PAMERAN KOMIK: Superhero & Silat Indonesia + Jilid 2

PAMERAN KOMIK: 

Superhero & Silat Indonesia + Jilid 2



Minggu, 23 Juni 2019, Mahadria Hotel, dekat Alun-alun Serang, Banten. Pameran Komik: Superhero & Silat Indonesia + Jilid 2 diselenggarakan. Melanjutkan Pameran Komik Superhero dan Silat Indonesia pertama yang digagas oleh Rudy Moraszo beberapa tahun sebelumnya, 2015 tepatnya, inisiasi pameran tersebut muncul guna meningkatkan awareness untuk mengenalkan karya komik atau manga generasi baru di Indonesia.

Para artis komik Indonesia kini banyak yang sadar dengan tantangan berat menghadang, di tengah penjajahan ekonomi dari luar negeri dengan semua ragam produk yang serba impor, impor budaya dari luar negeri terutama dari Amerika Serikat, Negara-negara Eropa, Jepang, Republik Rakyat China, dan Korea Selatan, hal ini memengaruhi tingkat ketidakpercayaan diri generasi muda Indonesia dari hantaman produk luar negeri di segala bidang.

Di tengah hantaman laju teknologi informasi yang menawarkan keterkenalan yang membuat ilusi serba instan tanpa karya dan tanpa prestasi, implikasi persaingan antarartis komik dalam negeri menimbulkan caci maki di antara mereka sendiri untuk menyingkirkan artis komik lainnya guna persaingan sesama artis dalam negeri, dan ketakutan mengkritisi karya dari luar negeri walaupun karya artis dari luar negeri kualitasnya ada yang kalah oleh karya artis dalam negeri, karya artis komik dari luar negeri tetap dielu-elukan.

Wadah webkomik  yang ada menjadi ajang persaingan atau kompetisi dalam kontestasi akhirnya merupakan arena pemecah belah melalui fungsi komentar yang ada, entah wadah tersebut dari luar negeri ataupun dari dalam negeri, isi komentar di webkomik sebagai implikasi atau konsekuensi logisnya berwujud caci maki antarartis pembuat karya komik menjadi tidak terhindarkan.

Para penerbit yang memihak salah satu gaya gambar menjadi sebab pemicu lainnya, membuat artis komik membentuk blok aliran gaya gambar ini dan itu. Secara langsung atau tidak langsung dalam politik dagang, produk komik karya artis komik Indonesia yang terpecah belah karena gaya gambar dan menjadi pengikut aliran ini dan itu, para artis komik dan penerbit tersebut telah melupakan esensi utama,  yaitu: apa pun gaya gambarnya, yang penting semua karya para artis komik adalah karya komik buatan anak bangsa Indonesia, secara pendeknya adalah komik Indonesia.

Di sisi lainnya, ajang pameran komik dan sejenisnya selama ini hanya mewadahi kepentingan para pembuat event, pembuat event tidak peduli komik karya anak bangsa laku atau tidak, yang penting para artis dan studio komik di Indonesia menyetorkan duitnya untuk ajang pameran di event mereka, setelah tujuan eksploitasi mereka, yaitu uang dan keuntungannya sebagai kepentingan mereka telah tercapai.

Para pembuat event tidak peduli karya komik para artis komik Indonesia laku atau tidak, sebab jualan komik para pembuat event tentu saja mewadahi komik-komik luar negeri yang notabene diserbu oleh para artis komik Indonesia sebagai konsumennya, dan para artis komik Indonesia uniknya seperti disihir, melupakan karya komik buatan mereka sendiri, dan dengan riangnya berfoto di depan karakter dan komik buatan luar negeri, di depan karakter buatan para penjajah mereka.

Para pengikut ragam gaya gambar dari produk luar negeri yang tidak sadar telah dieksploitasi secara ekonomi, budaya, dan penjajahan karya di Indonesia dari ragam produk luar kini mulai banyak yang tersadar dari false consciousness telah menjadi korban politik ekonomi, dan sudah mengerti hal ini, di mana juga caci maki, cibiran, dan ungkapan pesimis akan komik Indonesia merupakan makanan sehari-hari para pembuat komik atau manga generasi muda Indonesia ini, hingga adanya slogan “Komik Indonesia Mati” sudah tidak asing lagi ditelinga para pejuang komik Indonesia ini.

Rudy Moraszo sebagai penggagas event Pameran Komik Superhero & Silat Indonesia  mengajak teman-teman artis komik untuk bersatu, berjuang bersama, pantang menyerah dan tidak lagi mempermasalahkan gaya gambar apa pun untuk berkarya, saat ini yang mewadahi ragam gaya gambar dan ragam cerita komik adalah penerbit An1mage. Rudy merekomendasikan An1mage sebagai penerbit yang menerima ragam gaya gambar dan ragam cerita, plus hak cipta karya komik tetap pada artis komiknya itu sendiri. Selain itu komik yang diterbitkan mendapatkan ISBN.

Tentu saja hal ini merupakan kemajuan di bidang penerbitan komik di Indonesia yang selama ini menggunakan sistem di mana saat seorang artis komik memberikan karya komiknya untuk diterbitkan kepada suatu penerbit, secara langsung hak cipta karya komik menjadi hak para penerbit, hal ini merupakan hal yang buruk dan tidak boleh dilanjutkan. An1mage memberikan pilihan yang lebih baik, hak cipta karya tetap pada artis komik itu sendiri.

“Hikmah Pameran komik superhero dan Silat lndonesia plus jilid dua di hotel Mahadria Serang Banten, setidaknya ada harapan komikus Serang akan bangkit dan Komikus Banten pada umumnya,  kibarkan terus komik genre Superhero dan Silat lndonesia,karena Indonesia butuh superhero dan pendekar,” ujar Rudy.






Pameran Komik Superhero & Silat Indonesia+ jilid 2 menyelenggarakan workshop membuat digital game development tingkat dasar dengan pembicara Mahesa Bayu Suryosubroto. Bayu menjelaskan, dalam membuat digital game ada syarat keterampilan yang wajib dimiliki atau paling tidak ada dalam tim pembuatnya, yaitu keterampilan membuat animasi, keterampilan membuat cerita, dan keterampilan menggunakan software penghasil game, karena di masa ini, membuat game lebih mudah tinggal drag & drop saja, di mana keterampilan  Bayu menjelaskan beberapa prinsip dan teknik membuat game serta memberikan contoh game yang telah dibuatnya.





























Sesi workshop Mendesain Karakter buatan sendiri dibawakan oleh Rudy Moraszo yang juga menjabat sebagai ketua event. Rudy menjelaskan bahwa membuat karakter yang penting sesuai dengan gaya gambar masing-masing agar pas dengan gaya gambar setiap artis komik itu sendiri.

Rudy juga mencontohkan gaya gambar kartun, hibrida, dan realis mulai dari wajah sampai satu pose tubuh suatu karakter. Hal ini wajar, karena Rudy mampu menggambar ragam gaya gambar, dan tidak terpaku oleh satu gaya gambar saja, di mana ragam gaya gambarnya tercermin di berbagai karya komik buatannya yang juga dipamerkan. Pameran komik ini juga diselenggarakan ragam lomba, seperti lomba membuat komik satu halaman ukuran A4 dan hitam putih, kemudian lomba cosplay, serta lomba gaburan, atau lomba gambar umbul guna pelestarian budaya.
















Sesi berikutnya oleh M.S, Gumelar atau lebih sering dipanggil Kak Gum, Kak Gum memberikan tips bagaimana menggambar ras bule sesuai dengan aliran gaya gambar masing-masing. Jadi menggambar wajah ras bule tidak harus menggunakan aliran gaya gambar realis, aliran gaya gambar kartun, hibrida, dan fine art-pun dapat melakukannya.

Menggambar wajah ras bule dan lainnya digunakan untuk variasi karakter dalam suatu cerita, akan menarik kalau suatu karakter berasal dari Eropa atau ras caucasian, maka gambar wajahnya juga orang bule, dengan begitu variasi karakter dalam suatu cerita menjadi lebih mengena.

Ke depannya Rudy berencana mengadakan pameran para artis komik Indonesia lebih sering,”Jadwal pameran yang rapat akan bisa menggencet pameran-pameran yang diadakan oleh sponsor asing katakan saja misalnya Comicon Asia, yang jujur mereka itu memang hanya ingin menjadikan masyarakat Indonesia itu sebagai konsumen aja, ini sangat memuakkan…”

“... nah kembali pada jadwal pameran yang sedikit padat dan rapat tadi selain memicu komikus lokal buat berkarya juga bisa untuk ajang silaturahmi serta alat untuk mengukur kemampuan kita masing-masing,”imbuh Rudy. Sesi akhir workshop ditutup dengan foto bersama.




Artikel ini ada di An1magine cyber magazine An1magine Volume 4 Nomor 6 Juni 2019

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses secara gratis (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.




Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses secara gratis (open access system). An1magine edisi ini dapat diunduh di An1mage JournalPlay Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya.

Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

icosplayer
Para cosplayer yang keren-keren, gabung yuk di icosplayer WA grup, foto kalian yang menggunakan kostum bisa masuk ke majalah digital An1magine yang terbit bulanan, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 087888666679

inovel
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, tutorial, pelatihan, dan membahas puisi, cerita mini, cerita pendek, novel, dan scenario untuk diterbitkan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 087888666679

ikomik
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, pelatihan, tutorial, dan membahas komik untuk diterbitkan, dianimasikan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 087888666679

iluckis
Gabung yuk di grup WA iluckis, tempat para pelukis berkarya, berpameran, dan berpublikasi, karya lukisanmu dapat dipublikasikan secara gratis di majalah An1magine yang terbit bulanan dan beredar sejangkauan jari di Play Store yang berdampak pada promosi karya dan namamu agar lebih dikenal , gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya: PIC 087888666679

self publishing
Ingin menerbitkan buku sendiri (self publishing) dengan keuntungan penjualan langsung ke rekeningmu? https://www.an1mage.org/2018/03/0000menerbitkanbuku-di-an1mage.html

agen iklan
Lowongan menjadi agen iklan An1magine dengan sistem komisi sampai 50%, kirim lamaran via email ke: an1mage@an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

"Pameran Citra Perempuan dalam Konteks Kenusantaraan"