KOMODO: External Instant Evolution di An1magine Volume 3 Nomor 3 Maret 2018


EVOLUSI INSTAN MANUSIA SECARA EKSTERNAL
M.S. Gumelar


“Sebanyak dua ratusan android keamanan yang dikerahkan, tetapi tidak membuat perampok bank berkekuatan super itu lelah, satu demi satu android keamanan itu hancur, terkena hantaman kuat perampok tersebut!”

“Saya Nawa sedang menyiarkan secara langsung di Surabaya, area Tunjungan Plaza!” Seorang reporter dari Chanel 6 sibuk menjelaskan apa yang terjadi di saat itu secara live.

Mendadak satu android rusak terlempar mengenai Nawa, reporter tersebut, tubuh Nawa terpental karena hantaman android yang mengenainya, dan seketika pingsan dengan nafas terlihat tersengal-sengal.

Kameraman seperti panik, lalu kamera jatuh, terlihat kamera masih merekam kejadian perampokan bank tersebut.

Seorang polisi mendekati reporter yang pingsan, dan menyeretnya menjauh. Beberapa polisi lainnya bergerak mendekati area sembari menembakkan senjatanya, beberapa android dukungan tambahan yang baru berdatangan ke area tersebut.

BLAAAAAAAAAAAAAAR!
AAAAAARGH!

Mendadak para android dan polisi berkelojotan  dengan tubuh hangus, sepertinya perampok tersebut mengeluarkan kekuatan sejenis ledakan api atau sejenisnya.

Hal tersebut membuat perampok dengan leluasa mengambil uang yang masih utuh dan lantakan emas yang ada di brankas tersebut, setelah karung bawaannya penuh dengan segera perampok tersebut melesat terbang menembus kaca.

PRAAANK!

Perampok tersebut melesat dengan cepat dan kemudian telah tidak terlihat lagi di langit.

*

“Tidak adakah orang planet lain atau mutan di Surabaya yang baik?” kata Selo.

“Dan yang paling parah, teknologi yang kita beli, para android keamanan habis hanya untuk dihancurkan oleh manusia dengan kekuatan super!” lanjutnya.

“Mahaaaaaal!” kata Selo dengan penekanan.

“Sudah saatnya kita jalankan rencana B” kata Maung Bodas.

“Setuju, jangan habiskan uang rakyat untuk membeli android lagi, paling tidak kita harus sudah mampu membuat sendiri, bagaimana kelanjutannya Geulis?” kata Selo.

“Sudah berjalan proses reverse engineering untuk android versi desain kita sendiri, dalam waktu 2 bulan ini produksi akan dimulai dari prototipe yang telah dibuat, kali ini menggunakan metal jenis yang lebih kuat, karbon alloy, setara dengan kekuatan dari Karbin, karena dia ikut terlibat dalam beberapa hari ini” kata Maung Geulis.

“Bagus Geulis, kini dari software face detection, bagaimana hasilnya?” Tanya Selo.

“Eh Pak Presiden, ada lebih dari satu juta variasi potensi pelaku dari analisis wajah yang ditemukan oleh komputer, karena wajahnya menggunakan topeng besi di area wajah depan, sehingga hanya mata, mulut, dahi, rambut, dan leher saja yang terlihat” kata seseorang berkacamata.

“Berapa lama untuk mengecek keakuratannya?” satu juta lebih masih variasi yang sangat banyak, pastikan minimal 100, bisakah?” tanya Selo.

“Uh oh maaf Pak Presiden, sepertinya belum bisa, maaf!” orang tersebut tertunduk.

“Cukup, kalau begitu, silakan koordinasi dengan bagian kepolisian reserse, lacak sejuta lebih variasi orang tersebut, dan cari tahu gelagatnya, sehingga mempercepat proses!” kata Selo.

“Baik Pak Presiden , akan kami lakukan” orang tersebut bergegas keluar sembari menyeka keringatnya.

“Kini masalah pajak, saya mau semua daerah untuk pajak dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pelayanan kesehatan, asuransi, pendidikan, dan pensiun secara gratis, karena saya masih mendapat laporan ada daerah yang tidak mengembalikannya sampai detik ini!” kata Selo.

“Tapi Pak Presiden…” kata seseorang  bagian pajak.

“Tidak ada tapi, pemerintah kita sebelum saya telah lama memeras rakyat atas nama pajak untuk negara, tetapi pengembalian pajak kepada mereka tidak ada, tidak ada laporan kepada rakyat pajak tersebut digunakan untuk apa?”

“…setiap tahun anggaran tidak jelas pajak ke mana, tetapi hutang lagi-hutang lagi kepada luar negeri untuk dana pembangunan, tetapi pembangunannya apa juga tidak jelas, sudah saatnya dihentikan dipemerintahan yang saya pimpin!” bentak Selo.

“Hentikan penarikan asuransi dan jaminan sosial tenaga kerja sejenis… aturan dari pemerintah sebelumnya, sebab seharusnya asuransi dan jaminan sosial tersebut gratis dari pajak!” bentak Selo.

“Kepres saya telah jelas tentang semua hal itu!” dengan tegas Selo mengatakannya sembari matanya melihat satu demi satu para menteri dan pegawai tinggi negara lainnya yang hadir saat itu.

Semua terdiam, tertunduk saat mata Selo melihat ke wajah mereka.

*

“Siapa sebenarnya pelaku tersebut?” tanya Maung Bodas.

“Entahlah, aku sudah berusaha melacaknya, tetapi ada potensi kekuatannya hebat, yaitu dia bisa terbang, sedangkan aku, ke mana-mana harus menggunakan alat transportasi, ke luar pulau, harus menggunakan pesawat, tidak cukup cepat untuk mengejarnya” jawab Karbin.

“Hm… apakah kau perlu tambahan orang sebagai tim di bawahmu?” tanya Maung Bodas.

“Ya, aku perlu seseorang yang bernama Timox, dia pelintas ruang dan waktu, dia punya kemampuan teleport” kata Karbin.

“Kalau begitu, bawa dia ke sini, berapa pun bayarannya tidak penting, yang penting kau bisa meringkus siapa pelaku tersebut?” kata Maung Bodas.

“Masalahnya, aku tidak tahu di mana Timox berada…” keluh Karbin.

“Kau ini bodoh atau apa? Kalau dia penjelajah ruang dan waktu, tinggal kamu buat aja berita: Dicari Timox, segera datang ke tempat pertemuan di masa kini, tanggal dan jam berapa, postingkan di internet, dia akan melihatnya di masa manapun selama ada internet!” kata Maung Geulis.

“Ah… Genius!’ puji Karbin.

*

“Terima kasih Rangga atas bantuannya dengan mengusakan aku masih dapat bekerja di Bu Istiana, bahkan kini Bu Istiana telah menerapkan gaji secara per jam mengikuti aturan dari pemerintahan Selo Adimulyo” kata Dita.

“Sama-sama, aku harap bila suatu saat Tiara kembali menemuimu, ada baiknya kau jangan memarahinya, bilang saja agar ketemu aku, aku punya pekerjaan untuknya, aku tahu dia membantumu, tapi sayangnya, caranya salah” kata Rangga.

“Iya, akan saya lakukan!” kata Dita.

“Baiklah, sampai jumpa lagi Dita” kata Rangga.

BRUUUUUM

Rangga menggunakan motornya dan melaju ke suatu tempat.

Dita melihat Rangga melaju menjauh dari rumahnya.

ZAAP

Tiara muncul di belakang Dita.

Dita menoleh dan tersenyum pada Tiara.

*

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali.

“Terima kasih” kata seorang gadis kepada pramugari pesawat Elang Air.

“Sama-sama” kata pramugari tersebut.

“Eh maaf” kata gadis tersebut secara tidak sengaja menyenggol gelas kopi yang dipegang oleh penumpang di sebelah kanannya dengan siku dari penumpang di sebelahnya.

“Oh… ha ha ha, tidak apa-apa” kata pria tersebut.

“Sepertinya terburu-buru?” tanya pria tersebut sembari membersihkan tumpahan kopi di celana jeans di area pahanya.

“Terlihat ya? Maaf ya” kata gadis tersebut sembari membenahi duduknya dan memasangkan seat belt-nya.

Pramugrari memberikan beberapa tisu kepada pria tersebut.

“Terima kasih” kata pria tersebut kepada pramugari tadi.

Pramugrari tersebut tersenyum dan bergerak ke area lainnya.

“Namaku Randy” kata pria tersebut sembari menikmati sisa kopi yang masih ada di gelas plastik tadi.
“Oh… saya Mega” kata gadis tadi sembari melihat sebentar ke Randy.

“Kopi adalah salah satu minuman kesukaanku…” Kata Randy melirik Mega dan kemudian melihat ke depan.

“Oh… maaf, sepertinya nanti akan saya ganti saat turun dari pesawat” kata Mega.

“Ha ha ha tidak perlu, saya akan minta lagi nanti ke pramugarinya, gratis kok” kekeh Randy.

“Oh benaaar…” kata Mega mengiyakan.

“Balik ke Jakartakah?” tanya Randy.

“Iya, ke Tangerang” jawab Mega.

“Tangerang ya, saya pas di Jakartanya…” kata Randy.

Mega tersenyum tanpa menjawab apa pun.

Kapten pesawat memberitahukan sebentar lagi pesawat akan take off.

“Ah akhirnya berangkat juga” kata Randy.

Mega diam.

*

Kediaman Prof. Habibie.

“Bagaimana caranya menghentikan kejahatan manusia super ini ya? Kau cuma satu, sedangkan penjahatnya bisa lebih jumlahnya?” kata Prof. Habibie.

“Entahlah Prof… aku sendiri memikirkan hal ini…” jawab Rangga.

“Apalagi tidak setiap orang siap memiliki kekuatan super, kebanyakan bila tidak siap, hanya melakukan kejahatan saja di kepalanya” kata Prof. Habibie.

“Aku juga sebenarnya masih memikirkan itu Prof, lebih enak menjadi penjahat dengan kekuatan super ini, bebas semaunya… sama seperti singa memakan satwa lemah seperti rusa, tidak ada yang salah di sana” Rangga menjawab dengan jelas.

“Ya hukum alam, yang kuat memangsa yang lemah, sepertinya itu yang memang berlaku secara umum” Prof. Habibie menambahkan.

“Tapi sayangnya kita ini manusia, eh… tepatnya satwa yang lebih dahulu terevolusi secara tubuh, otak, dan pikiran, seharusnya kita saling peduli dengan lainnya, melebihi satwa lainnya bukan?” tanya Prof. Habibie.

“Entahlah Prof. saya juga dulu berpikir kita lebih tinggi dari satwa, namanya manusia, makanya ada agama, kita tidak seperti satwa, tapi nyatanya….”

“… Ada banyak orang yang mengaku beragama dan bertuhan menyebut dirinya manusia bukan satwa, malah mereka membunuh atas nama tuhan, teroris religius contohnya, sama juga akhirnya seperti satwa… manusia saling membunuh untuk surga, atas nama tuhan yang katanya maha kuasa, tetapi kenapa tuhan yang maha kuasa tadi malah dibantu manusia? Lalu di mana letak maha kuasanya, biarkan saja tuhan yang mengatasinya!” kata Rangga terlihat kesal.

“Oh aku tahu sekarang, oleh karena itu kau beraksi sok menggantikan tuhan dengan kekuatanmu?” Prof. Habibie mendekat ke Rangga dan melihatnya.

“Entahlah Prof, aku merasa mungkin itu salah satu caranya tuhan untuk menolong mereka, melalui tanganku!” jawab Rangga.

“Kenapa tidak kau ceramahi saja para penjahat yang punya kekuatan super itu, lalu kenapa mereka tidak berlagak sok jadi tuhan seperti kamu?” Prof. Habibie menegaskan.

“Entahlah Prof, karena kadang aku juga berpikir seperti mereka, kenapa hidup susah kalau sudah jadi singa? Tinggal makan saja para rusa itu, kan ini hukum alam, hukum rimba!” Rangga menggaruk kepalanya, lalu bergerak ke dekat jendela besar yang ada pemandangan tamannya, tempat favorit dia berdiri bila sedang galau,

“Bagaimana kalau singa-singa itu terlalu banyak Rangga? Bukankah keseimbangan alam menjadi goyah? Kalau rusa habis dan satwa sejenisnya habis, para singa makan apa?” Prof. Habibie mendekat di belakang Rangga.

*

Istana negara, Jakarta.

“Lapor Pak Presiden, potensi pelaku telah  teredam dari satu juta lebih kini telah tereduksi menjadi sekitar 150 orang saja” kata orang berkacamata yang dulu pernah melaporkan face detection terhadap pelaku perampokan di Tunjungan Plaza.

“Bagus, lanjutkan sampai terseleksi siapa pelaku sebenarnya, aku mau secepatnya!” jawab Selo.
“Baik Pak Presiden!” kata orang tersebut lalu segera ke luar ruangan.

“Apakah ini saatnya membentuk pasukan khusus?” tanya Maung Bodas.

“Ada baiknya iya, minimal lima atau sepuluh orang super, entah mutan atau mahluk dari planet lainnya, kita tidak perlu menunggu para penjahat super melakukan aksinya lagi” kata Selo.

“Baik, aku akan lakukan registrasi dan mengumpulkan manusia mutan dan alien yang mirip manusia untuk membantu krisis ini” kata Maung Bodas.

GLAAAAAAAAAAAR
DAR
DAR
DAR
DAAAAR

Mendadak di istana di area sayap kanan terjadi ledakan hebat, disertai suara tembakan

*

Sesosok manusia menggunakan topeng besi di area wajahnya, hanya area mata, mulut, dan terlihat lobang untuk bernafas di area hidung, topeng diikat ke belakang menggunakan tali hitam.

Sosok itu berjaket hitam dengan kaos warna putih dan celana jeans belel warna biru tua terlihat berjalan tenang dengan kedua tangan yang menyala mengeluarkan energi api dan peluru meluruk tubuhnya, tetapi tampaknya orang tersebut kebal.

Peluru bahkan membal ada yang mengenai para penembaknya sendiri.

ARRRRG
BRUKH
AAAAAAAGH
BRUKH

Beberapa penjaga istana yang terkena peluru yang mental berjatuhan.

“Hentikan tembakan, dia kebaaal!” teriak salah satu penjaga istana.

“Mana Presiden Selo!” kata orang tersebut.

“Saya di sini” kata Selo.

Mendadak para penjaga istana segera membentengi Selo, dan senjata siap ditembakkan.

“Hah rupanya berani juga kau keluar!” kata orang tersebut.

“Kenapa tidak, apa keperluan Anda?” tanya Selo.

“Aku menuntut kesejahteraan rakyat kecil!” kata orang tersebut.

“Bukankah sedang saya lakukan dengan berbagai peraturan baru yang telah kukeluarkan?” jawab Selo.

“Tidak cukup hanya peraturan, tapi tindakan nyata!” kata orang tersebut.

“Tindakan nyata seperti apa yang Anda maksudkan?” tanya Selo.

“Aku masih melihat banyak rakyat kecil yang makan susah, tidak punya kerjaan, dan kesulitan biaya hidup untuk sekolah dan kesehatan!” kata orang tersebut.

“Lalu apakah itu membuat Anda membenarkan dengan merampok?” tanya Selo.

“Bila itu yang harus dilakukan untuk membantu mereka, iya!” jawab orang tersebut.

“Saya tidak setuju, ada banyak cara membantu mereka!” jawab Selo.

“Dengan Kepres? Dengan aturan baru dari pemerintah? Tidakkah kau lihat yang rusak tidak hanya para petinggi pejabat pemerintah, tapi kebobrokan itu sudah mengakar ke pegawai negeri tingkat yang paling rendah. Mereka semua layak untuk dibantai” kata orang tersebut.

“Saya tahu itu, makanya saya melakukan perombakan, secara bertahap dari aturan, dari system, lalu menggantikan orang yang buruk secara bertahap dari atas sampai pegawai yang paling bawah tingkatannya!” jawab Selo tegas.

“Ya aku lihat kau telah melakukan perombakan yang lebih baik, tapi masih kurang cepat, lakukan lebih cepat lagi!” kata orang tersebut.

“… Atau aku akan bantai pegawai tingkat tinggi sampai tingkat bawah secara bertahap pula!” kata orang tersebut mengancam.

“Saya dengar ancaman Anda, akan saya lakukan dengan cepat memperbaiki keadaan, beri saya waktu lagi!” kata Selo.

“Waktu adalah hal mahal yang kau tidak memilikinya dalam waktu lama, aku beri kau waktu tiga bulan untuk menyelesaikan semua tuntutanku, lakukan dengan bijak dan cerdas!” kata orang tersebut.
“Baik, Anda memberi saya waktu yang sempit, tetapi akan saya lakukan sebisanya” kata Selo menyanggupi.

