Y.B. MANGUNWIJAYA: Karya Seni Kemanusiaan

https://www.kompasiana.com/parhorasan/58bc8781a3afbd1d08fa9409/kata-kata-romo-mangun-mengantar-bunga-rampai-gus-dur

Y.B. MANGUNWIJAYA: Karya Seni Kemanusiaan
Wulan Ardhana


Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau yang sering dikenal dengan Romo Mangun, lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, tanggal 6 Mei 1929. Salah satu karya sastranya yang terkenal adalah Burung-burung Manyar. Bukan hanya karya sastra, Romo Mangun juga menata permukiman warga tepi Kali Code, Yogyakarta.

Romo Mangun bersekolah di HIS Fransiscus Xaverius Muntilan, Magelang, kemudian melanjutkan ke STM Jetis Yogyakarta. Sebelum lulus STM, beliau bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan bertempur di Ambarawa dan Magelang. Setelah kemerdekaan, beliau melanjutkan sekolah di SMU-B Santo Albertus Malang kemudian masuk seminari di Yogyakarta.

Tidak hanya mengurus gereja, Romo Mangun kemudian kuliah Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Bandung. Kemudian melanjutkan studi di Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman pada 1960 sampai 1966.

Kegemarannya menulis, tertuang setidaknya dalam 36 karya yang telah diterbitkannya, mulai dari esai, cerpen, hingga novel. Burung-Burung Manyar (1981) membawa Romo Mangun kepada penghargaan Ramon Magsaysay Award tahun 1996.

Novel tersebut menceritakan seorang anak letnan yang merasa dirinya bagian dari anak kolong karena bergaul dengan anak-anak serdadu bawahan anak buah ayahnya. Anak kolong merupakan sebutan anak serdadu yang berpangkat di bawah kopral.

Kepeduliannya pada hak asasi manusia (HAM) tercermin saat beliau membela dan menata rumah warga di pinggir kali Code juga membela warga korban penggusuran waduk Kedung Ombo tahun 1986. Karena kepeduliannya atas pemukiman Kali Code, Romo Mangun meraih Aga Khan Award for Architecture. Beliau juga mengarsitekturi berbagai gereja di tanah air, hingga Bentara Budaya Jakarta.

Sebagai seorang Romo, ia berpendapat harus dekat dengan wong cilik. Maka dari itu ia pernah menyindir para frater (calon romo) yang hanya tahu Panti Rapi, Kapel, dan Kampus. Di mana para frater terlalu banyak dijejali filsafat dan teologi, hidup berkecukupan dalam seminari, dan tidak dekat dengan masyarakat yang penuh dengan kesusahan.

Di bidang pendidikan, Romo mangun mendirikan SD Kanisius Mangunan di Kalasan, Yogyakarta yang menyatu dengan pemukiman warga. Romo Mangun meninggal pada 10 Februari 1999 karena serangan jantung.

Beberapa judul tulisan Romo Mangun di antaranya

  • Balada Becak, novel, 1985
  • Burung-Burung Manyar, novel, 1981
  • Di Bawah Bayang-Bayang Adikuasa, 1987
  • Durga Umayi, novel, 1985
  • Fisika Bangunan, buku Arsitektur, 1980
  • Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa, novel, 1983
  • Menuju Indonesia Serba Baru, 1998
  • Merintis RI yang Manusiawi: Republik yang adil dan beradab, 1999
  • Rumah Bambu, kumpulan cerpen, 2000
  • Saya Ingin Membayar Utang kepada Rakyat, 1999
  • Soeharto dalam Cerpen Indonesia, 2001
  • Tentara dan Kaum Bersenjata, 1999



Artikel ini ada di majalah AN1MAGINE Volume 3 Nomor 10 Oktober 2018 eMagazine Art and Science yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


“Menerbitkan buku, komik, novel, buku teks atau 
buku ajar, riset atau penelitian di jurnal? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 
website an1mage.net www.an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage