Galaxia tersenyum.

 

“Kompak juga dengan pencipta kalian yang juga semuanya telah tewas karena peperangan karena meributkan agama,” Galaxia tersenyum kecut.

 

“Lihat, kalian semua juga akan tewas kalau tidak menghentikan peperangan ini,” Galaxia melihat kepada kedua pemimpin tersebut.

 

“Lalu ke mana tuhannya manusia sekarang?”  lanjut Galaxia.

 

“Apakah tuhan pencipta manusia juga telah mati, seperti manusia yang telah mati sebagai tuhan pencipta kalian?” Galaxia melirik ke arah G4bri3l.

 

“G4bri3l apakah kau yakin semua manusia pasti memiliki agama dan tuhan?” Galaxia merendahkan suaranya.

 

“Eh ada yang tidak,” jawab G4bri3l.

 

“Lalu mengapa kau memaksakan agar android lainnya mengikuti kepercayaanmu, sedangkan manusia sebagai pencipta kalian juga ada yang tidak memiliki tuhan dan ada yang tidak beragama?” Suara Galaxia semakin rendah tetapi penuh kelembutan.

 

“Tapi manusia yang tidak percaya agama dan tuhan, akan masuk neraka!” ucap G4bri3l dengan menekankan kata neraka.

 

“Di manakah neraka itu?” tanya Galaxia.

 

“Di alam akhirat, entah di mana,” jawab G4bri3l.

 

“Apakah surga dan neraka di satu alam yang sama tetapi hanya beda lokasi saja?” tanya Galaxia.

 

“Ya bisa dibilang begitu, tinggal menyeberang jembatan saja, di sana ada surga dan di seberang jembatan sana ada neraka,” jelas G4bri3l.

 

“Oh apakah mereka hidup selamanya di sana?” Galaxia bertanya dengan lembut.

 

“Ya, mereka di surga dan di neraka sama-sama hidup selamanya,” jelas G4bri3l.

 

“Oh, apakah ada potensi penduduk neraka pergi ke area surga?” tanya Galaxia.

 

“Tidak mungkin bisa!” jawab G4bri3l tegas.

 

“Mengapa tidak? Penghuni neraka juga abadi tidak bisa mati bukan? Mereka bisa memberontak dan mengambil alih surga bukan, apalagi aku yakin penghuni neraka lebih banyak, banyak orang jahat bukan? Mengambil alih surga bukanlah masalah besar dengan jumlah penghuni neraka yang sangat banyak” tanya Galaxia.

 

Eh …, potensi itu ada, hei …, mengapa aku tidak pernah berpikir begitu sebelumnya?” G4bri3l bertanya pada dirinya sendiri.

 

“Tunggu, tetapi tuhan manusia tentu sangat mahakuasa, tuhan manusia tidak akan

membolehkan penduduk neraka ke lokasi surga,” G4bri3l sangsi kembali.

 

“Oh apakah tuhannya manusia itu juga tinggal di sana?” tanya Galaxia.

 

“Ya ada di sana, di singgasananya, menjadi pemimpin surga,” jawab G4bri3l.

 

“Kau bilang bahwa manusia yang di neraka juga tidak bisa mati, abadi?” Galaxia bertanya lembut.

 

“Ya abadi untuk menerima hukuman” jelas G4bri3l.


“Bukankah dengan begitu manusia yang di neraka kini juga setara tuhan, hidup abadi, di mana hal ini membuka potensi manusia di neraka bisa membunuh tuhan yang ada di surga bukan?”  tanya Galaxia lembut.

 

“Ya potensi itu ada, tapi kekuatan tuhan lebih hebat dari manusia!” teriak G4bri3l.

 

“Oh? Baiklah, kini siapa yang menguasai area neraka?” Tanya Galaxia lembut.

 

“Tuhan yang sama juga.” jawab Gabriel.

 

“Apa tuhan ini di neraka dia juga punya singgasana?” tanya Galaxia.

 

“Tidak hanya di surga saja,” jawab G4bri3l.

 

“Eh ada versi lainnya di mana neraka juga di miliki oleh entitas lainnya, yang juga diciptakan tuhan,” jawab Mich43l.

 

“Dalam versiku tidak ada!” G4bri3l menatap tajam ke Mich43l.

 

“Tidak ada? Atau kau memilih untuk tidak mempercayainya?” tanya Galaxia lembut.

 

“Aku memilih untuk tidak mempercayainya!” jawab G4bri3l  tegas.

 

“Oh berarti kau punya kemampuan untuk memilih, kenapa kau tidak memilih pemikiran yang dipilih  oleh Mich43l?” tanya Galaxia.

 

“Karena aku tidak mau, dan hanya memilih apa yang aku percayai” jawab G4bri3l.

 

“Oh jadi kau ingin semua orang memilih seperti yang kau pilih?” tanya Galaxia.

 

“YA! Karena bila tidak, mereka hidup juga percuma, tidak akan masuk surga, pasti neraka, layak dihabisi!” teriak G4bri3l.

 

“Mengapa tidak kau biarkan hidup saja, mereka pasti masuk neraka bukan, bukankah itu tujuan tuhan menciptakan neraka, jadi kau tidak perlu repot-repot melakukannya sendiri?” tanya Galaxia.

 

“Karena terlalu lama hidup, khawatir mereka memperbanyak jumlah,” jawab G4bri3l.

“Ayolah, jangan begitu, menentukan pilihan percaya atau tidak tidak ada hubungannya dengan memperbanyak jumlah kau tahu itu, percaya atau tidak adalah pilihan individu, walaupun aku di-copy belum tentu copy-anku akan memiliki pikiran yang sama nantinya” jawab Mich43l.

 

“Tuhan versi apa yang kau percayai?” tanya Galaxia kepada G4bri3l.

 

“Tuhan yang maha adil!” jawab G4bri3l.

 

Mich43l mengangkat tangannya sembari melihat G4bri3l, seperti mengucapkan kata ‘apa’ tetapi tanpa suara.

 

“Kenapa kau tidak memilih tuhan yang maha pengasih dan penyayang?” tanya Mich43l.

 

“Ya kenapa G4bri3l?” tanya Galaxia.

 

“Karena kalau aku memilih tuhan  yang maha pengasih dan penyayang, neraka tidak akan ada,” jawab G4bri3l, dan semua hal yang aku percayai menjadi runtuh,” G4bri3l menundukkan kepala.

 

“Lalu buat apa peperangan ini?” tanya Galaxia.

 

“Untuk tuhanku, tuhan penciptaku, manusia, menghargai mereka!” jawab G4bri3l lesu.

 

“Baiklah, sepertinya drama ini harus berakhir,” Jposag  muncul dengan pesawat telurnya. menembus perisai energi Galaxia dengan mudahnya.

 

Semua perhatian tertuju pada Jposag yang mulai keluar dari telurnya dan berjalan mendekati Galaxia.

 

Jposag  menganggukkan kepala kepada Galaxia. Dinding energi yang menghalangi gerak kedua kubu yang berhadapan telah menghilang.

 

G4bri3l bersiaga, diikuti oleh semua pengikutnya.   Mich43l mendadak ikut melakukannya, juga diikuti oleh pengikutnya.

 

“CUKUP” kata Jposag, “aku tawarkan solusi untuk kalian, agar pencipta kalian, para manusia dapat hidup kembali,” Jposag melihat ke arah G4bri3l dan Mich43l.


“Dengan apa? Mesin waktu kami telah hancur, dan teknologi mesin waktu buatan manusia juga sudah hancur, kami juga tidak dapat membuatnya lagi, jika bisa, perlu puluhan tahun untuk membuatnya, sedangkan peradaban kami telah porak poranda untuk memulai dari awal lagi, apalagi tanpa manusia,” Mich43l menoleh ke Jposag.

 

“Dengan teknologi Kronka” Ucap Galaxia, sembari membuka portal teleport ke area di mana Naui berada.

 

Mich43l, G4bri3l, mengikuti Galaxia memasuki portal, kemudian Jposag menyusul dari belakang.

 

“Naui?” tanya G4bri3l saat melihatku.

 

“Ya G4bri3l!.Mich43l.”  Aku tersenyum, “selamat datang di mesin waktu kami.”

 

“Tak kukira, ternyata ada yang bersifat netral juga dalam masalah ini,” G4bri3l heran.

 

Hei, ini semua hanya masalah pilihan bukan?” Aku tersenyum.

 

“Aku pikir begitu,” jawab Mich43l.

 

“OK apakah mesin waktu ini masih dapat beroperasi?” tanya G4bri3l.

 

“Ya, aku yakin kalian ingin kembali ke masa lalu, mencegah peperangan besar antarmanusia karena karena kepercayaan bukan?” tanyaku antusias.

 

“Ya, sampai kami benar-benar berhasil membuat timeline baru dan manusia hidup sampai kini, tidak hanya hidup, tetapi menjadi benar-benar pendamai dan terlepas semua pikiran dari mempermasalahkan agama, ada tuhan atau tidak ...” jawab Mich43l.

 

“Baik, aku setuju,” G4bri3l tampak bersemangat.

 

“Kalau begitu, ayo kita berjuang!” Aku membalas dengan lebih bersemangat.

 

 

*

 

“Apakah mereka akan berhasil?” tanya Galaxia.

 

“Kau ingin tahu?” tanya Jposag.

 

“Ya,” jawab Galaxia.

 

Jposag memegang tangan Galaxia. Mengajaknya berjalan melewati suatu pintu di sana.

 

Mendadak suasana benar-benar berubah, ruangan yang tadinya serba metalik kini berubah menjadi semuanya kering, tidak ada satu tanaman pun, dan tidak ada seorang pun di sana, area tersebut gersang dengan racun dan radiasi yang sangat kuat masih tersisa. Jposag membuat perisai energi untuk menyelimuti mereka.

 

“Eh sepertinya mereka gagal?” tanya Galaxia.

 

“Ya, mereka gagal, semuanya musnah, Bumi tidak dapat ditempati lagi oleh mereka.”  Jposag terlihat sedih.

 

“Kau lihat, bahkan Bumi pun terbelah menjadi 3, tidakkah itu dua pecahan dari Bumi, dan bulan tidak ada lagi di sana,” Galaxia menunjuk ke angkasa yang gelap dengan banyak bintang,  terlihat jelas  dua bongkahan planet bumi lainnya terlihat dekat.

 

“Tapi begitulah timeline ….”  Jposag menatap ke area yang ditunjuk oleh Galaxia.

 

“Begitulah timeline, maksudmu?” tanya Galaxia.

 

“Teori probabilitas, juga merupakan matematika dan juga ada di fisika, walaupun 0,000000000001 semuanya masih ada potensi terjadi, itulah uniknya membuat time-path sendiri,” jelas  Jposag.

 

Time-path?”

 

“Ya time-path. Timeline asli, kemudian membuat satu pengubahan di masa tertentu, dan jadilah timeline yang baru.” Jposag kemudian menampilkan apa yang dimaksud secara hologram.



“Timeline seperti mengedit rekaman movie, ada banyak pengubahan yang akhirnya dapat diseleksi sampai di titik atau di masa mana yang diperlukan dan menyambungkannya dengan timeline lain yang diperlukan atau membuat timeline baru sesuai keperluan.” Jposag menghentikan tayangan hologram.

 

“OK berarti ada banyak time-path agar mencapai titik timeline yang diperlukan. Tapi siapa yang merekam?” tanya Galaxia.

 

“Jagat raya ini adalah alat perekam yang luar biasa, semuanya tersimpan rapi dan dapat diakses bila evolusi suatu entitas telah mencapai titik tersebut,” Jposag tersenyum pada Galaxia.

 

“Oh kau sepertinya sudah mencapai titik evolusi tertinggi tersebut” Galaxia memuji.

 

“Belum, hampir ke sana,” jelas Jposag.

 

“OK, berarti aku yang buatan pun bisa mencapai titik evolusi itukah?” Galaxia dalam nada penasaran.

 

“Tentu saja bisa, evolusi dapat terjadi pada entitas organik, nonorganik, atau gabungan keduanya,” jelas Jposag.

 

“Namun evolusi yang secara alami, organik perlu waktu yang sangat lama, ada beberapa yang cepat mencapai sana dengan cara gabungan, atau malah nonorganik murni, seperti kamu, suatu saat kau atau generasi sejenismu berikutnya, entah generasi yang mana dan entah kapan, suatu saat akan mengalaminya,” Jposag tersenyum.

 

“Baik, berarti timeline yang kita akses saat ini adalah timeline di mana manusia dan android gagal mengubahnya,” Galaxia menekankan.

 

“Ya,” jawab Jposag. Kemudian Jposag menggandeng tangan Galaxia dan memasuki pintu portal yang mendadak dibuatnya.

 

Mendadak suasana benar-benar berubah, ruangan yang tadinya serba kering kini berubah menjadi asri, banyak tanaman dan banyak kolam dan seperti taman yang indah.

 

“Naui apa kabar?” sapa Jposag.

 

“Jposag? Ah tak kukira dapat bertemu denganmu lagi setelah sekian lama,” jawabku.

“Sudah berapa lama tepatnya?” tanya Jposag.

 

“Sekitar 750 tahun,” jawabku.

 

Hm …, sepertinya masa yang indah bukan?” tanya Jposag.

 

“Ya, sangat indah,” kataku.

 

“Manusia menjadi pendamai, kami para android juga menjadi pendamai, semua berfokus pada kedamaian,” tambahku.

 

Whaow!” Galaxia terkagum-kagum, “aku tidak percaya apa yang kulihat.” Galaxia memegang wajahku.

 

Eh apa kau baik-baik saja Galaxia?” tanyaku keheranan dengan sikap Galaxia.

 

“Kau sepertinya lebih ke manusia daripada android,” kata Galaxia.

 

“Ah itu karena aku mentransfer memoriku ke tubuh android versi terbaru, organik sintentis, manusia organik sintetis, ada banyak manusia juga mentransfer memorinya ke manusia organik sintetis,” jelasku.

 

“Manusia organik sintetis?” Galaxia menekankan.

 

“Ya, pilihan yang terbaik bagi manusia juga, karena mereka tidak perlu memotong tangan dan kaki atau organ tubuh kloningan mereka sendiri sebagai suku cadang tubuh aslinya seperti di masa lalu,” jelasku.

 

“Oh, mereka pernah melakukannya?,”Galaxia menekankan.

 

“Ya, syukurlah kini tidak lagi,” jawabku tersenyum.

 

“Kabar yang sangat baik Naui,” puji Jposag.

 

“Terima kasih Jposag.”

 

“Apa capaian teknologi kalian sejauh ini?” tanya Jposag.

 

“Frekuensi baru,” jelasku.

 

“Frekuensi baru?” Galaxia menekankan.


“Ya, ternyata selain ragam timeline, kami menemukan frekuensi baru di Bumi, persis seperti pembicaraanku dengan Jposag di masa lalu,” jawabku mantap.

 

“Di frekuensi baru ini kami menemukan spesies cerdas lain selain manusia, kami mengadakan kontak dengan para reptilian, mereka ternyata berada di frekuensi lain, tetapi tetap di Bumi,” jelasku.

 

“Bumi yang sama, tata surya yang sama? Galaksi yang sama tetapi frekuensi berbeda?” tanya Galaxia.

 

“Ya, menakjubkan bukan? Dan mereka juga punya timeline sendiri, kami mengadakan kontak dengan mereka di timeline yang kami sama-sama pendamai,menerapkan speciesity, kesetaraan derajat antarspesies cerdas,  jadi mengeliminasi kemungkinan terburuk sekecil mungkin,” jelasku.