“Bagus, kalau tidak berhasil, aku Dewandaru akan membumi hanguskan istana ini dengan apiku dan aku akan merebut kekuasaanmu seperti yang dilakukan Cleopatra dulu, camkan itu!” kata Dewandaru.

“Saya berjanji!” kata Selo.

SWOOOOOSH

Orang itu mendadak terbang dan meluncur dengan cepat menjauhi istana negara dan menghilang dikejauhan seperti meteor, sesuai julukannya Dewandaru.

*

“Sepertinya dia baik, ala Robin Hood, merampok orang kaya dan memberikankanya ke orang yang tidak mampu” kata Maung Geulis.

“Baik? Kau pikir memberi pertolongan secara ekonomi begitu saja kepada orang yang tidak mampu akan membantu mereka? Mitos ini yang harus dihapuskan dari kepala tiap orang, yang ada mereka akan malas untuk berusaha dan bekerja” jelas Selo.

“Maksud anakku… sifat orang itu sebenarnya baik, bukan impak dari dia memberikan bantuan hasil rampokannya ke orang yang tidak mampu” kata Maung Bodas.

“OK maafkan aku Maung Geulis, kupikir dia benar, ada aturanku yang belum berjalan baik di beberapa daerah, bagaimana caranya agar mereka dapat menerapkan aturan kita tanpa kita mengawasinya?” tanya Selo.

“Penjahat diawasi pun akan tetap melakukan kejahatan!” kata Maung Bodas.

“Solusinya apa?” tanya Selo.

“Aku setuju sama Dewandaru, habisi mereka semua” jawab Maung Bodas.

“Ah kau ini, seriuuuuus!, tidak semuanya pasti koruptor, ada juga yang cuma jadi tumbal saja, koruptor yang lebih besar yang masih ongkang-ongkang kaki menikmatinya bahkan saat kita berbicara saat ini” Selo kesal.

“Aku punya solusi” celetuk Maung Geulis.

“Ah anakmu selalu punya solusi, bukankah hebat” kata Selo kepada Maung Bodas sembari melihat ke Maung Geulis.

*

Summarecon Mall Serpong, area downtown walk.

“Terima kasih sudah datang… Timox” kata Karbin.

“Ah kalau aku tidak mencoba iseng mencari namaku di internet di masa depan, empat ratus tahun dari tahun ini, aku mungkin tidak akan datang!” kata Timox.

“Tapi kau di sini bukan, terima kasih kau telah datang” kata Karbin.

“Aku ke sini meninggalkan tugas dari Genetix, jangan sia-siakan waktuku ya” kata Timox.

“… tidak akan banyak yang tahu kau pergi ke masa ini, kau akan kembali sekitar satu detik kemudian di masa depan setelah ke sini, padahal kau sebenarnya telah menghabiskan waktu lama di era ini” kata Karbin.

“Ah kau mengerti benar konsep waktu ya, lama tidak jumpa sejak sekitar 500 tahun lalu Karbin, nama dulu Mas Karbin lalu jadi Mas Karebet, senang bertemu lagi” kata Timox.

“Senang bertemu lagi denganmu Timox, manusia sakti mandraguna, dewa ruang dan waktu” puji Karbin.

“Ha…ha…haaa….kau berlebihan Karbin, kali ini apa yang bisa aku bantu?” tanya Timox.
“Tugasnya ringan, tetapi biayanya yang perlu kita nego” kata Karbin.

“Ah…jangan kau beri aku emas dan permata lagi seperti masa lalu, tidak berguna di masa depan, sejak manusia mencapai Yupiter dan Saturnus, berlian dan emas sudah tidak berguna lagi” kata Timox.

“Whaow akhirnya kau tahu, jadi uang kredit di masa depan konversinya apa di masa ini?” tanya Karbin.

“Uang juga, tapi ditabungan yang kau buat di masa ini dan aku berikan nama nenek moyangku yang ada di zaman ini ya, kau berikan ke mereka, pada akhirnya akan sampai padaku di masa depan, dan otomatis terkonversi ke mata uang di masaku, bagaimana?” tanya Timox.

“Kau percayakan padaku nenek moyangmu?” tanya Karbin.

“Aku percaya, kau orang baik, tidak akan membunuh mereka, aku akan tetap ada, karena kau perlu aku di masa ini bukan? Kalau tidak, aku tidak akan muncul sekarang” kata Timox.

“Genius” kata Karbin.

*

Sanggau, Kalimantan Barat.

“Evolusi manusia selanjutnya seperti apa di masa depan?” kata seorang siswa kepada guru biologi di SMA Keling Kumang.

“Ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut?” tanya guru biologi dikembalikan ke siswanya lagi.
“Jadi burung Pak, seperti malaikat, bisa terbang!” kata salah satu siswa.

“Bagus Puyang, ada lagi yang mau menjawab?” tanya guru biologi tersebut lagi.

“Jadi lebih kecil dan pendek atau ke ukuran kurcaci, karena bumi semakin besar Pak” kata salah satu siswa.

 “Bagus Kumang Dera, ada lagi?”

Guru biologi tadi menunggu, setelah beberapa tidak ada jawaban.

“Baiklah, ada kemungkinan yang dikatakan teman-temanmu tadi benar” kata guru biologi tersebut.
“Ada evolusi internal yang murni muncul karena secara alami dari dalam diri mahluk itu sendiri secara turun temurun…”

“… ada juga evolusi eksternal, dari luar, seperti menambahkan sayap burung ke tubuh manusia dengan…. ”

“Rekayasa genetik!” kata salah satu siswa.

“Benar sekali Romba” kata guru biologi tersebut.

“Ada juga evolusi campuran internal dan eksternal…” kata guru biologi tersebut.

Guru biologi tersebut kemudian berhenti berbicara setelah melihat seseorang berdiri di dekat jendela di luar kelas melihatnya.

“Anak-anak, hari ini kelas saya bubarkan lebih awal, pelajari Bab lima ya tentang mutasi di pertemuan berikutnya kita diskusikan” kata guru biologi tersebut.

“Iyaa buuuu” para siswa serempak menjawabnya.

*

“Setiap kau datang, pasti ada masalah genting, kali ini masalah apa?” tanya guru biologi tersebut kepada Maung Geulis.

“Seperti biasa, diperlukan pasukan khusus para pendekar sakti, sama seperti di masa lalu, hanya kali ini para penjahat saktinya lebih banyak, begitu beritanya Kumang” kata Maung Geulis.

“Jangan panggil nama asliku, itu sudah masa lalu!” kata Kumang.

“Baiklah, kini siapa namamu?” tanya Maung Geulis.

“Elisabeth Bertha Mering” kata Kumang.

“Baiklah Bertha,ayo kita ke area yang lebih nyaman untuk aku cerita” kata Maung Geulis.

*

“Begitulah ceritanya” kata Maung Geulis.

“Tidak ku kira ada lebih banyak manusia sakti atau super di masa ini yang bermunculan” kata Kumang.

“Yang kami perlukan adalah pasokan teknologi dan para pendekar sakti baik hati di masa lalu pernah juga ikut turun gunung dalam mengamankan nusantara, kini kembali untuk turun gunung” kata Maung Geulis.

“Teknologi Bunian jauh melebihi teknologi manusia di Bumi, area kami akan terekspose seperti dulu lagi, bukankah ini buruk?” Kumang galau.

“Bukankah sudah perjanjian sejak dulu kala kalau diperlukan Orang Bunian muncul dan membantu, bahkan kalian kalau kalian perlu para pejuang baru, kalian mengambil dari manusia-manusia di sekitar nusantara ini juga bukan? Salah satu lulusannya adalah aku” kata Maung Geulis.

“Ya itu ada benarnya, tetapi mereka punya aturan tidak akan kembali lagi ke bergaul dengan manusia pada umumnya dan dilarang menceritakan tentang Bunian” kata Kumang.

“Bunian menjadi legenda… luar biasa” kata Maung Geulis.

“Bukan legenda, tapi mitos!” kata Kumang.

“Yeah legenda dan mitos apa bedanya?” cibir Maung Geulis.

“Ada, legenda berdasarkan cerita sesungguhnya, mitos berdasarkan kepercayaan, banyak tidak benarnya” kata Kumang.

“Bukankah aku tahu dengan pasti Bunian itu ada, berarti itu legenda” kelit Maung Geulis.

“Tidak, hanya orang seperti kamu yang tahu Bunian itu ada, yang lain tentu saja tidak, mitos” kata Kumang.

“Eh… baiklah, kau benar” Kata Maung Geulis.

