MOCHTAR LUBIS: Kritis Abis

https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2016/07/Mochtar-Lubis-medium-compress.jpg

MOCHTAR LUBIS: Kritis Abis
Guntur Tri Wibawa


Mochtar Lubis lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922. Beliau bukan hanya pengarang, tetapi juga jurnalis. Bergabung dengan Kantor Berita ANTARA, harian Indonesia Raya, juga majalah sastra Horizon.

Juga pernah menjadi Direktur Jenderal Press Foundition of Asia di Manila, anggota Unesco Mc Bride Commission on Communication and Information di Paris, anggota Internasional Press Institute (IPI) London, anggota International Science Writers Association (ISWA), anggota Kelompok Pertemuan Sastra Asean, Ketua Dewan Penyantun Lembaga Bantuan Hukum (LBH), anggota Monial Pour le Etudes Sur le Future, Wakil Ketua Yayasan Pembinaan Pers Indonesia, dan aktif dalam kegiatan Yayasan Indonesia Hijau.

Semasa kecil, Mochtar Lubis pernah melihat ayahnya yang bertugas sebagai Kepala Distrik Kerinci pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, memukuli seorang kuli kontrak yang mencoba melarikan diri. Kenangan itu ditulisnya dalam cerita mini “Kuli Kontrak”.

Mochtar Lubis bersekolah di HIS Sungai Penuh, Kerinci, Sumatra Tengah, kemudian mengambil jurusan ekonomi di Kayutanam. Mochtar Lubis juga belajar beberapa bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Perancis, dan Jerman. Beliau juga pernah menuntut ilmu di Thomas Jefferson Fellowship (East-West Center, University of Hawaii, USA).

Selain menulis cerpen dan novel, juga menjadi jurnalis, Mochtar Lubis pernah bekerja menjadi karyawan bank, hingga guru sekolah dasar. Setelah Antara ditutup pemerintah Belanda, Mochtar Lubis bekerja di Harian Merdeka juga redaksi Majalah Mutiara.

28 Desember 1949, Mochtar Lubis mendirikan harian Indonesia Raya yang kerap mengritik pemerintahan Bung Karno sehingga para pemimpinnya ditangkap dan dipenjarakan di Madiun dari 21 Desember 1956 sampai dengan Mei 1966. Hal serupa juga terjadi saat Orde Baru. Mochtar Lubiskembali dipenjara selama 2,5 bulan.

http://www.konfrontasi.com/sites/default/files/styles/article_big/public/article/2015/03/Mochtar%20Lubis.jpg?itok=Jm17eMMn


Tulisan Mochtar Lubis banyak menyatakan para pemimpin yang sebenarnya ikut memperjuangkan kemerdekaan kerap melupakan amanat perjuangan mereka setelah Indonesia merdeka.

Dalam penjara, Mochtar Lubis tetap produktif menulis karya sastra, melukis, bahkan belajar main biola. Beberapa karya yang dihasilkannya dalam penjara antara lain Senja di Jakarta, Tanah Gersang, Harimau! Harimau!, serta Maut dan Cinta.

Penghargaan yang pernah didapatkan Mochtar Lubis di antaranya
Magsaysay Journalism and Literature Award dari Manila.
Pena Emas untuk kemerdekaan pers dari Federation Internationale Des Editeurs de Jounaoux et Publication (Federasi Penerbit Surat Kabar Internasional) di Perancis.
Penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk peliputan perang di Korea
Hadiah Sastra BMKN untuk kumpulan cerpen Perempuan
Hadiah Yayasan Buku Utama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk novelnya Harimau! Harimau!
Penghargaan Anugerah Sastra Chairil Anwar dari Dewan Kesenian Jakarta
Penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah RI

Deretan karya Mochtar Lubis
Novel
1.Jalan Tak Ada Ujung (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1952)
2.Tak Ada Esok (Jakarta: UP Garuda, 1950, Jakarta dan Pustaka Jaya, 1982 (I dan II), 1989 (III),
3.Tanah Gersang (Jakarta: PT Pembangunan, 1964)
4.Senja di Jakarta (Jakarta: BP Indonesia Raya, 1970)
5.Maut dan Cinta (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1977)
6.Harimau! Harimau! (Jakarta: Pustaka Jaya, 1978)

 

Cerita Anak
1.Harta Karun dan Bajak Laut (Jakarta, BP Indonesia Raya, 1964)
2.Sinbad Pelaut Bagdad; (Jakarta, Dunia Pustaka Jaya, 1976)
3.Kisah Judar Bersaudara (saduran kisah "Seribu Satu Malam", Jakarta, Pustaka Jaya, 1971)
4.Dua Belas Puteri yang Menari (terjemahan, Jakarta, Dunia Pustaka Jaya, 1977)
5.Si Jamal (kumpulan 12 cerpen, Gapura, 1951)
7.Penyamun Rimba (Jakarta, Pustaka Jaya, 1972)
8.Pemburu Muda (penceritaan kembali, Jakarta, Pustaka Jaya, 1977)
9.Tiga Bersaudara (penceritaan kembali, Semarang, Selok Kencana, 1978)
10.Berkelana Rimba (Jakarta, Yayasan Obor Indonesia dan Pustaka Jaya, 1980)

Karya Lain
1.Teknik Mengarang (Jakarta, Balai Pustaka, 1950)
2.Teknik Mengarang Skenario Film (Jakarta, Balai Pustaka, 1953)
3.Manusia Indonesia: Sebuah Pertanggungjawaban (Jakarta, Idayu Press, 1977)
4.Bangsa Indonesia (Masa Lampau-Masa Kini-Masa Depan), (Jakarta, Yayasan Idayu, 1978)
5.Catatan Subversif (Jakarta, Sinar Harapan, 1980)
6.Transformasi Budaya untuk Masa Depan (Jakarta, DKJ, 1983)
7.Sastra dan Tekniknya (Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 1997)

Karya Mochtar Lubis telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, seperti Twilight in Jakarta (Senja di Jakarta), Danmerung in Jakarta (Senja di Jakarta), A Road with No End (Jalan Tak Ada Ujung) Een Tiger valt aan (Harimau! Harimau!).

Mochtar Lubis meninggal di Jakarta, 2 Juli 2004 pada usia 82 tahun.



Artikel ini ada di majalah AN1MAGINE Volume 3 Nomor 9 September 2018 eMagazine Art and Science yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


“Menerbitkan buku, komik, novel, buku teks atau 
buku ajar, riset atau penelitian di jurnal? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 
website an1mage.net www.an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage