KOMODO: External Instant Evolution di An1magine Volume 3 Nomor


KEKACAUAN
M.S. Gumelar


“Tidur siang yang menyenangkan,” ujar Bintang,”kau sudah berkemas-kemas lagi?”

“Ya, waktu aku tadi berubah ke wujud asliku, sebagai genruo, seseorang melihatku, tertegun, lalu dia turun tangga dengan cepat, pasti dia mengira aku genderuwo,” jelas Genruo yang kini sudah berubah menjadi tampilan manusia lagi.

“Kau memang genderuwo, kau sendiri sih yang membuat legenda itu, namamu juga aneh, kau ini spesies genruo, tapi namamu juga Genruo, jadi sulit membedakan nama dan spesiesmu kalau dua-duanya sama,” Bintang turun dari kasur, menguap sejenak dan menggeliatkan badan dengan tangan ke atas kemudian berjalan ke cermin.

“Iya, itu masa lalu, saat kita berhasil memilih pangeran yang asli di saat itu,” Genruo tersenyum saat mengingat kembali masa itu. Genruo mengambil cemilan kacang dan memakannya.

“Kau termasuk siluman, di masa lalu, selain manusia, mahluk lain yang memiliki kecerdasan seperti manusia, disebut dengan nama siluman, dan kau termasuk salah satu siluman, kata yang tepat sekarang ini adalah alien,” Bintang berkomentar.

“Tetapi di area Indonesia saat ini, pikiran takhayul dan memercayai hal-hal mistik masih kuat, aku yakin orang yang melihatku tadi tetap memberikan kata ‘siluman’ kepadaku daripada ‘alien’ bukan? Lebih ke mistik daripada ke ilmu pengetahuan,” Genruo meragu.

“Eh …, ada benarnya, sebaiknya kita harus segera pergi dari sini, dan ada baiknya kau berganti tampilan, agar orang tadi tidak mengenalmu,” saran Bintang.

SRUUUUTH

Genruo mengganti tampilan luarnya, berubah menjadi seorang bocah gendut dan tampak menggemaskan

*

“Lalu mengapa saya bisa mengerti apa yang kalian katakan?” tanya Xiao Xing.

“Penerjemah universal, pesawat kami menggunakan teknologi penerjemah universal yang secara otomatis menerjemahkan pikiran ke dalam bahasa yang kau miliki, tentu saja kami telah merekam semua bahasa di Bumi selama ini,” jawab  Ksaye.

“Sudah berapa lama kalian mengawasi manusia?“ tanya Xiao Xing.

“Sejak manusia pertama kali pindah ke Bumi,” jawab Nrkaru.

“Eh …, kapan itu tepatnya?” tanya Xiao Xing.

“Menurut catatan kami, sekitar 4.5 biliun tahun lalu, kalian mendarat di area yang kini disebut dengan nama Indonesia,” jawab Ksaye.

“Sangat lama sekali, karena nenek moyang kalian datang dari salah satu planet di gugusan galaksi konstelasi yang kalian sebut sebagai Ursa Major,”

“Jadi manusia bukanlah penduduk asli Bumi?” Xiao Xing merasa keheranan.

“Iya,” jawab Nrkaru.

“Siapa penghuni Bumi sesungguhnya?” tanya Xiao Xing.

“Kami,” sahut dua suara yang muncul di antara kerumunan.

*

“Ma mengapa matahari itu berwarna biru?” tanya Pangeran Mekambika.

“Biru? Warna matahari itu ungu,” jawab mamanya sembari melihat ke arah suaminya.

“Sejauh ini penelitian kita membuktikan, dia tidak berasal dari planet ini,” jawab suaminya, tangannya seperti menandakan tidak tahu.

“Dari kulitnya yang coklat, dan susunan wajahnya, dia jelas-jelas bukan dari planet ini, mengapa dia bisa berada di planet ini tanpa menggunakan pesawat lintas galaksi?” jawab si mama.

“Ma …, mau pipis,” Pangeran Mekambika kemudian turun dari tempat duduk dan mulai berjalan ke toilet.

KRAAAAKH

“Aduh, Jhcsaiy!” teriak mamanya, “toiletnya pecah lagi, ini toilet yang 300 dalam setahun ini.”
Pangeran Mekambika nyengir kuda.

“Sepertinya kita perlu menggantinya dengan metal, kucuran pipis dan saat dia poop mampu merusak toilet keramik,” jelas si papa.

“Masalahnya mana ada toilet dari metal? Akan menjadi pertanyaan bagi penjual toilet,” mamanya berargumen.

“Dengan berkali-kali membeli toilet di tempat yang berbeda, dan beberapa di antaranya toko yang sama, bukankah sudah membuat kecurigaan? Ada baiknya kita memesan toilet dari metal,” jawab si papa.

“Yang aku maksud, dia harus belajar mengendalikan kekuatannya,” kata si mama.

“Sepertinya dia sudah berusaha semampunya, tapi Jhcsaiy, mungkin kesulitan mengendalikan saat pipis atau poop, mungkin kalau tidak dia kendalikan lebih dari 300 toilet yang rusak,” jelas si papa.

“Jhcsaiy, berusaha lagi ya agar lebih hati-hati,” pinta si mama.

Pangeran Mekambika yang kini diberi nama Jhcsaiy cuma tersenyum, dan berkata,”Mama.”

Si mama tersenyum dan memeluk Jhcsaiy dengan kasih sayang. Mendadak tubuh mama melayang saat masih memeluk Jhcsaiy.

“Jhcsaiy, turun perlahan, mama bisa jatuh!” kata si mama.

Tampaknya Jhcsaiy tidak mendengarkan dan membawa mamanya terbang di dalam ruangan rumah yang lumayan luas.

WHOA
WHOOOO
WHAAAAAAAAA

Si papa tersenyum melihat kelakuan Jhcsaiy, “Jhcsaiy sebaiknya mamamu kau turunkan, dia akan pipis saat kau bawa terbang nantinya kalau tidak kau dengarkan kata-katanya.”

Dengan perlahan kecepatan terbang melambat dan Jhcsaiy menurunkan mamanya.

*

“Hei …, Aku Kvaran, siapa namamu?” tanya seseorang yang mengejar kecepatan terbang seseorang yang memulai terbang ke angkasa luar dari Reykjavík, Iceland, Artic.

“Baltasar,” jawabnya.

“OK Baltasar, apa rencanamu saat kita berhasil ke angkasa luar?” tanya Kvaran.

“Entahlah, aku rasa aku ingin tahu, apakah benar kita tidak dapat bernapas saat di angkasa luar?” jawab Baltasar sembari tersenyum.

“Kupikir banyak hal dari para ilmuwan ada benarnya, tetapi juga banyak salahnya, karena ilmu pengetahuan tetap berkembang …” jawab seorang wanita berusia sekitar 65an tahun menyusul mereka berdua.

“Aku Geirbjörg,” kata wanita itu sembari terbang.

“Whaooow, kau luar biasa nek!” kata Baltasar.

“Ha ha ha lumayan untuk seorang nenek bukan?” jawab Geirbjörg.

“Sepertinya semakin tinggi menjauhi permukaan Bumi, udara semakin dingin, lebih dingin dari Iceland !” keluh seseorang yang menyusul di belakang mereka sembari berteriak.

Geirbjörg tampak memperlambat terbangnya dan melihat ke arah suara tersebut,”Kau masih anak-anak!”

“Ya dan kau nenek-nenek,” jawab seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahunan sembari menggigil.

“Ada baiknya kau menghentikan mengikuti kami, aku memiliki kekuatan menghangatkan tubuhku,” jelas Geirbjörg.

“Aku juga,” jawab Baltasar.

“Aku …, aku tidak, kupikir kalian sepertiku, kedinginan juga,” Kvaran kemudian melambat.

“Ada baiknya kau hentikan perjalananmu, dan kembali pulang, orang tuamu mencari kalian,” kata Geirbjörg kepada  Kvaran dan anak laki-laki berusia 10 tahunan tersebut.

“Siapa namamu Nak?” tanya Geirbjörg.

“Sigurður,” jawab anak laki-laki tersebut.

“Dengar nak, ingat kata-kataku, aku akan menceritakan bagaimana rasanya ke angkasa luar, ini nomor sim card smartphone-ku, kalian menunggu di Bumi, akan aku rekam keadaan di angkasa luar ya ….”

“..., pada saat kau mampu, kau akan mampu, pada saat kau belum mampu, jangan paksakan, hanya akan ada kesedihan yang akan terjadi,” kata Geirbjörg mengambil sesuatu dari sakunya, memberikan kartu namanya kepada keduanya, sembari melihat Kvaran dan Sigurður.

Sigurður mengangguk, Kvaran terdiam, tampak kecewa. Sigurður kemudian perlahan membalik arah terbang dan menuju ke Bumi, sedangkan Kvaran masih termangu.

“Begini saja, kau ikut kami berdua, sampai dititik kau tidak mampu menahan dinginnya lagi, setelah itu kau boleh kembali ke Bumi, gimana?” Baltasar memberikan pilihan.

“Fair enough,” kata Geirbjörg.

Kemudian ketiganya terbang melanjutkan melesat ke angkasa luar.

*

Bokamoso tersenyum, kemudian berjalan sembari memegang pundak Michael Salla menuntunnya ke suatu arah, Antonio Guterres berjalan mengikuti.

“Teman-teman perkenalkan, Michael Salla,” kata Bokamoso saat masuk ruangan. Kemudian yang dimaksud dengan teman-teman yang menghadap ke arah lain membekangi Bokamoso, Michael Salla, dan Antonio Guterres mulai menoleh ke arah mereka.

“AKH!” Michael Salla tercekat, kaget dan kagum menjadi satu, mulutnya menganga matanya membuka lebar seakan tak percaya.

“Alien grey, alien reptile, alien nordic, alien bigfoot, dan alien lain yang belum aku ketahui!” Michael Salla berteriak menyebut beberapa alien yang ada.

“Maaf teman-teman, dia kami perlukan untuk menyiapkan kontak resmi yang akan kita lakukan dalam waktu dekat, lebih cepat dari rencana sebelumnya,” jelas Antonio Guterres kepada para alien tersebut yang juga tampak diam dan terlihat wajah mereka yang tidak percaya dengan hadirnya Michael Salla.

*

Denpasar, Bali.

“Baiklah semua teman-teman yang mendaftar hari ini telah kami dokumentasikan dalam file secara online, dan beberapa akan kami sebar ke area lainnya untuk membantu di sana,” jelas seorang polisi pria.

“Untuk sementara, kalian bisa beristirahat di dalam mes yang kami sediakan, silakan ikuti pemandu kalian sesuai dengan nomor berdasarkan kelompoknya” lanjutnya.

Orang-orang yang hadir di sana kemudian mengikuti seseorang sesuai nomor dan kelompoknya.
“Eh Tary!” teriak seorang polisi mengejar Tary yang sedang mengikuti pemandu ke arah mes.
“Ya,” jawab Tary sembari menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

“Adikmu, Shanty, ingin satu ruangan denganmu,” jelas orang tersebut.

“Kami membuat perkecualian, walaupun dia tidak memiliki kekuatan pembuat makanan, tapi dia dapat satu kamar denganmu, agar dia lebih tenang, dia seperti tidak mau jauh darimu,” ujarnya.

“Oh baiklah, kalau begitu, bawa aku ke Shanty,” ajak Tary.

“Mari,” kata orang tersebut, bergegas ke suatu arah. Tary mengikutinya.

Dikejauhan tampak Shanty ditemani oleh seseorang, “itu kakakmu bukan?” tanya orang yang di sebelah Shanty.

“Kak Tary,” tampak wajah Shanty gembira.

“Kalian besok akan ditugaskan ke Labuan Bajo, Flores,” kata orang yang di samping Shanty.
“Bersama Marthana,” kata orang tersebut melihat ke arah orang yang di samping Tary.

Marthana mengangguk.

“Dan bersama  T’port …,” kata orang tersebut.

ZAP

“WHUOOW,” Marthana, Tary, dan Shanty kagum.

Mendadak muncul di depan mereka seorang wanita berusia 50an.

“Hai saya T’port,singkatan dari teleport,” jelasnya.

“Kalian akan satu tim, Marthana memiliki kekuatan healing, Tary memiliki kekuatan membuat makanan dari ion dan atom, dan Shanty memiliki kekuatan pelindung, dan untuk bepergian dengan cepat, dapat dilakukan oleh T’port,” jelasnya.

“Kalian beristirahat malam ini, besok pukul 7an kalian akan mendapatkan kartu identitas dari kepolisian, mereka bekerja sampai larut dan ada potensi tidak tidur malam ini agar misi kemanusiaan kalian semua besok berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

“Baik Bu,” jawab T’port, Marthana, Shanty, dan Tary bersamaan menjawab orang tersebut.

*

Kantor PBB.

“Terima kasih sarannya Presiden Sello,” jawab Antonio Guterres.

“Ide yang bagus dari Presiden Sello, alien, mutant, dan manusia yang terevolusi secara instan yang memiliki kekuatan healing, perisai pelindung, dan pembuat makanan dari ion dan atom kita rekrut sebagai pasukan perdamaian …,”

“..., dan untuk mempercepat penyebaran pasukan perdamaian tersebut, diperlukan alien, mutant, dan manusia evolusi instan yang memiliki kekuatan teleport, kini lakukan proses penerimaan anggota baru pasukan perdamaian PBB dengan menerima orang yang memiliki kekuatan-kekuatan tersebut,” perintah Antonio Guterres.

“Baik, laksanakan!” kata beberapa orang peserta rapat yang ada di sana, termasuk Bokamoso hadir di sana.

*

“Timox, kau dipilih sebagai pemimpin pasukan teleport, ID Card dan surat tugas menyusul,” kata Bokamoso.

“Siap, laksanakan!” jawab Timox.

“Rangga, kau dipilih sebagai pemimpin pasukan perisai pelindung, dari spesifikasi kekuatan yang kau miliki, kau berpengalaman dalam hal ini,” Bokamoso menepuk pundak Rangga.

“Siap bertugas!,” jawab Rangga.

“Adiyus, kau memiliki kekuatan healing, dan kau juga bilang memiliki kekuatan membuat makanan dari ion dan atom,  tidak itu saja, kau memiliki kekuatan perisai pelindung, dan juga penumbuh tanaman, kekuatan yang luar biasa, tapi kau bukan manusia evolusi spontan, kau mutant seperti Timox?”

“..., tapi kau bilang kau bukan mutant, lalu apa? Ah tidak penting, kau membawahi dua divisi healing dan pembuat makanan dari ion dan atom!” Bokamoso memegang kedua pundak Adiyus, terlihat harapan besar dari Bokamoso kepada Adiyus.

“Dan terakhir Diana, kami memerlukan bantuanmu untuk mensensing orang-orang yang memiliki kekuatan, untuk mencegah mereka melakukan pengrusakan di area tertentu,” kata Bokamoso sembari merunduk agar sejajar dengan tinggi Diana.

“Baik, siap laksanakan,” jawab Diana.

“Baik, ayo kita mulai bekerja!” kata Bokamoso semangat.

*

Prof. Habibie,”Itu hasil analisis saya sejauh ini.”

“Analisis belum menunjukkan kelemahan organisme renik tersebut, justru yang terlihat jelas adalah semua potensi kekuatan yang ada!” cetus seseorang.

“Ya, itu yang terjadi, karena sejauh ini, impak negatif dan bagaimana menghentikan penyebaran organisme renik tersebut tidak dapat dikendalikan lagi, organisme yang tampaknya menguntungkan dengan mempercepat evolusi manusia, bisa jadi adalah hal yang  buruk,  mengancam, ada potensi menghancurkan manusia itu sendiri,” jelas Prof.Habibie,”Ada ide?”

“Begini, kita identifikasi, mengapa ada orang yang dihinggapi oleh organisme renik itu, dan mengapa ada yang tidak?” cetus ilmuwan lainnya.

“Awal mula yang bagus, kalian bisa meneliti darah dan atau DNA-ku, karena sejak awal organisme renik itu tidak berpindah, walaupun aku bersama Rangga sejak kejadian itu,” jelas Prof. Habibie.
“Ada baiknya juga kami memeriksa darah Rangga, atau yang lainnya yang dihinggapi organisme renik tersebut,,” cetus ilmuwan lainnya lagi.

“Ide yang bagus, aku akan meminta Mega untuk diambil sampel darahnya,” jawab Prof. Habibie.
“Ada baiknya juga Rangga,” pinta ilmuwan lainnya.

“Eh, ya, pasti,” Prof. Habibie tersenyum.

*

“Terima kasih,” kata ilmuwan itu tersenyum kepada Rangga.

“Berhasilkan?” tanya Mega.

“Iya, ternyata memang seperti saat mandi, memerintahkan untuk tidak melingkupi area yang diperlukan untuk diambil contoh darahnya,” jawab Rangga.

“Baiklah, contoh darah Mega dan Rangga telah kami dapatkan sesuai keperluan,” kata ilmuwan tersebut, lalu bergegas ke arah lain.

“Sebenarnya, kalian tahu nggak golongan darah kalian sendiri?” tanya Maung Geulis.

“Tahu, aku AB,” jawab Mega.

“Aku B,” jawab Rangga.

“Aku A,” jawab Karbin, karena tidak fokus..

Yang lain, mendengarkan jawaban Karbin menjadi tersenyum, dan ada yang tertawa kecil.

*

“Bagaimana?” tanya ilmuwan lainnya.

“Sementara dari sample ini belum begitu banyak, dan belum dapat dijadikan pedoman, kita memerlukan sample lebih banyak lagi, minimum seratus contoh darah para manusia yang dihinggapi organisme renik,” jawab ilmuwan yang memeriksa.

“Ya, Prof. Habibie berdarah O, Rangga bergolongan B, dan Mega AB,” jelasnya.

“Benar, kita memerlukan sampel lagi lebih banyak,” tambah Prof. Habibie.

*

“Beberapa relawan untuk pasukan perdamaian dengan empat kekuatan sesuai keperluan sudah mulai berdatangan dari seluruh negara anggota PBB, kekuatan healing, kekuatan teleport, kekuatan perisai pelindung, dan kekuatan pembuat makanan dari ion dan atom,” jelas seseorang kepada Bokamoso.

“Bagus, nanti buat daftarnya. lalu laporkan kepada pemimpin masing-masing divisi,” perintah Bokamoso.

“Baik Pak, laksanakan!” lalu orang itu bergegas ke tempat lainnya.

“Saran presidenmu sangat hebat,” kata Bokamoso kepada Rangga.

“ARGH!” Diana mendadak memegang kepalanya.

“Orang yang memanggil dirinya Warrior of the God, keinginannya untuk membumihanguskan orang-orang beragama selain dari kepercayaan agamanya, kebencian, emosi bahwa dirinya dijalur yang benar, dan merasa tanpa melakukan kesalahan sangat kuat terdeteksi,” Diana terlihat seperti menahan beban pikiran berat, air matanya meleleh, menangis.

“Tak kukira kekuatan sensing-nya sejauh itu,” puji Timox kepada Karbin.

“Sangat menguntungkan kita bukan?” Karbin tersenyum.

“Baiklah, sembari menunggu proses kedatangan para pasukan perdamaian super dari negara lainnya, aku rasa Timox, Rangga, Adiyus, dan Mega dapat berfokus terlebih dahulu pada Warrior of the God,” pinta Bokamoso.

“Aku akan ikut,” kata Panglima Burung yang mendadak berjalan ke arah mereka.

“Bagus, terima kasih,” ucap Bokamoso.

“Persiapk …,” Bokamoso celingukan mencari mereka berlima, sudah tidak ada di area tersebut. Bokamoso melihat Diana dan Karbin yang sudah berjalan ke suatu arah.

“...,” Kemudian Bokamoso berjalan mengikuti Diana dan Karbin, ke arah yang sama.

*

Gaza Strip.

Segereombolan manusia super mengeroyok seseorang yang sedang terbang, tetapi seseorang ini sangat hebat, kekuatannya melebihi para pengeroyoknya walaupun dihantam dari kanan, kiri, bawah, atas, dari segala arah.

Satu demi satu lawan-lawannya dilumpuhkannya, dihancurkan dengan kekuatan energi yang berasal dari tangannya.

Atau kepala lawannya remuk terkena pukulan dan tendangannya.

Ada yang cuma sekali dipukulnya langsung tewas, ada yang beberapa kali, semua korban bergelimpangan di bawahnya, membentuk gunungan korban manusia super, darah berceceran di sana sini, bau amis menyengat.

Sesekali si manusia super yang dikeroyok menghentakkan energi yang berasal dari tubuhnya, merontokkan beberapa pengeroyoknya dengan ledakannnya. Ada yang tahan, banyak yang tidak tahan.

ZAP

Rangga, Timox, Mega, Adiyus, dan Panglima Burung muncul di area tersebut. Melihat gelagat yang buruk, serta merta Rangga meng-on-kan perisa energi melingkupi mereka semua.

Adiyus bergegas berlari ke area tumpukan korban yang ada di area bawah pertarungan sengit tersebut, dengan segera Rangga melebarkan diameter perisai pelindungnya sembari terbang mengambang mengikuti Adiyus, teman-teman lainnya juga bergerak ke arah yang sama.

Adiyus bergerak satu demi satu mencari para korban yang masih dapat diselamatkan. Menemukan seseorang, dada hangus terkena energi perusak, demikian juga tangan dan kakinya tampak mengering, orang itu sepertinya pingsan, napas perlahan masih terasa di tangan Adiyus, Adiyus dengan kekuatannya menyembuhkan orang tersebut.

Dalam beberapa detik saja, tubuhnya mulai membaik, dan segar kembali, seperti tidak terkena apa pun.

“What the …,” kata orang tersebut.

“Siapa kau?” tanya dan heran dia menjadi segar bugar kembali seperti tidak terkena apa pun.

Beberapa korban pertarungan jatuh berguguran dari atas, perisai Rangga mampu menahannya, korban-korban yang baru semakin lama semakin tidak ada bentuk, lebih ke bentuk arang, dan debu, sepertinya kekuatan orang yang dikeroyok semakin meningkat karena pertarungan tersebut, evolusinya menyesuaikan sebagai petarung super.

Adiyus tidak menjawab, dia segera mencari korban lain yang dapat diselamatkan, Adiyus mendekati seseorang yang kehilangan kedua tangan dan kakinya, masih hidup, juga bernapas perlahan.

Disentuhnya orang tersebut, dalam beberapa menit, tumbuh tangan dan kaki lagi dalam keadaan normal.

“Oh my …,” kata orang yang disembuhkan pertama kali, lalu bersimpuh menghadap Adiyus yang tetap tidak peduli.

Orang yang disembuhkan kedua, segera melihat kedua tangan dan kakinya, mencoba berjalan dan berhasil, kemudian ikut bersimpuh menghadap Adiyus yang sedang sibuk mencari orang lain lagi yang dapat diselamatkan.

Adiyus terus mencari orang-orang yang diselamatkan, dalam waktu setengah jam, sekitar 20an orang bersimpuh menghadap Adiyus.

“Dia telah kembali …,” bisik orang yang pertama kali disembuhkan.

“Iya, dia telah kembali …,” tampak menetes air mata beberapa orang lainnya yang telah diselamatkan Adiyus.

Adiyus semakin menanjak ke area atas gunungan manusia super korban pertarungan ideologi, mencari orang lain yang dapat diselamatkan.

Rangga, Mega, Timox, dan Panglima Burung tidak berusaha menghentikan apa pun, sepertinya mereka lebih berfokus pada para korban, setuju dengan tindakan Adiyus,  tidak terpancing untuk ikut terlibat pertarungan.

Setelah sekian lama, Adiyus berhenti, dan melihat ke bawah dari gunungan manusia super, ada sekitar 127 orang telah bersimpuh di area bawah.

Adiyus melihat ke atas, pertarungan tengah berlangsung, kali para pengeroyok yang terkena sinar energi dari orang yang dikeroyok dipastikan hancur jadi debu.

Tetapi masih banyak yang bergerak dan terbang ke arah orang super yang dikeroyok.

“HAAAAAAAAA!”

Adiyus berteriak, mendadak kubah energi yang lebih besar dari perisai energi Rangga muncul dan menahan orang-orang super lainnya untuk memasuki area pertarungan.

Melihat hal tersebut, Rangga meng-off-kan perisai energinya.

Dikejauhan, beberapa manusia super yang mampu terbang mencoba menerobos perisai energi berbentuk kubah buatan Adiyus, tidak berhasil.

Ada yang mampu bergerak sangat cepat menggetarkan tubuhnya untuk memanipulasi energi perisai dalam skala ion, tidak berhasil, yang mampu teleport pun tidak berhasil, sepertinya ada pengacak lokasi alami dari energi perisai tersebut.

Ada yang mampu bergerak ke dalam tanah dan ternyata kubah tersebut membentuk perisai yang ternyata bentuk sesungguhnya tidak berbentuk kubah, tetapi bola perisai bahkan melindungi area bawah tanahnya, tidak dapat ditembus.

Dengan kuantitas penyerang yang dibatasi, dengan cepat orang yang dikeroyok tersebut mampu mengalahkan penyerang sisanya yang berada dalam perisai tersebut dengan cepat, semuanya hancur menjadi debu, hentakan energi penghancur menyerang dari dalam perisai energi milik Adiyus.

“BLAAAAANK”

Hentakan kuat beradunya kekuatan tidak dapat dibendung, tanah bergetar, gempa lokal. Tetapi perisai pelindung tidak goyah.

Dengan terengah-engah orang super yang dikeroyok turun ke Bumi, menjejakkan kakinya dan matanya melihat ke arah Adiyus yang mulai berjalan turun dari tumpukan manusia super, tumpukan korban para pengeroyok.

“Terima kasih, aku lelah, dan kelaparan, ingin istirahat, aku bertarung selama 18 jam tanpa henti,” katanya sembari terengah-engah.

“Mengapa kau melakukannya?” tanya Mega.

“Aku pejuang suci, wakil tuhan, menghukum mereka yang tidak layak untuk hidup!”

“Ah kau yang menyebut dirimu Warrior of the God?” Rangga menambahkan.

“Apakah ini yang kau inginkan anak muda?” tanya Panglima Burung.

“Aku tidak menginginkan ini, ini adalah panggilanku, tugas suciku!” jawabnya dengan mantap, sembari terengah-engah.

“Kau lihat, apa yang kau rasakan saat melihat tumpukan korban yang ada di hadapanmu?” Adiyus berkata setelah mulai dekat dengan Warrior of the god.

“Puas, aku benar-benar pilihan, untuk menghukum  orang atau pemeluk agama lain yang tidak memercayai tuhan, agama, dan nabiku,” jawabnya mantap dan terlihat gembira.

“Aku pilihan, bahkan sampai saat ini, tidak ada satu pun orang super yang memiliki kepercayaan selain kepercayaanku yang menang melawanku bukan? Tidakkah itu menandakan tuhan mendukungku, tidakkah aku diberkati, tidakkah itu menunjukkan aku Warrior of the God?” katanya bangga tanpa ada rasa penyelesalan di dirinya.

“Tuhan mendukungmu?” Panglima Burung sinis,”kau pikir tuhan itu seperti jalan pikiranmu? Membunuh manusia lainnya adalah perintah tuhan?”

“Kau tidak mengerti kepercayaanku, perangilah dengan semampumu, kalau dirimu lemah, cukup perangi dalam pikiran, dan aku tidak lemah, aku akan memerangi dengan kekuatan yang kudapat!” jawab Warrior of the God.

