KETULUSAN

referensi http://swam.id/wp-content/uploads/2017/02/fifin-marini1.jpg



KETULUSAN

Bagas



Ruangan berukuran empat kali empat meter itu terlihat sangat apik dengan tatanan furniture yang serasi dalam padanan warna di sekeliling temboknyadr. Anna yang menempati ruangan itu tampak sedang sibuk dengan pasien yang sedari pagi hingga sore ini terus berdatangan dengan segala macam keluhan penyakit mereka.

Usianya baru menginjak 28 tahun, tapi prestasinya sudah terbilang luar biasa. Gelar dokter umum sudah disandangnya  sejak usia 24 tahun, lulusan terbaik di kampusnya, dan selalu aktif di beberapa organisasi yang membidangi kesehatan masyarakat. dan wajah cantik rupawannya, menambah pesona serta keanggunan dokter Anna. Sore itu seperti biasa Jaka si office boy sudah berdiri di samping pintu ruangan kerja dokter Anna, Jaka selalu menyempatkan waktunya untuk membantu membawakan tas kerja dokter Anna sampai ke tempat parkiran.

Di pagi hari saat dokter Anna baru datang pun Jaka sudah ada di samping pintu mobil dokter Anna hanya untuk membantu membawakan tas kerja dokter Anna, dan itu Jaka lalukan setiap hari selama hampir 2 tahun lamanya. Tak pernah satu kali pun dia absen melakukan itu. Suatu ketulusan yang luar biasa.


*

Anna tersenyum senyum sendiri, sambil mengendarai mobilnya, dia memikirkan Jaka yang kalau dia hitung, apa yang Jaka lakukan percis sama waktunya dengan pengabdiannya di rumah sakit itu, kurang lebih 2 tahun. Kembali Anna tersenyum, senyumnya membelah malam, menghangatkan dinginnya kota Bogor. 

Handphone berdering, Anna tersentak dari lamunannya, restoran mewah berbintang di salah satu sudut kota jakarta itu hampir sepi, pengunjungnya sudah banyak yang beranjak pergi, ini sudah pukul sepuluh malam.

"Halo, kamu di mana Hendra, ini sudah jam sepuluh malam, apa kamu lupa klo kita sudah ada janji ketemu,?"

"Maaf sayang, aku gak bisa datang, mitra bisnisku meminta diantar keliling kota Bali, tapi aku sudah kirim hadiah ultahnya kok."

Pria yang bernama Hendra itu seperti berusaha menjelaskan alasannya.

"Jadi kamu masih di Bali?"

"Kamu bilang tadi pagi kamu sudah bersiap untuk ke Jakarta,?"

"lya, tapi mendadak klien aku minta ditemani untuk keliling pulau Bali."

"Halo  halo  Anna  Anna …? please,  aku minta maaf!"

Mata Anna berkaca kaca, air mulai menetes dari sudut-sudutnya, hatinya mulai dirundung kepedihan, kekecewaan yang teramat sangat.

Bagaimana mungkin Hendra kekasihnya itu bisa dengan mudah melupakan ulang tahunnya, melupakan janjinya sendiri untuk bertemu malam ini. Suara dari balik handphone-nya terus memanggil manggil

namanya, tapi Anna sudah tidak perduli lagi, hatinya sudah hancur, cintanya pada Hendra mulai memudar, kebohongan demi kebohongan yang Hendra ucapkan seperti melumat rasa percayanya terhadap
lelaki itu.


*

Kantin di rumah sakit itu terlihat sepi, hanya beberapa perawat, keluarga pasien dan karyawan yang trerlihat sedang menikmati makan siangnya. Anna tampak sedikit murung, ia duduk di sudut kantin agak jauh dari pengunjung lain. Kantin di rumah sakit itu terlihat sepi, hanya beberapa perawat, keluarga pasien dan karyawan yang terlihat sedang menikmati makan siangnya.

Anna. Hatinya masih diliputi kepedihan, peristiwa semalam sungguh menyakitkan, dan efeknya telah mengganggu konsentrasinya dalam bekerja. Anna sangat mencintai Hendra, tapi dia tidak menyangka, Hendra mulai berubah beberapa bulan terakhir semenjak dia dipindahkan oleh instansi tempat ia bekerja ke pulau Bali.

"Selamat siang dokter Anna, ini ada paket buat dokter, kurirnya tidak menyebutkan siapa pengirimnya." Seorang satpam rumah sakit  menghampiri Anna, dia sedikit terkejut dengan penjelasan satpam tadi.

"Ooh … OK, terima kasih ya Pak."

Dari bentuk dan ukuran paket itu terlihat sangat sederhana bahkan jauh dari kesan mewah dan kiriman paket ini jelas bukan dari Hendra, karena Anna sangat hafal dengan selera Hendra. Kotak berukuran tempat sepatu itu segera dibuka oleh Anna, perlahan dia melepas ikatannya satu persatu.

Anna terharu, ada sekuntum mawar di dalamnya, di tengahnya tergantung sebentuk bros berukir mawar, dan di bawah sekuntum mawar merah itu ada secarik kertas bertulis "SELAMAT ULANG TAHUN ANNA"Matanya berkaca kaca, ada bahagia di lubuk hatinya, terpancar kesejukan di senyumnya …, tapi siapa gerangan pengirimnya?

"Kriiiing  kriing"

Belum sempat Anna menerka-nerka siapa pengirim misterius itu, handphone dari dalam tasnya berdering. 

"Halo, iya, ada apa Bi lnah?"suara dari balik handphone terus berbicara, Anna panik, bingung tak tahu harus bagaimana, dia segera beranjak dari duduknya, bergegas meninggalkan ruang kantin itu.



*


Di dalam ruang ICU salah satu rumah sakit besar di Jakarta terbaring seorang ibu dengan kondisi tak sadarkan diri, di sampingnya duduk seorang wanita muda berpakaian putih-putih. Anna sudah dua hari ini menunggu ibunya yang sakit, penyakit ginjal yang diderita oleh ibunya sudah sangat kronis, ditambah pendonor ginjal untuk ibunya belum juga ada. Dan mengingat jenisnya darahnya yang sangat sulit didapatkan tentu akan membuat kesulitan para dokter mencari pendonor ginjal untuk ibu dari dokter Anna.

Sudah banyak dokter yang Anna kenal dari berbagai rumah sakit di Jakarta ini, tapi belum satu pun yang memberi kabar tentang pendonor untuk ginjal ibunya.

"Halo, Hendra ibu masuk rumah sakit, sekarang kondisinya koma, aku ingin kamu ada di sini, aku butuh seseorang yang bisa menenangkan kegelisahanku."

"Anna, aku minta maaf, aku belum bisa meninggalkan pekerjaanku di sini, atasanku pasti marah kalau aku tinggalkan begitu saja."

"Tapi ini ibuku, calon mertuamu, kamu bisa setega itu bicara?" Anna melempar hanphone ke atas sofa, dia menangis, perih terasa, sakit hatinya teramat luar biasa, orang yang ia sayangi…, yang diinginkan hadir saat dia di tengah kesedihan dan kegundahan, ternyata tak seperti harapannya. Anna terus menangis, hingga tak terasa ia terlelap di samping pembaringan ibunya.

"Dokter Anna, dokter Anna," seorang perawat membangunkan Anna dari tidurnya, Anna memang sudah 3 hari ini tidur di kursi ruangan di mana ibunya dirawat, Anna terbangun.

"Maaf, dokter Anna, ibu dokter harus segera di bawa keruang operasi, mengingat ginjal dari pendonor tidak bisa terlalu lama bertahan."

Anna terkaget bercampur bahagia, di tengah kebingungannya, dia mencoba bertanyakepada perawat itu.

"Suster, boleh saya tau siapa pendonor itu, apa dia msh ada di rumah sakit ini?"

"Maaf dokter Anna, pendonor yang ibu maksud meminta kepada pihak rumah sakit untuk merahasiakan identitasnya, termasuk untuk keluarga yang menerima donornya."


*

Pagi ini Anna kembali beraktivitas setelah mengambil cuti beberapa hari untuk menemani ibunya dalam proses penyembuhan.  Tapi pagi ini ada yang tidak biasa, Anna tidak melihat Jaka menghampiri dirinya, dan ini untuk pertama kalinya selama dua tahun Jaka absen membawakan tas kerjanya. Anna terdiam sejenak, memikirkan keberadaan Jaka, ofice boy tampan yang rutin membantunya. meski dia hanya seorang office boy, ketampanan parasnya, kebaikan serta keramahannya membuat para perawat di sini banyak yang jatuh hati.

"Aaaah, kenapa aku jadi merasa kehilangan Jaka?"

Anna menggumam sendirian, entah kenapa perasaannya mulai terusik bayangan wajah Jaka.

"Pak Hasan, apa Bapak melihat keberadaan Jaka pagi ini?" Seorang office boy teman baik Jaka yang bernama Hasan gelagapan saat ditanya oleh Anna tentang di mana Jaka.

"Setahu saya, dia sudah mengundurkan diri seminggu yang lalu bu."

Anna kaget mendengar jawaban Hasan. 

"Kenapa Pak Hasan, apa Bapak tahu alasan Jaka mengundurkan diri?"

Yang ditanya malah cengar cengir kuda.

"Mungkin mau nikah kali Bu, hehehe."

"Ah Pak Hasan bisa aja, kalau memang mau menikah, kenapa harus mengundurkan diri, kan susah kalau nanti cari pekerjaan lagi."

Hasan senyum-senyum saja mendengar ucapan Anna. Di ruang kerjanya Anna merenung, banyak pertanyaan di kepalanya yang tidak bisa terjawab.

Tentang Jaka yang menghilang, juga tentang orang misterius yang rela mendonorkan ginjalnya tanpa ingin diketahui jati dirinya. Diraihnya handphone dari atas meja, ia ingin menelpon seseorang yang pasti bisa menjawab semua pertanyaan di kepalanya.

"Halo dokter Amir, mohon maaf saya baru sekarang bisa mengucapkan terima kasih atas bantuan dokter mencarikan pendonor untuk ginjal Ibu saya."

"Ah dokter Anna, itu sudah kewajiban dan tanggung  kita sebagai pelayan masyarakat, tapi jujur saja sebenarnya waktu itu si pendonor tersebut yang datang sendiri kepada saya."

"Dokter Amir pasti tahu dong identitas dan data si pendonor?"

Yang ditanya merasa terpojok, tapi akhirnya dokter Amir bercerita tentang siapa pendonor itu.

"Saya hanya ingin menyampaikan Amanah dari si pendonor, dan itu pun syaratnya dia harus memastikan kalau operasi transplantasi ginjal berjalan baik, dan ibu dokter Anna sudah membaik."

Dokter Amir bethenti bicara sejenak, membuat dokter Anna bertambah penasaran.

"Boleh saya tahu dokter Amir, apa isi amanah itu?"

"Pemuda itu menitipkan sepucuk surat untukmu, dan surat itu sudah ada di dalam laci meja kamu sebelum operasi itu berjalan."

"Terima kasih dokter Amir atas informasinya."

Segera Anna membuka laci meja yang terletak di sisi kiri, perlahan surat itu dia buka, dan Anna mulai membacanya. Kata demi kata yang terbaca beriringan dengan air mata Anna yang menetes di pipinya, dada Anna bergetar menahan keharuan yang begitu dalam. Rasa haru, sedih, bahagia bercampur menjadi satu. Dia mentutup surat itu, bibirnya tersenyum, ada lirih ucapan terdengar dari bibir manisnya,

"Jaka, terima kasih atas hadiah ultah darimu, terima kasih atas pengorbananmu untuk
ibuku, terima kasih atas ketulusan kasih sayangmu."

"Jaka, aku mencintaimu ...."


bagas 25.07.19
+62 821-1103-3355














Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses secara gratis (open access system). An1magine edisi ini dapat diunduh di An1mage JournalPlay Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya.

Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

icosplayer
Para cosplayer yang keren-keren, gabung yuk di icosplayer WA grup, foto kalian yang menggunakan kostum bisa masuk ke majalah digital An1magine yang terbit bulanan, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke WA ke Aditya PIC: 0818966667

inovel
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, tutorial, pelatihan, dan membahas puisi, cerita mini, cerita pendek, novel, dan scenario untuk diterbitkan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667

ikomik
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, pelatihan, tutorial, dan membahas komik untuk diterbitkan, dianimasikan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 087888666679

iluckis
Gabung yuk di grup WA iluckis, tempat para pelukis berkarya, berpameran, dan berpublikasi, karya lukisanmu dapat dipublikasikan secara gratis di majalah An1magine yang terbit bulanan dan beredar sejangkauan jari di Play Store yang berdampak pada promosi karya dan namamu agar lebih dikenal , gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya PIC: 0818966667


agen iklan
Lowongan menjadi agen iklan An1magine dengan sistem komisi sampai 50% net, kirim lamaran via email ke: an1mage@an1mage.org atau isi online form agen iklan freelance berikut ini

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

"Pameran Citra Perempuan dalam Konteks Kenusantaraan"