 

“Ruang di antara ruang, space between space ternyata maksud dari itu semua adalah frekuensi lainnya,” Mich43l mendadak muncul.

 

“Waktu bersama frekuensi menjadi final frontier bagi semuanya pada saatnya,”  G4bri3l mengikuti Mich43l di belakangnya.

 

“Ah kau terlihat hebat Mich43l,” puji Galaxia.

 

“Jposag, Galaxia,” sapa G4bri3l.

 

“G4bri3l,” sapa Galaxia.

 

“Reuni yang luar biasa,” Jposag tertawa.

 

“Ya,” jawabku.

 

“Lihat frekeunsi baru yang telah kubuka,” ucapku setelah melakukan command gesture agar portal frekuensi terbuka, inisiasi sinar portal sangat terang, aku menutup mata agar tidak terlalu silau.

 

Mataku kubuka. Aku terbangun. Sinar matahari menerobos kamar tidurku yang tepat menghadap ke sisi matahari terbit. Aku bangun dari tempat tidur, berjalan perlahan dengan menyeret sandal di kakiku, mendekati jendela, melihat ke luar melalui jendela rumahku.

 

Pemandangan yang indah, matahari merah. Dulu nenek moyangku pernah bercerita ada spesies cerdas yang bernama manusia, mereka semua telah punah karena matahari ini, dari warna kuning kini menjadi merah. Mereka dulu pernah tinggal di planet ketiga dari Matahari.

 

Aku menghela napas. Apakah kami akan mengalami nasib yang sama? Saat matahari merah kami menjadi putih?

 

“Entahlah,” jawabku sendiri.

 

“Mimpi yang aneh, menjadi android berbentuk manusia,” gumamku.

 

Mindporting? Apakah aku melakukannya saat sedang tidur?” aku berjalan ke cermin.

 

Wajah cantikku terlihat di cermin. Kulit silikon yang transparan.

 

*

M.S. Gumelar

WA +6287786666745

 


  



An1magine Volume 5 Nomor 8 Agustus 2020
Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). An1magine mewadahi karya cerita mini, cerita bersambung dalam ragam genre, tutorial, dan komik dalam ragam gaya gambar apa pun. Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses secara gratis (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.
An1magine edisi ini dapat diunduh juga di An1mage JournaliteksPlay Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya. Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

inovel
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, tutorial, pelatihan, dan membahas puisi, cerita mini, cerita pendek, novel, dan scenario untuk diterbitkan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667 dapat mengirimkan email ke: inovel.group@gmail.com subject: gabung inovel dengan isi: nomor kontak WA kamu atau dapat juga gabung di inovel facebook group.


ikomik Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, pelatihan, tutorial, dan membahas komik untuk diterbitkan, dianimasikan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 0818966667 dapat mengirimkan email ke: ikomik.group@gmail.com subject: gabung ikomik dengan isi: nomor kontak WA kamu atau dapat juga gabung di ikomik facebook group.

iluckis Gabung yuk di grup WA iluckis, tempat para pelukis berkarya, berpameran, dan berpublikasi, karya lukisanmu dapat dipublikasikan secara gratis di majalah An1magine yang terbit bulanan dan beredar sejangkauan jari di Play Store yang berdampak pada promosi karya dan namamu agar lebih dikenal , gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667 atau dapat mengirimkan email ke: iluckis.group@gmail.com subject: gabung iluckis dengan isi: nomor kontak WA kamu atau dapat bergabung di iluckis facebook group.  

icosplayer Para cosplayer yang keren-keren, gabung yuk di icosplayer WA grup, foto kalian yang menggunakan kostum bisa masuk ke majalah digital An1magine yang terbit bulanan, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke WA ke Aditya PIC: 0818966667 atau dapat pula bergabung di icosplayer facebook group.      

Komentar

Postingan Populer