“Aku tahu kata-kata itu, tidakkah kau tahu, aku wajib memerangi orang sepertimu, orang yang melihat dari sisi pandang yang keliru, hanya satu sisi pandang, seperti mata satu, sebenarnya itu maksudnya!” kata Panglima Burung.

“HA! Kau pikir aku keliru, aku yakin benar, seyakin-yakinnya akan perbuatanku!” Warrior of the God tersenyum bangga.

“Terima kasih telah memberiku waktu beristirahat, kini aku merasa lebih segar dari seperti sebelumnya, apa kau akan bertarung denganku?” tanya Warrior of the God kepada Panglima Burung.

“Tentu saja,” jawab Panglima Burung mantap,”Namaku Panglima Burung, dari Pulau Dayak, Indonesia”

“Baik, agar aku ingat siapa yang telah kuhancurkan dalam perjuangan suciku ini!” Warrior of the God menampakkan wajah damai.

“Bagaimana dia tampak tenang dan damai dalam melakukan perbuatan kejinya?” Mega berkata.

“Karena dia merasa benar dalam melakukannya, dan yakin itu adalah jalan untuk menuju tuhan, mendapatkan surga sesuai kepercayaannya,” bisik Rangga.

“Begitu banyak kebodohan yang aku lihat dalam sejarah, dan ini adalah salah satunya,” Timox berkomentar sembari melihat tajam ke arah  Warrior of the God.

“DIAAAAM!” teriak Warrior of the God, suaranya membentuk gelombang energi yang menerbangkan batu-batu, bangunan-bangunan dari kayu, melontarkan gunungan mayat-mayat sangat jauh, dan manusia-manusia super yang tidak tahan terlempar menjauh dari area tersebut.

Timox ikut terlempar, mendadak tangannya dipegang oleh Mega, dan Mega juga sebenarnya ikut terhempas, tetapi dipegang oleh Rangga yang masih berdiri tegak,   Panglima Burung juga dengan tenang masih berdiri.

Adiyus tetap mampu berdiri karena energi pelindungnya bekerja untuk dirinya dan masih aktif juga melindungi area luarnya.

Rangga,”Adiyus, sebaiknya kau off-kan energi pelindung terluar, gunakan hanya untuk dirimu.”

ZRRRT!

Nampaknya Adiyus menuruti saran Rangga. Segera setelah perisai energi tidak ada lagi, manusia-manusia super lainnya yang mampu terbang turun, yang lainnya segera mendekati, membuat lingkaran besar, melingkari Rangga dan kawan-kawan serta Warrior of the God, seperti disengaja membentuk arena pertarungan.

“Kau terevolusi dengan lebih baik dari lainnya, itu yang sejauh ini aku tahu,” kata Panglima Burung.
“Evolusi? HA! Kau pikir aku percaya omong kosong ilmu pengetahuanmu? Ini adalah berkah, keajaiban!” jawab Warrior of the God.

“Kau kurang membaca buku tentang biologi, bukan kesalahanmu, pilihan hidupmu, dirimu adalah apa yang kau baca,” jelas Panglima Burung.

“DIAAAAM!” Warrior of the God menyerang dengan kekuatan penuh ke arah Panglima Burung.
BLETAK

Hantaman tangan Warrior of the God ditahan oleh Panglima Burung.

“WHAT THE …,” Warrior of the God tidak percaya, dari semua lawan-lawan sebelumnya, tidak ada yang mampu menahan pukulannya.

Panglima burung tersenyum, lalu memukul rahang Warrior of the God.

PRAAAKH!

Hantaman telak mengenai rahang, tak dapat dibendung oleh Warrior of the God, kecepatan tangan Panglima Burung tidak terlihat oleh mata Warrior of the God.

“Kau pikir kau mahluk paling kuat? Aku telah berperang tidak hanya di Bumi, tapi juga di planet lain, dan di galaksi lainnya,” Panglima Burung menjelaskan.

“Planet lain, galaksi lain?” Warrior of the God bertanya sembari memegang rahangnya.
“Kau kurang membaca buku selain kitab dari kepercayaanmu, ya ada planet lain, galaksi lain, dan jagad raya lain, tidak hanya Bumi, baca buku fisika dan astronomi,” jelas Panglima Burung.

“Omong kosong, Bumi ini datar, bintang-bintang hanya hiasan!” jawab Warrior of the God.

“Oh begitu ya? Kau bisa terbang, bagaimana kalau kita ganti pertarungan dengan lomba terbang ke angkasa luar, melihat Bumi itu datar atau cenderung membulat karena dilingkupi atmosphere,” tantang Panglima Burung.

Warrior of the God tercenung, ada keraguan.

“Sebelum perlombaan dimulai,” sela Adiyus.

“Kau lelah, perlu istirahat,” kata Adiyus,”aku asumsikan kau belum makan selama beberapa jam bukan?” kata Adiyus sembari menggerakkan tangannya, lalu mendadak di depan Warrior of the God muncul beraneka  makanan dan minuman di atas satu meja putih berukuran besar dengan tempat duduknya.

“Apa?” Warrior of the God keheranan.

“Apakah ini sihir?” Warrior of the God tidak percaya, dengan segera makanan dan minuman itu dia hancurkan dengan kekuatan energi perusaknya.

BAAAM

Makanan dan minuman tersebut menjadi debu dan kepulan asap terkena sinar energi penghancur dari Warrior of the God.

Anehnya, mendadak dari debu tadi menyatu lagi menjadi makanan dan minuman seperti sebelumnya.

BAAAM

Makanan dan minuman tersebut menjadi debu dan kepulan asap terkena sinar energi penghancur dari Warrior of the God sekali lagi.

Kali ini debu tadi menyatu lagi menjadi makanan dan minuman seperti sebelumnya, namun berada di depan Adiyus, dan Adiyus segera mengambil setangkai buah anggur dan memakannya.

Kemudian Adiyus menoleh ke arah orang-orang super yang telah disembuhkannya, ternyata mereka kembali bersimpuh menghadapnya, Adiyus mempersilakan mereka makan. Tidak berhenti di situ, Adiyus membuat makanan dan minuman di atas meja putih lainnya yang cukup untuk 200an orang.

Orang-orang yang bersimpuh tadi segera berjalan ke arah makanan dan minuman yang ada, mencicipinya,  kemudian dengan lahapnya mereka menyantap makanan yang ada di sana.

“Tidakkah kau lihat, itu bukan sihir,” kata Panglima Burung.

Adiyus melemparkan sebuah apel ranum dari tangannya ke arah Warrior of the God.

TEP

Kali ini Warrior of the God menerimanya.

Adiyus tersenyum saat Warrior of the God menggigit apel tersebut.

Gigitan kedua semakin cepat, rasa lapar mulai menyerang. Adiyus segera membuat satu set meja putih yang di atasnya ragam makanan dan minuman yang nikmat untuk disantap di depan Warrior of the God, lalu satu tempat duduk muncul tepat di belakang Warrior of the God.

Tanpa diminta lagi Warrior of the God duduk dan mulai menikmati makanan lainnya, kemudian muncul beberapa tempat duduk lainnya.

Adiyus bergerak dan duduk di kursi yang berada di depan Warrior of the god, kemudian Mega, Rangga, Timox, dan Panglima Burung mengikutinya, duduk di kursi yang sudah ada di sana.

Adiyus dengan sekali menggerakkan tangan, di depan orang-orang super yang melingkari mereka, bermunculan makanan dan minuman di atas meja yang juga membentuk lingkaran di depan mereka semuanya.

*

“Sepertinya cukup contoh beberapa darah manusia super karena organisme renik ini,” kata Prof. Habibie kepada Bokamoso.

“Iya, lebih dari cukup, ayo kita bergerak,” kata ilmuwan lainnya.

“Terima kasih atas kesediaanya dengan memberikan contoh darahnya, setelah ini silakan ke bagian pengurusan ID Card dan kostum sebagai pasukan perdamaian super,” kata Bokamoso.

Prof. Habibie bergegas menyusul beberapa ilmuwan lainnya ke ruangan lab. Sebanyak sembilan ilmuwan mengerjakan tugasnya secara bersama-sama, Prof. Habibie tampak gembira.

“Untuk mempercepat proses, ada baiknya minta bantuan komputer canggih dari kota Bunian,” bisik Maung Geulis kepada Prof. Habibie.

*

Di salah satu desa di Ngerulmud, Palau.

AAAAAARGH!
BLAAAAAR

Satu desa mendadak hancur karena ledakan energi di suatu area, di mana tertelungkup di tengah area ledakan.

Seseorang menggeliat, tampak sayap kelelawar muncul di punggungnya, tubuhnya berpijar seperti api, pertanda ledakan energi berasal dari sana.  Orang bersayap kelelawar itu mengerang, ke arah atas.

AAAAAARGH!

Ledakan berikutnya terjadi, lebih luas jangkauannya dari ledakan sebelumnya.

Bersambung....


Cerbung ini ada di majalah AN1MAGINE Volume 3 Nomor 9 September 2018 eMagazine Art and Science yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


“Menerbitkan buku, komik, novel, buku teks atau 
buku ajar, riset atau penelitian di jurnal? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 
website an1mage.net www.an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage