CERMIN: TEBASAN TERAKHIR

https://i.ytimg.com/vi/oUv_uPXPJdU/maxresdefault.jpg

TEBASAN TERAKHIR
Dee Dee: helwyna@yahoo.com


Langkahku makin lamban, telingaku makin awas. Langkah mereka makin tegas, stabil, dan aku tahu betul mereka akan segera membalapku. Kurasakan pakaianku makin berat dan hujan tidak membantu aku bergerak lebih baik. Aku tahu pasti akan mudah mereka menemukanku, jejak darah yang kutinggalkan kelewat jelas. Sial!

Bukankah aku sudah berusaha sebaik mungkin menghindari masalah?
Bukankah aku sudah mengikuti peraturan klan agar dapat membaur dengan kalangan manusia?
Bukankah aku sudah mengubah penampilanku agar jauh dari kesan seram?
Bukankah aku sudah berdoa sedemikian keras agar tidak lagi diburu?

Terengah-engah aku akhirnya memutuskan berhenti berlari, kusandarkan diri di bawah pohon oak nan tinggi. Aku letih, terluka, kehabisan darah. Bajuku tak lagi jelas rupanya.

Rok merah muda yang kukenakan sudah berubah hitam dampak darah dan tanah lumpur yang kuterabas untuk menghindari mereka. Aku menyerah. Cukup. Sudahlah. Cukup.

http://www.reevolveclothing.com/wp-content/uploads/2018/05/quality-pictures-of-rabit-15-intriguing-animals-that-start-with-the-letter-r-rabbit.jpg

Seekor kelinci muda mengintip tak jauh dari pohon di mana aku beristirahat. Terlihat lembut, terlihat empuk, terlihat …, enak. Sekali sambar, kudapatkan si kelinci. Kupatahkan lehernya dan kupisahkan kepala dengan tubuhnya.

Lahap kugigit dan mengunyah tubuh si kelinci. Kematiannya singkat, harusnya tidak apa-apa. Kusesap darahnya sekalian untuk mengisi kembali tenaga tubuh. Sudah cukup lama tidak kurasakan darah dan daging segar. Haruskah kumulai kembali?

Langkah kaki awas terdengar tak jauh dariku saat aku selesai memakan si kelinci. Kutampung air hujan di kedua tangan, menangkupkannya ke wajahku yang lengket dengan darah kelinci, mengumpulkan kembali diriku.

Tampaknya harus kuterima bahwa makhluk sepertiku akan tetap diburu walaupun tidak memangsa manusia. Memang nasib Lycan begitu mirisnya, menghindari memakan manusia, toh tetap saja akan diburu.

Aku pun berdiri tegap, membuang sisi ‘ingin diterima manusia’ dan mulai menerjang satu persatu. Meremukkan tengkorak dan memburaikan isi perut. Diantara mereka yang memburuku, kusadari lelaki manusia pujaanku turut mengarahkan pedang kepadaku.

Sekali tebas, kepalanya terpisah dari tubuhnya. Kukecup bibir lelaki yang pernah kusukai. Biarlah aku tetap menjadi aku, Tuhan sekalipun tak bisa membantuku.

Dee Dee terinspirasi dari karya @Idrus J. Eko


Cermin ini ada di majalah AN1MAGINE Volume 3 Nomor 9 September 2018 eMagazine Art and Science yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


“Menerbitkan buku, komik, novel, buku teks atau 
buku ajar, riset atau penelitian di jurnal? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 
website an1mage.net www.an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage