AXEHV

Sumber gambar: https://bit.ly/36q1kUJ


AXEHV

M.S. Gumelar


“Siap untuk nanti sore?” tanya Dkdui.

” Ya begitulah, sudah lama aku terlalu sibuk bekerja, seperti aku sangat menantikan hal ini,” jawabku antusias.

“Sepertinya kalo lebih cepat malah lebih baik,” ucapku. “Berangkat sore, agar di sana langsung menjelajah di pagi harinya, selisih waktu sekitar 12 jam, di area sana terlambat sehari daripada di sini, jadi kalo di sini sore saat hari ini, mereka pagi hari di hari sebelumnya,” jelas Dkdui.

Konsep waktu memang aneh karena perbedaan area di belahan bumi mana kami tinggal. Kami di area sini seperti dari masa depan, dan tempat yang kami tuju nanti seolah masih di masa lalu, karena perbedaan waktu, padahal di planet yang sama.

Aku menatap ke luar area apartemenku yang boleh dianggap mewah, aku pekerja keras, seorang freelancer, sehingga bekerja tidak terikat waktu, selama deadline terpenuhi dan sesuai dengan permintaan sekaligus berkualitas, maka mereka dengan senang hati akan mentransfer fee yang aku tetapkan, bahkan aku lebih sering meminta uang muka terlebih dulu agar mengikat mereka sebelum pekerjaan aku lakukan untuk bukti keseriusan mereka.

“Suasana kota yang mengagumkan bukan?” Dkdui bertanya sembari mendekatiku.

“Ya, ultima ship banyak berseliweran, padahal mereka dapat menggunakan pintu portal kota untuk memangkas waktu ke tujuan mereka,” ucapku.

“Itulah hidup, terkadang makhluk hidup yang cerdas seperti kita, malah bosan dengan yang serba cepat, walaupun dulu kita sempat begitu, ingin serba cepat, tapi untuk apa bila melewatkan banyak hal, menikmati pemandangan yang menakjubkan untuk menambah memory kebahagiaan, kau pun sering melakukannya,” Dkdui berkomentar.

TOK TOK TOK TOK TOK TOK

Ketukan pada pintu dengan nada yang berirama tertentu,” Sepertinya Kabu tuh,” ucapku.

“OK, aku yang buka,” jawab Dkdui sembari bergerak ke arah pintu masuk, melihat ke arah pintu metal dan mendadak pintu menjadi transparan, terlihat tembus siapa yang ada di seberang luar pintu,”masuk Kabu,” mendadak pintu metal yang transparan itu mampu ditembus oleh tubuh Kabu.

Yeaaay!,” Kabu dan Dkdui berpelukan dengan gembira, aku ikut tersenyum melihat ke arah mereka, Kabu mendekatiku, aku pun demikian dan kami berpelukan.

“Ini ketiga kalinya aku ke apartemenmu, dan sepertinya sudah ada banyak pengubahan di sana sini, lebih sedikit barang, tapi ruangan menjadi  lebih elegan, rapi, dan minimalis. Aku sukaaaaa!” Kabu melompat kecil kegirangan.

Ya, aku pikir, karena aku banyak kerjaan, jadi terlalu banyak barang akan lebih memerlukan waktu untuk dibersihkan, jadi aku ganti dengan yang mudah dibersikan, dan mengurangi banyak barang yang tidak perlu,” jelasku.

Oh dan kau mulai menanam banyak tanaman, menanam secara vertikal, memanfaatkan ruang kosong, kini lebih segar juga, dan kau tampak lebih sehat dengan makanan fresh yang kau tanam sendiri,” puji Kabu saat melihat taman kecilku di area samping balkon.

“Nanti kita tidur di sana,” Dkdui menunjuk satu area dengan lampu yang redup.

“Luar biasa, kamar tidurnya lumayan nyaman, dengan teknologi kasur awan apung, bisa tidur sangat nyamaaaaan,” puji Kabu.

“Kau sepertinya sudah mampu membeli yang kau cita-citakan selama ini, terutama sejak kau memutuskan sebagai freelancer, kamu mampu melakukannya dengan baik, walaupun awalnya payah, hampir mati kelaparan, akhirnya banyak uang,” puji Kabu.

“Entahlah, setelah aku banyak uang, aku merasa ada yang kurang, sebab hidup ini bukan melulu tentang uang, uang tidak dapat dimakan, terutama sangat kentara saat musim panas yang berkepanjangan di Axehv ini, selama 3 tahun lalu tanpa hujan, membuatku berpikir tentang hidup di desa yang lebih banyak tanaman, berkebun, dan tidak bergantung sepenuhnya pada uang,” jelasku.

“Jangan salahkan musim panas sayang, karena musim panas yang berkepanjangan juga di masa lalu, membuat Axevh planet air akhirnya memiliki daratan, dan kita semua makhluk laut berevolusi menjadi seperti sekarang,” ucap Kabu sembari menatap cermin dan terlihat wajah ikan Glodoknya yang sangat percaya diri.

“Jadi kita tidak akan tidur di sini, karena kita akan berangkat sore hari,” Dkdui memberikan info sembari melirik ke arahku, wajah ikan hiunya tampak sedikit menyeramkan saat dia melakukannya, ya wajahnya cenderung begitu, walaupun aslinya dia sangat baik.

“Ah benar, tapi tubuh kita akan tetap di sini bukan?” Kabu berargumen, “agar nyaman saat kita balik lagi ke sini, biarkan tubuh kita istirahat di sana,” Kabu menunjuk lagi ruangan tidur dengan kasur awan apung.

“Sudah berapa kali kalian tour ke belahan bumi lainnya?” tanyaku kepada Kabu dan perlahan juga ke arah Dkdui.

“Aku sudah lima kali,” jawab Kabu.

“Aku baru kedua, akan ketiga bersama kalian,” Dkdui menatapku.

“Kalian beruntung punya keluarga kaya, aku baru pertama kali ini, setelah mampu dan memiliki banyak uang,” jawabku polos.

“Salah satu kegunaan uang adalah itu sayang,” Kabu menunjuk kepadaku, bukan karena aku, tapi menunjukkan bahwa uang juga penting di saat tertentu.

“Aku rasa kau benar …” jawabku.

“Tapi kau juga benar, tidak semuanya harus dengan uang, uang tidak dapat dimakan, kau benar sayang,” Kabu bertepuk tangan kecil.

“Saatnya makan siang” ajakku,”Kabri, bdu, Oddgu,” perintahku kepada mesin pembuat makanan yang ada di dapur.

“Proses,” mesin makanan di dapur merespons, dan di atas meja makan muncul seperti partikel kecil kemudian membentuk tiga set makanan yang aku sebutkan sebelumnya.

Yeaaaaay!” Kabu dan Dkdui berteriak kegirangan secara bersamaan.

“Kau tahu benar makanan kesukaanku!” puji Kabu ke arahku.

“Makasih Bwy, kau sahabat yang baik, tahu juga makanan kesukaanku, Oddgu!” teriak kegirangan dari mulut Dkdui, sembari tanpa dikomando langsung melahap makanannya.

“Habis makan, kita check alatnya ya, agar memastikan semuanya lancar!” aku memberikan saran.

“Tentu saja sayang, aku sudah berpengalaman, aku bisa mengeceknya dengan baik. Hmmm minuman ini lebih fresh dari mesin pembuat makanan dan minuman yang aku miliki, kau tambahkan resep apa?” tanya Kabu menatap gembira kepadaku.

“Ctrus, dari artikel yang aku baca, ctrus akan membuat minuman jadi lebih segar dengan rasa asam yang pas,” jawabku sembari meminum minumanku juga.

“Kau memang punya selera tinggi Bwy, minuman ini jadi lebih OK” puji Kabu kepadaku sembari membuat jari tangannya seperti symbol O.


*


Gimana?” tanyaku.

“Sepertinya semuanya OK, alat siap digunakan,” jelas Kabu, yang juga melihat ke arah Dkdui.

“Jadi kita sudah siap?” tanyaku.

“Ya, letakkan alat mindporting headset ini di kepala kalian, biarkan tubuh kita istirahat di sini saat kita mindporting,” jelas Kabu yang sudah tampak nyaman tidur di atas kasur awan yang mengambang di tengah ruangan.

Dkdui menyusul berbaring di kasur awan dan mengambang dengan nyaman. Kemudian dia memasang mindporting headsetnya juga.

“Ayo, sudah aku beri cukup ruang untuk berbaring di area sini,” ajak Dkdui sembari melihat kepadaku.

“Ya,” jawabku, sembari naik ke kasur awan yang kemudian mengambang, terasa sangat nyaman di tubuh, empuknya pas di tubuh, sekaligus mampu menopang dengan sangat baik mengikuti lekuk tubuhku.

Perlahan aku mengenakan mindporting headset di kepala sotongku. Sebelum aku meng-on-kan alatnya, aku melirik ke arah dua temanku, mereka juga melihat ke arahku, mereka mengangguk dan tersenyum, aku tersenyum balik. Kami semua meng-on-kan alat mindporting secara hampir bersamaan.

 

*

 

Mendadak aku melihat tubuhku, tubuh teman-temanku,  mulai masuk ke channel pemindahan memory, semuanya tampak secara sadar, kulihat kotaku Cmsha yang indah dari atas, sore hari, dan melayang melintasi planetku, kulihat bagian lainnya mulai malam, dan di kejauhan kulihat planet lautku yang mengering karena musim panas yang panjang, memaksa semua makhluk air berevolusi dan hampir bersamaan menjadi cerdas semuanya.

Kulihat area pagi hari di arah tujuanku, kota yang lama ingin kukunjungi, kota yang indah dengan penduduk yang sedikit, sesuai keinginanku. Tidak berapa lama aku melihat calon tubuhku yang baru untuk ditempati, aku sebelumnya telah memilih tubuh spesies kepiting, aku ingin tahu rasanya menjadi spesies kepiting, memiliki banyak tangan atau kaki sepertiku, spesies sotong, jadi mengendalikan banyak kaki seperti kepiting juga bukan merupakan masalah bagiku.

ZAP!

Hei hei heiiiiii, kita di siniiiii sayaaaaaaaaang!” aku langsung tahu siapa yang ada di tubuh spesies lumba-lumba di depanku, ya dia Kabu.

“Ah tubuh ini tampak lebih langsing saat di katalog virtual online, tapi setelah masuk langsung, ternyata lebih gemuk dari yang aku pikir sebelumnya, tapi tingginya pas,” ucap Dkdui dengan tubuh species Manta Ray.

“Aku rasa kalian OK banget dan pas, jawabku,” dengan berusaha menggerakkan kaki kepitingku,

Ternyata menggerakkan kaki kepiting jauh lebih sulit dari yang aku pikir sebelumnya, harus berjalan menyamping.

Dkdui dan Kabu memegangku saat aku kehilangan kontrol karena belum biasa berjalan ala spesies kepiting.

“Sebaiknya kau berhati-hati, atau ada baiknya kau mengganti dengan tubuh lainnya, spesies kepiting yang kau pilih ini lebih besar dari tubuh aslimu, dan lebih besar dari tubuh yang kami gunakan ini,” ucap Dkdui dengan wajah serius.

“Ah… kau benar, tapi aku coba dulu ya,” kilahku.

“Baiklah bila itu maumu, ayo kita ke luar area sini dan memulai tour liburan kitaaaaa,” ajak Kabu.

CTAAAANG

Aku limbung menabrak pintu keluar, karena belum terbiasa jalan menyamping, kakiku terasa nyeri, secara spontan aku mencoba menjangkau kakiku karena rasa sakit, hal ini malah membuatku terjatuh.

Dkdui dan Kabu segera ke arahku dan membantuku berdiri, tapi akhirnya mereka juga terjatuh bersamaku saat berusaha menolongku, tubuhku ternyata lebih berat, mereka tidak mampu menahannya.

Kami tertawa bersama, sampai mata kami seperti menangis.

“OK, OK, kalian menang, aku akan ganti tubuh baru, untuk memudahkan aku bergerak,” ucapku.

Kemudian aku berjalan ke area sebelumnya, kuputuskan memilih tubuh sotong dengan jenis kelamin pria dari ragam spesies yang terjajar di sana menunggu dihinggapi oleh turis mindporter lainnya.

Aku pilih jenis kelamin yang berbeda dengan tubuhku sotongku sebelumnya yang berkelamin perempuan, aku ingin tahu rasanya menjadi pria.

TAP

Kupencet tombol mindporting set yang ada di ruangan tersebut.

 

*

 

M.S. Gumelar

WA +6287786666745

ms.gumelar@gmail.com



artikel ini terpublikasi juga di An1magine Volume 5 Nomor 5 Mei 2020



An1magine Volume 5 Nomor 5 Mei 2020

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). An1magine mewadahi karya cerita mini, cerita bersambung dalam ragam genre, tutorial, dan komik dalam ragam gaya gambar apa pun. Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses secara gratis (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.

An1magine edisi ini dapat diunduh juga di An1mage JournalPlay Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya. Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

 

 

inovel
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, tutorial, pelatihan, dan membahas puisi, cerita mini, cerita pendek, novel, dan scenario untuk diterbitkan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667 dapat mengirimkan email ke: inovel.group@gmail.com subject: gabung inovel dengan isi: nomor kontak WA kamu atau dapat juga gabung di inovel facebook group.


ikomik Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, pelatihan, tutorial, dan membahas komik untuk diterbitkan, dianimasikan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 0818966667 dapat mengirimkan email ke: ikomik.group@gmail.com subject: gabung ikomik dengan isi: nomor kontak WA kamu atau dapat juga gabung di ikomik facebook group.

 

iluckis Gabung yuk di grup WA iluckis, tempat para pelukis berkarya, berpameran, dan berpublikasi, karya lukisanmu dapat dipublikasikan secara gratis di majalah An1magine yang terbit bulanan dan beredar sejangkauan jari di Play Store yang berdampak pada promosi karya dan namamu agar lebih dikenal , gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667 atau dapat mengirimkan email ke: iluckis.group@gmail.com subject: gabung iluckis dengan isi: nomor kontak WA kamu atau dapat bergabung di iluckis facebook group.  

 

icosplayer Para cosplayer yang keren-keren, gabung yuk di icosplayer WA grup, foto kalian yang menggunakan kostum bisa masuk ke majalah digital An1magine yang terbit bulanan, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke WA ke Aditya PIC: 0818966667 atau dapat pula bergabung di icosplayer facebook group.      

Komentar

Postingan Populer