“Gini Geulis, aku rasa aku tidak bisa sendiri, aku perlu bantuan orang sakti eh orang super lainnya, aku perlu Keling, Panglima Kilat, dan Panglima Burung” kata Kumang.

“Baiklah tidak masalah, Panglima Kumbang siap membantu!” kata Maung Geulis.

“Ha ha ha kau masih ingat julukanmu ya, baguslah kalau begitu” kata Kumang tertawa lepas.

*

KRAAAAAKH

Mendadak pesawat yang ditumpangi Mega seperti menabrak sesuatu di udara.

Pesawat oleng, ternyata sayapnya patah satu, pesawat berputar-putar di udara, kapten pesawat berusaha mengendalikan, tetapi tidak berhasil.

Penumpang panik, mual, dan ada yang muntah seketika karena badan pesawat terus berputar, ada yang berteriak, ada yang berdoa menyebut nama tuhan.

Dengan kecepatan tinggi pesawat Elang Air menukik tajam sembari tetap berputar karena tidak seimbang.

KRAAAAKH

Sayap pesawat satunya yang tersisa juga patah, tetapi bukan karena tekanan yang tidak seimbang, karena ada seseorang dengan kekuatan super mematahkan sayap tersebut.

Pesawat semakin meluncur cepat.

BRAAAAKH

Orang super tadi melesat dan menabrakkan tubuhnya menembus dinding samping badan, lambung pesawat.

Mendadak tekanan udara drop, dan masker oksigen berjatuhan dari tempatnya, para penumpang tidak sempat mengambilnya karena pesawat masih berputar-putar tanpa sayap, dan lubang besar menganga di tubuh pesawat itu di kanan kirinya.

Mega yang tempat duduknya dekat dengan lubang menganga tersebut berusaha tidak terseret ke luar angin yang menderu.

Tetapi sepertinya tempat duduk yang ditempatinya kurang kuat karena terkena robekan orang super yang mengenai area tersebut.

PLAAAAAAAKH

Kursi tempat Mega duduk terseret keluar.

TAP

Tangan Randy mendadak menahan laju kursi tersebut, wajah Mega tampak pucat dan memelas penuh harapan, tetapi tangan Randy tidak kuat, akhirnya.

AAAAARGH

Mega terlempar keluar bersama kursi duduknya, Mega masih terikat dengan seat belt yang terikat kuat.

Randy tampak kecewa dan putus asa melihat hal tersebut.

Pesawat masih meluncur dengan berputar seperti gasing menukik ke arah lautan luas yang ada di bawahnya.

Hamparan air laut yang tenang dengan gelombangnya tampak seperti dinding kaca yang sangat keras, siap menerima dan meremukkan tubuh para penumpang pesawat tersebut dengan tangan terbuka lebar.

Sebagian orang sudah pada pingsan, sayup-sayup Randy masih mendengarkan orang meneriakkan nama tuhan yang dipercayainya, tetapi tuhan itu tidak akan datang untuk menolongnya, atau menolong seluruh penumpang pesawat tersebut, akhirnya Randy juga ikut pingsan, tidak tahan dengan perputaran pesawat tersebut yang meluncur deras ke bawah.

Sekitar sepuluh kilometer lagi pesawat akan menghantam permukaan laut. Dipastikan tidak akan ada yang selamat.

Mendadak pesawat kecepatannya meluncur berkurang sedikit demi sedikit dan perputaran tubuhnya mulai berkurang secara perlahan.

Kemudian sesaat moncong pesawat hampir mengenai laut mendadak pesawat berhenti total, dan secara perlahan pesawat terbang ke area pantai tanpa ada sayapnya.

Kemudian pesawat didaratkan oleh seseorang yang memiliki kekuatan super dan bisa terbang ke area pantai.

Beberapa orang yang pingsan ada yang telah siuman, dan bergerak ke luar badan pesawat, mereka tidak percaya masih selamat.

Kemudian Randy menyusul ke luar dari tubuh pesawat yang telah diberi perosotan plastik oleh pramugarinya.

Randy bergerak berjalan maju ke area di mana sang penolong tengah terengah-engah kecapaian menyelamatkan pesawat dan membawa tubuh pesawat ke pantai.

“Mega?” Randy melihat si penyelamat  tersebut.

Mega melihat ke arah Randy, kemudian dengan cepat Mega terbang meninggalkan area tersebut.

*

“Entahlah, saya tidak tahu apa yang terjadi, mendadak sayap pesawat patah, satunya juga, tetapi yang aneh, lambung pesawat bagian tengah juga mendadak berlubang, seperti ditembus oleh orang yang mampu terbang dengan kekuatan super, entah apa motifnya juga kurang jelas” kata Randy kepada Channel 6.

“Apakah Pak Randy tahu siapa penyelamatnya?” tanya reporter tersebut.

“Tidak, tetapi saya berterima kasih sekali padanya, Anda adalah pahlawanku!” kata Randy bersemangat.

“Demikianlah pemirsa, ada beberapa penjahat super yang melakukan sesuatu hanya karena iseng belaka? Apa Untungnya penjahat tersebut menghancurkan pesawat saat sedang terbang? Apa yang dituntutnya?” kata reporter Channel 6 tersebut.

*

“Ini semakin berbahaya, beberapa orang yang memiliki kekuatan super hanya melampiaskan kegilaannya saja, ada potensi hanya pamer kekuatan, hanya iseng, bermain-main dengan mangsanya tanpa memangsa” kata Prof. Habibie.

“Tapi untungnya ada seseorang yang punya kekuatan super lainnya yang menolongnya, entah siapa lagi” kata Prof. Habibie.

“Sepertinya kita perlu bantuan untuk melawan para penjahat itu” kata Rangga.

“Entahlah Rangga, aku kuatir organisme nano renik dari tubuhmu akan menyebar lebih luas lagi” kata Prof. Habibie.

“Sepertinya sudah terlambat Prof, kenyataannya sudah menyebar, mengevolusikan tubuh mereka secara cepat, tinggal pilihannya satu, mencari orang-orang baik di luar sana untuk bergabung melawan para penjahat super itu” kata Rangga.

“Ya aku pikir kau benar, baiklah, aku bantu kau mendeteksi kekuatan yang mirip-mirip denganmu… tapi sebentar, kau kok tidak bisa terbang juga?” Prof. Habibie penasaran.

“Entahlah Prof, apakah ada potensi setiap orang kekuatan yang dievolusikannya berbeda?” Rangga menduga.

“Hm… bisa iya bisa tidak… aku juga belum mengerti, tapi cobalah untuk terbang, pikirkan itu” kata Prof. Habibie menyarankan.

WHUUUUT

“Uh oh!” Rangga kaget, ternyata mendadak dia dapat mengambang di udara.

“WHOAAAA!” Prof. Habibie kaget sekaligus menyeringai gembira.

PRAKH

Lampu di langit-langit rumah pecah saat kepala Rangga membentur tidak sengaja.Karena belum terbiasa dan belum seimbang.

“Hei… kendalikan, ganti lampunya!” Prof. Habibie menghardik sembari tersenyum tanda bercanda.

“He he he Baik Prof” kata Rangga sembari bergerak ke kanan dan ke kiri seperti orang berenang.

“Kok begitu terbangnya?” Prof. Habibie mencela.

“Entahlah Prof… tidak tahu cara bergeraknya, tidak ada pendorong, bagaimana bisa bergerak?” Rangga kebingungan.

“Hm…kau tadi terbang karena kuminta kau berpikir untuk terbang, dan ternyata berhasil!” kata Prof. Habibie menganalisis.

“Iya Prof!” jawab Rangga yang masih mengambang kebingungan untuk bergerak.

“Berarti yang bisa menggerakkan kamu bergerak ke sana ke mari juga ada potensi dari pikiran, secara telekinetik? Kekuatan pikiran itu yang akan membawa tubuhmu ke arah mana pun yang kau perlukan, jadi bukan gerak karena tubuhmu!” kata Prof. Habibie.

“WHOOOOOOOOA!” Rangga berteriak.

PRAAAANK

Rangga melesat ke menembus kaca dan terbang ke atas, langit senja yang berwarna pink keunguan.
Prof. Habibie memandang dari jauh, di dalam rumahnya, di mana jendela besar kaca rumahnya telah pecah.

“Yeaaaay!”

Teriakan Rangga dari jauh masih terdengar.

Prof. Habibie tersenyum gembira.


Bersambung....


Cerbung ini ada di majalah AN1MAGINE Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 eMagazine Art and Science yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


“Menerbitkan buku, komik, novel, buku teks atau 
buku ajar, riset atau penelitian di jurnal? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 
website an1mage.net www.an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage