Kisah di Suatu Halte

https://penyukajalanjalan.com/2015/05/20/naik-bus-malam-menuju-bagan/




Kisah di Suatu Halte

Bagas



Hujan perlahan mulai turun, tidak terlalu deras, tapi cukup dingin menusuk tulang. Jam sudah menunjukan pukul 21'00 malam, aku masih terduduk di bangku halte sambil menunggu kedatangan bis jurusan yang akan mengantarku pulang setelah seharian penuh berkeliling kota ini.




Malam semakin larut, hujan perlahan mulai berhenti, namun dinginnya semakin menjadi, rasa letih dan keputusasaan mulai menerpa diri. Ya Tuhan, dengan cara apa lagi jalan yang harus aku tempuh, anak istriku menunggu di rumah, berharap suaminya mendapatkan satu pekerjaan. Ya Tuhan, aku harus menafkahi mereka, jangan biarkan kegagagalan demi kegagalan membuat aku khilaf dan lupa diri, hingga menempuh jalan yang tidak Engkau ridai. Ya Tuhan, tolonglah hambaMu ini.

Pria bertubuh tinggi kekar berambut gondrong dengan tatto di sekujur lengan kanannya itu duduk di sampingku. Matanya sebentar mengawasi keadaan sekeliling, lalu menatap ke arahku. sebentar kemudian memalingkan wajahnya menatap kosong ke depan, lalu diam  tanpa sepatah kata, hingga beberapa menit kemudian.

"Pulang kerja Mas."

Aku tersentak kaget, suara teguran dari lelaki itu membuatku sedikit gugup.


"Baru habis melamar kerjaan Bang,” jawabku dengan sedikit terbata, suara yang terdengar berat dari lelaki itu membuat nyaliku sedikit menciut.
"Diterima?"

"Belum Bang, sudah satu minggu ini belum juga  ada perusahaan yang mau menerima saya bekerja".

Aku mulai sedikit tenang, ternyata lelaki di sebelahku ini tak seseram yang
aku bayangkan.

"Apa yang Mas lakukan, sudah saya lakukan selama satu tahun lebih. Dari pekerjaan yang halus sampai yang kasar, dari gedung perkantoran sampai kelas emperan, tapi hasilnya nol, tidak ada satu pun yang mau menerima saya bekerja …."

Pria itu berkata kata tanpa menoleh ke arahku, tatapan matanya tetap ke depan menembus gelapnya malam.

"Mungkin nasib kita belum beruntung kali Bang".  Sedikit memberanikan diri aku mengoreksi keluhannya.

"... atau mungkin juga residivis seperti saya sudah tidak memiliki tempat lagi di hati mereka, pandangan negatif tentang seorang narapidana seperti saya sudah melekat di mata mereka. Hingga banyaklah orang orang seperti saya terpaksa kembali masuk penjara tanpa diberi sedikit pun kesempatan untuk membuktikan bahwa kita mampu menjadi seperti mereka.”

Merinding aku mendengar ucapannya, sejenak ia mengeluarkan rokok dari saku jaketnya, diambilnya satu batang, dibakar, lalu dihisapnya dalam-dalam seperti ingin menelan semua kepahitan-kepahitan kisah hidupnya.

Api yang menyala dari koreknya menerangi sebagian wajah lelaki itu, aku sempat mencuri lirik ke arah wajahnya. Wajah yang terlihat pucat dengan kumis dan jampang yang tidak terlalu lebat, membuat penampilannya terlihat lumayan gagah dan tampan.

"Maaf, kalau saya boleh tahu, Abang sudah berkeluarga?”

Lelaki yang sedari tadi tidak pernah menatap ke arahku sebelumnya, tiba tiba memalingkan wajahnya. Matanya tajam memandangku, merah, lalu berkaca kaca, sedetik kemudian kembali menatap ke arahku, tiba tiba memalingkan wajahnya.

Matanya tajam memandangku, merah, lalu berkaca kaca, sedetik kemudian kembali menatap ke arah gelapnya malam. aku sempat tersentak lalu menggeser posisi duduk sedikit menjauh.

"Saya mohon maaf, kalau pertanyaan saya sudah bikin Abang tersinggung."

"Mas sudah berkeluarga?” lelaki itu bertanya balik dengan pertanyaan yang persis sama denganku.

"Sudah Bang, anak saya satu lelaki, sekarang usianya 10 tahun."
pria itu kembali menoleh ke arahku, menatapku, kali ini dengan mata berkaca kaca penuh guratan kesedihan.

"Cintailah anak dan istri mas, perjuangkanlah kebahagiaan mereka, apa pun kesulitan dan ujian yang mas hadapi, jangan pernah sekalipun mengambil jalan pintas, karena sekali saja salah memilih, Mas sudah menghancurkan impian dan harapan mereka".

Aku terkesima, ucapan yang meluncur dari mulut lelaki ini membuat darahku bergejolak, seperti bangkitkan semangat yang sebelumnya hampir pudar. sungguh rasa takut yang sedari tadi melekat, kini berubah menjadi kagum, senyumku pun lepas penuh keikhlasan.

Seketika pandanganku perpaling ke arah terdengarnya suara klakson berbunyi, bis yang ingin aku tumpangi sudah tiba, aku bergegas berdiri sambil menoleh kembali ke arah lelaki itu duduk, sekedar ingin mengucapkan salam perpisahan dan ucapan terima kasih atas motivasi yang sudah dia berikan.

Tapi ternyata pria itu sudah tidak ada di tempatnya, menghilang tanpa sempat berucap salam.

Belum beberapa menit aku duduk didalam bis, terlihat dari balik kaca jendela kerumunan orang di pinggir suatu mini market, mereka mengitari tubuh manusia yang tergeletak bersimbah darah, rasa penasaranku hinggap, melihat jaket, rambut dan celana jeans yang dikenakan tubuh lelaki yang tergeletak itu.

Dan wajahnya? Sangat aku kenali ...

Ya Tuhan,....! Itu pria yang sedari tadi berbincang bincang denganku di halte!
Apa yang terjadi pada dirinya?

Seorang lelaki paruh baya yang baru naik ke dalam bis duduk tepat di sampingku, dengan memberanikan diri aku coba bertanya soal peritiwa yang terjadi di depan mini market tadi.

"Maaf Pak, ada kejadian apa ya barusan?" lelaki paruh baya itu pun bercerita kalau pria yang tergeletak bersimbah darah itu adalah pelaku perampokan di mini market tersebut, kebetulan ada seorang polisi yang sedang berada di dalam mini market itu, belum sempat si tersangka melakukan perlawanan, dengan sigap aparat tersebut melepaskan dua kali tembakan hingga pelaku perampokan itu tersungkur.

"Kejadiannya sudah dua jam yang lalu mas, mayat tersangka itu belum juga dibawa karena menunggu mobil jenazah dari rumah sakit terdekat datang, sementara tak satu pun mobil pribadi yang mau membawa mayat itu ke rumah sakit".

Kaki-kakiku lemas tak bertulang, darahku seperti berhenti mengalir, bibirku terkunci rapat-rapat, jantungku seakan diam tak berdetak, Lalu siapa pria yang di halte itu?



bagas,30.05.19
+62 821-1103-3355


Cerita mini (cermin) ini ada di An1magine cyber magazine An1magine Volume 4 Nomor 6 Juni 2019

Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses secara gratis (open access system). Silakan klik link di atas untuk mengunduhnya.




Jurnal majalah bulanan populer seni, desain, animasi, komik, novel, cerita mini, dan sains ringan yang dikemas dalam format education dan entertainment (edutainment). Jurnal majalah An1magine ini dapat diakses secara gratis (open access system). An1magine edisi ini dapat diunduh di An1mage JournalPlay Store, dan Google Book. Silakan klik link aktif yang ada untuk mengunduhnya.

Gak mau ketinggalan berita saat An1magine terbit? Gabung yok di An1mareaders WA GroupFacebookInstagramTwitter

icosplayer
Para cosplayer yang keren-keren, gabung yuk di icosplayer WA grup, foto kalian yang menggunakan kostum bisa masuk ke majalah digital An1magine yang terbit bulanan, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 087888666679

inovel
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, tutorial, pelatihan, dan membahas puisi, cerita mini, cerita pendek, novel, dan scenario untuk diterbitkan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 087888666679

ikomik
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, pelatihan, tutorial, dan membahas komik untuk diterbitkan, dianimasikan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung, gabung dengan mengirimkan pesan WA ke PIC Aditya: 087888666679

iluckis
Gabung yuk di grup WA iluckis, tempat para pelukis berkarya, berpameran, dan berpublikasi, karya lukisanmu dapat dipublikasikan secara gratis di majalah An1magine yang terbit bulanan dan beredar sejangkauan jari di Play Store yang berdampak pada promosi karya dan namamu agar lebih dikenal , gabung dengan mengirimkan pesan WA ke Aditya: PIC 087888666679

self publishing
Ingin menerbitkan buku sendiri (self publishing) dengan keuntungan penjualan langsung ke rekeningmu? https://www.an1mage.org/2018/03/0000menerbitkanbuku-di-an1mage.html

agen iklan
Lowongan menjadi agen iklan An1magine dengan sistem komisi sampai 50%, kirim lamaran via email ke: an1mage@an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

"Pameran Citra Perempuan dalam Konteks Kenusantaraan"