DKV UPH: SADAR Pameran Karya Seni Kontemporer






Leonardo Widya untuk An1magine volume 3 Nomor 12 Desember 2018


UPH (School of Design) dari jurusan DKV di penghujung tahun 2018 ini kembali menyajikan sebuah pameran, tepatnya di gedung B (B301). Ruangan yang biasa digunakan sebagai painting studio ini menjadi ruangan yang tidak seperti biasanya, karena kali ini mengetengahkan satu pameran karya seni kontemporer bertema Anti Primordialisme dan Rasisme.




Tema ini merupakan gagasan awal dalam tematik kekaryaan yang diangkat untuk pameran tugas akhir mata kuliah Art Project.  Dengan mengangkat tema ini, mahasiswa diminta untuk mengungkapkan pengalaman, ide, pandangan dan gagasannya mengenai persinggungan masalah sosial dan pribadi (diri sendiri), dengan tema kesukuan dan permasalahan mengenai hubungan di antara ras tersebut, untuk kemudian dikemas dalam bentuk karya yang bersifat artistik.

Setelah melewati seleksi dan kurasi awal dari puluhan ajuan konsep dan ide kekaryaan, team dosen atau pengajar mata kuliah Art Project, memutuskan memilih dan mengarahkan para mahasiswa yang terpilih, untuk merealisasikan idenya dalam wujud kekaryaan.

Pameran tugas akhir mata kuliah Art Project ini, senarai mahasiswa yang terpilih, memamerkan karya-karyanya dalam berbagai macam media, dimensi dan teknik seperti lukisan, fotografi, video art, virtual reality, instalasi, founding object dan lain sebagainya.







Semoga dengan pameran ini, kita mampu melihat dimensi lain dari problem sosial yang kerap bersinggungan dengan keseharian kita lewat pertanyaan dan renungan mendalam imaji artistik yang disajikan dalam pameran ini.

Wahyudi Pratama salah satu tim dosen Art Project mengungkapkan bahwa, mata kuliah Art Project ini merupakan mata kuliah elektif yang pertama kali baru diselenggarakan oleh SOD - DKV UPH, yang menitikberatkan pada eksplorasi Mahasiswa tingkat tiga atau akhir, yang sudah mengambil konsentrasi animasi, sinematografi, dan desain grafis, untuk terjun langsung ke bidang perupaan atau kekaryaan di wilayah seni rupa.

“Kebetulan sekali kami mengharapkan muncul talenta-talenta baru yang berani mengeksplorasi gagasan artistik yang sifatnya kontemporer dalam proyek akhir mata kuliah ini. Sampai saat ini kami cukup puas, walau nantinya dengan perbaikan sana sini terutama sisi manajerial kekaryaan dan taktis dalam berkarya yang bisa muncul lebih baik nantinya di pameran selanjutnya” lanjut Wahyudi Pratama.

Pada pameran kali ini, ada beberapa karya dengan muatan politis dan ideologis yang menantang sesuai tema rasisme dan primordialisme. Dalam penyajian dan hasil akhirnya sangat berpotensi untuk masuk galeri yang lebih serius, baik penyajian karya dan kurasi menyeluruhnya.

Ada karya yang bisa diimprove lebih baik ke depannya dan berani membuka wawasan dan gagasan baru praktik seni rupa kontemporer buat mahasiswa seni dan desain ini nantinya.

“Saya, Pak Donny Ibrahim dan Pak Setiabudi Gunawan sejauh ini merasa cukup senang. Harapan kami selanjutnya akan muncul karya yang lebih berani secara artistik, kuat secara konsep, dan manajemen pameran yang lebih baik!” lanjut Wahyudi.

Nonton liputan pamerannya di


Nara Sumber:
Leonardo Widya, S.Sn, M.Ds.
UPHC Art Teacher, Dosen DKV di UMN dan UPH


An1magine versi online ini secara lengkap ada di An1magine emagazine volume 3 Nomor 12 Desember 2018  yang dapat diunduh gratis di Play StoreGoogle Book, dan di An1mage Journal







“Menerbitkan karya digital untuk buku, komik, novel, buku teks atau buku ajar, riset atau penelitian jurnal
untuk terindeks di Google Scholar dan berada di Play Store untuk pemasaran global? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 






Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

"Pameran Citra Perempuan dalam Konteks Kenusantaraan"