CERMIN: DOA YANG TERJAWAB

https://iyakan.com/wp-content/uploads/2017/01/Harapan-Hidup-Gelandangan-Sangat-Rendah..jpg

DOA YANG TERJAWAB
Bagas: +62 821-1103-3355


Tak banyak yang mengenal Juned di perempatan itu, penjaja makanan, koran, pengemis, serta tukang becak yang mangkal di seputaran perempatan itu selalu menggeleng jika ditanya tentang asal usul dan keberadaan keluarga juned.

Bocah kecil yang usianya sekitar 8 tahunan itu seperti terlahir dari aspal jalanan, dibesarkan oleh belaian angin serta timangan debu-debu, Juned ditempa oleh kerasnya kehidupan, dia akan muncul sebelum kehidupan di perempatan itu mulai bernapas, dan menghilang saat sepi perlahan mulai menyelimuti jalan itu.

Tak ada yang tau dari mana arah datangnya, dan kemana arah kepulangannya.

Aku bersiap untuk salat magrib, bergegas untuk menutup toko elektronik milikku yang letaknya tak jauh dari perempatan di mana Juned sering terlihat beraktivitas.

Dari toko inilah aku selalu memerhatikan Juned setiap harinya, setiap langkah-langkah perjuangan hidupnya, dan itu berjalan  selama hampir setahun lamanya. Aku hanya memerhatikan, tanpa menghampiri, tanpa bertanya atau bertegur dan menyapa.

Hari ini hari pertama bulan ramadan,saat magrib adalah saat-saat yang paling ditunggu oleh semua umat muslim di dunia.
Momen di mana rasa lapar dan dahaga terlepas sudah dengan menikmati hidangan takjil dan santapan berbuka puasa.

lni adalah hari pertama aku keluar dari toko di saat magrib, aku memang selalu pulang ke rumah setelah asar, dan sampai di rumah sebelum magrib.

Hal ini aku jalani selama hampir satu tahun setelah aku memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaanku selama 15 tahun sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah swasta di kota ini.

Aku mencoba untuk berwiraswasta membuka toko elektronik yang sudah berjalan hampir satu tahun ini, Aku ingin fokus menemani istriku yang dua tahun belakangan ini sedang menjalani terapi kehamilan, karena saat ini selama 13 tahun berumah tangga, aku belum memiliki keturunan.

Setelah semua selesai dibereskan, aku menuju masjid yang keberadaannya tak jauh dari perempatan di mana Juned selalu beraktifitas menjual yang bisa dia jual, dari minuman mineral, koran, dan sebagainya.

Inilah pertama kalinya dalam kurun waktu setahun aku melihat Juned dari jarak yang sangat dekat, persis di bawah pohon besar yang terletak di pinggir masjid, di antara lalu lalang orang-orang yang hendak menuju masjid yang selalu menyediakan takjil untuk berbuka puasa, terlihat Juned acuh dengan kondisi sekelilingnya.

Dia sibuk dengan uang recehan yang sedang dihitungnya keping demi keping, lembar demi lembar. Celananya yang kumal,dengan baju yang sudah berlubang di sana sini, terlihat jelas wajah Juned yang sangat mungil dan polos.

Aku tidak beranjak dari hadapan Juned, ada keinginan untuk mendekati, menegurnya dan berbincang-bincang dengan bocah ini, tapi azan sudah berkumandang, aku urungkan niat itu, tapi aku sempatkan merogoh kantung celanaku dan mengeluarkan selembar uang 20 ribuan, lalu aku sodorkan ke tangan Juned.

" lni de' …, untuk berbuka puasa," ucapku. Sungguh di luar dugaan,Juned menolak pemberianku.

"Maaf om,saya bukan pengemis," aku tersentak mendengar ucapannya, belum sempat aku berpikir banyak, Juned sudah melangkah pergi meninggalkan aku dengan kekaguman dan kebingunganku..

Aku bergegas keluar dari masjid, setelah selesai salat dan memakan beberapa buah kurma serta takjill lainnya. Aku kembali ketempat di mana Juned berada, tapi orang yang aku cari sudak tidak ada di tempat.

Dari beberapa orang yang ada di dekat tempat Juned berada, aku coba tanyakan ke mana anak itu pergi, tapi semua menggeleng, semua menjawab tidak tahu.

Entah kenapa aku seperti kehilangan, aku teringat saat salat magrib tadi, bayangan wajah Juned selalu membayang di pikiranku.

Ya, selama 15 tahun aku memohon serta memanjatkan doa di dalam salatku, meratap meminta kepada Allah diberikan keturunan dalam rumah tangga kami, baru di hari ini, di bulan yang suci ini, di dalam salat, dan doa-doaku, hadir bayang-bayang wajah seorang anak, Juned.

"Ya Allah …, apa ini jawaban atas semua doa-doaku selama ini? Engkau hadirkan sosok Juned agak aku sadar, memelihara, merawat, menafkahi, mendidik seorang anak adalah suatu pahala yang akan terus mengalir meski kita sudah meninggalkan dunia ini.

Dan pahala itu terus mengalir dari doa-doa anak-anaknya siapa pun dia. Yang terlahir dari darah daging kita, atau bukan. Allah tidak mengenal anak tiri, anak asuh, atau anak pungut, yang Allah ganjar adalah perbuatan dan amal-amal baik yang kita perbuat dan lakukan kepada anak itu.


Memelihara, mendidik, menafkahi anak kandung atau bukan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, agama, juga bangsanya, memiliki pahala yang sama besarnya di mata Allah. Dan kita akan terus menuai pahalanya dari doa-doa mereka meski kita sudah meninggalkan dunia ini.

Azan salat isya berkumandang, aku tersadar dari lamunan.

Di bawah pohon besar dekat masjid ini, tempat Juned menghabiskan paruh waktunya, hatiku seperti dihantam dari kebutaan, betapa selama ini aku begitu rajin beribadah dan berdoa dengan kesabaran memohon kepada Allah untuk diberi keturunan, aku tidak sadar sama sekali, bahwa pahala itu ada di luaran sana.

Juned adalah salah satu dari sekian banyak anak yang bisa menjadi ladang pahala ku,"Ya Allah .., ampuni hamba …, yang terlalu egois meminta kepadaMu, sementara mata dan hatiku sudah buta, sesungguhnya telah Engkau sediakan apa yang aku inginkan".

Tanpa terasa air mata ini menetes, terima kasih Juned, kamu bukan saja ladang pahala bagiku, kamu juga sudah membuka hatiku dari kebutaan ....

Rumah berwarna cat biru itu tidak terlalu besar, tapi terlihat begitu sejuk, asri dan bercahaya. Terlihat seorang ibu dengan dua anaknya sedang bercengkerama bahagia, ada ketulusan cinta yang besar di antara mereka.

Anak yang besar laki-laki berumur 10 tahun yang kecil perempuan berusia 2 tahun. Itulah rumahku, dengan istri dan kedua anakku sebagai pelita kehidupannya, dan Juned adalah anak sulungku, ladang pahalaku, dan keberkahanku .…


Cermin ini ada di majalah AN1MAGINE Volume 3 Nomor 9 September 2018 eMagazine Art and Science yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


“Menerbitkan buku, komik, novel, buku teks atau 
buku ajar, riset atau penelitian di jurnal? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 
website an1mage.net www.an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage