NAMAKU RINDU oleh Kayla Aziza

https://cdn-images-1.medium.com/max/1600/1*ce-HQq10efU3eVwJPweQDQ.jpeg


Tok ... tok ….

Bunyi ketukan di depan pintu.

"Permisi, saya Rindu dari jarak 1700 KM dikirim untuk menghujami rumah ini," lantas, kupersilakan duduk; masuk.

Secangkir kopi kusuguhkan kepadanya tapi dia menolak, "Saya tak suka kopi," dengan wajah heran aku menarik cangkir itu kembali, "maaf, saya tak tahu kalau Anda tak suka kopi".

Dia terdiam, bergeming, "Jadi kalau boleh tahu Anda mau minum apa, biar saya sediakan" ujarku berusaha memecahkan suasana hening yang menyelimuti.

Sekali lagi dia terdiam, dan aku hanya bisa menatap jam dinding yang berhadapan denganku sambil menghitung dengan pergerakan jarum jam. Satu ... dua ... tiga, yang masih terdengar tetap sama, celotehan para detik yang berpindah menjadi menit; tik ... tok ... tik ... tok ....

"Saya tak mau apa-apa" ujarnya. Seketika itu juga aku menegakkan badanku 'ah, aku tak dapat menebak apa maunya; sepertinya dia tamu istimewa' pikirku yang sedang berkecamuk. 

Kembali terdiam ....

Jujur, aku jengah dengan keadaan ini. Kalau dia bukan tamuku yang mengaku bernama Rindu dari 1700 KM, dapat dipastikan; aku akan menutup pintu kembali dan memilih bergulung selimut.

"Saya hanya ingin memberi ini dan meminta beberapa darimu, bolehkah?" dia pun mengulurkan sejumlah surat yang bertuliskan My Love.

Aku hanya menerima dengan wajah kebingungan. Jari-jemariku mulai meraba setiap inci bagian amplop misteri. 

Ketika ingin kubuka, "Jangan" seru Rindu "jangan dibuka sebelum kau mengabulkan permintaanku."

Sumpah ya Tuhan ... misteri apalagi yang sedang dia permainkan, tapi baiklah aku berjanji akan mengikuti alurnya.

"Permintaan apakah itu?" 

"Permintaan darinya"

"Darinya?" Dari siapa, apakah dia utusan seseorang? Pikiranku makin berkecamuk, seperti ada pusaran badai yang ingin menerjang.

"Iya, permintaan dari 1700 KM"

Dengan masih kebingungan aku pun menghela napas panjang; berat.

"Baiklah, apa permintaannya?"

"Ia meminta ruang yang ada pada dirimu, untuk diisi oleh aku, Rindu"

Aku hanya mangut namun masih tak mengerti ada lingkaran apa antara dia dengan ia, "Ia siapa yang kau maksud?"
Seperti tak mendengar pertanyaanku, dia berujar, "ia meminta seluruh alam semestamu; bahkan puisimu, miliknya."

"Iya, ia siapa?" setengah membentak atau mendesak, ah aku tak tahu. Dia terlalu berbelit, rasaku.

"Ia yang mencintaimu di atas jarak 1700 KM, ia yang mencintaimu di atas 1000 kaki, ia yang menjagamu dalam miliyaran detik tak terlewat tanpa kedip"

Kini aku yang membisu seolah sang senja melahapku.

"Dia?" ulangku bodoh

"Ia, dia kota rindumu 1700 KM."

"Siapa nama dari seorang ia?"

"Tengok belakang amplopnya, dan aku rindu yang ia utus."

Aku pun lekas membalik amplopnya sesuai perintah dan dengan cepat mataku menangkap namanya,

: dia

Iya ....

Dia,

Pelabuhan bahkan samudera lepasku.

Tanjung Tabalong, Februari 2019




Kayla Aziza
081245144323
nazara.kayla@gmail.com



inovel
Gabung di An1mage WA Grup untuk workshop, tutorial, pelatihan, dan membahas puisi, cerita mini, cerita pendek, novel, dan scenario untuk diterbitkan dan atau difilmkan, jangan ngabisin waktu nungguin chat, mari berkarya nyata, terlibat dalam produksi secara langsung:
https://chat.whatsapp.com/EHoKxhRUJftKRzkBoGbk7F 


An1magine versi online ini secara lengkap ada di An1magine emagazine volume 4 Nomor 2 Februari  2019  yang dapat diunduh gratis di Play StoreGoogle Book, dan di An1mage Journal








“Menerbitkan karya digital untuk buku, komik, novel, buku teks atau buku ajar, riset atau penelitian jurnal
untuk terindeks di Google Scholar dan berada di Play Store untuk pemasaran global? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations


AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

"Pameran Citra Perempuan dalam Konteks Kenusantaraan"