Yayasan Bali Bersih : Surfing for a better future!


Tujuh anak-anak berpakaian biru lengkap dengan helm di kepala membawa papan seluncur ke Pantai Seminyak, Bali. Siang itu mereka akan belajar surfing bersama Soul Surf Project Bali oleh Yayasan Bali Bersih!

Dengan moto Surfing for a better future! Soul Surf Project Bali mengajak anak-anak dari panti asuhan untuk belajar berselancar.

Ino yang berumur sembilan tahun mengaku sudah belajar selancar selama dua tahun. Jadwalnya tiap Hari Sabtu karena Senin hingga Jumat dia sekolah.

Echi, yang sama-sama belajar selancar bersama Ino menyatakan dia senang karena sudah diizinkan menggunakan papan pendek dan lebih kecil. Pada awal belajar mereka menggunakan papan yang panjang dan lebih besar.

Anak-anak tersebut diajar oleh Nyoman Partayasa pengajar surfing. Nyoman mengatakan mengajar anak-anak harus sabar harus lebih perhatian karena mereka harus dituntun dan dampingi. Kadang-kadang ombak besar, kadang tidak ada ombak.

Menurutnya surfing merupakan kegiatan yang menyenangkan terutama ketika menaiki ombak yang besar, adrenalin terpacu naik.


Di Soul Surf Project Bali, ada Rodney Westerlaken sebagai pembina, Kadek Karnawa sebagai ketua, juga Yogi Erickson.

Pelajaran selancar ini dilakukan tiap Hari Sabtu dibantu dengan beberapa volunteer seperti Casey Bright dan Rick Heeneman.

Casey sudah tinggal di Indonesia selama tujuh tahun. Ia menjadi volunteer di Soul Surf Project Bali karena suka ke pantai, selancar, juga mengabadikan momen dengan kameranya.

Foto-foto hasil jepretan Casey nantinya diunggah ke Facebook Soul Surf Project Bali sebagai dokumentasi organisasi tersebut.

Selain kelas selancar, juga ada kelas berenang dan pendidikan lingkungan. Di mana setiap mengikuti satu eco class, anak-anak tersebut dapat mengikuti dua kali kelas selancar. Total ada 5 eco class dan 10 kelas selancar.

Saat eco class, anak-anak diajarkan dan diajak melakukan banyak hal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan seperti beach clean, turtle release, membuat seni dari sampah, fieldtrip ke uluwatu, mengenai renewable energy, juga composting.

Ada juga program lingkungan bersih yang menyasar anak-anak yang kurang mampu juga pelajar SD dan SMP. Kegiatan ini dilakukan setiap Hari Jumat.


Anggota Yayasan Bali Bersih mengajarkan untuk menjaga kebersihan karena sampah yang menumpuk dapat mengundang banyak berbagai penyakit. Seperti lalat yang dapat mengakibatkan diare, penyakit demam berdarah dari nyamuk, atau tikus yang dapat menyebabkan typhus.

Selain itu mereka juga mengajarkan ke anak-anak soal sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat digunakan untuk kompos, sementara sampah non organik didaur ulang.

Sampah menjadi fokus dari program ini karena menurut data satu orang dalam setahun membuang sekitar 700 tas plastik.

Sampah yang terbawa hingga ke laut, mengambang seperti ubur-ubur dan dapat dikira makanan oleh penyu atau ikan.

Soul Surf Project Bali juga peduli dengan satwa laut seperti adanya lumba-lumba yang dijadikan atraksi. Lumba-lumba tersebut ditaruh di kolam penuh dengan klorin. Lumba-lumba tersebut menjadi buta bahkan mati.

Ada juga trainning untuk menyelamatkan paus atau lumba-lumba yang terdampar. Mengajarkan cara memegang dan mengangkat ikan yang terdampar. Tujuan program ini untuk pengamanan dan perlindungan mamalia laut.

Tidak ketinggalan, Soul Surf Project Bali juga punya toko ECO SURF SHOP yang menjual produk-produk yang terbuat dari bahan daur ulang dan sumber daya alam seperti organic wax dari lebah, recycle bag dari banner atau spanduk.

Kamu bisa berkunjung ke ECO SURF SHOP tiap Hari Minggu di Area Canggu atau langsung klik soulsurfprojectbali.com (ARC)






Liputan ini ada di An1magine majalah eMagazine Art and Science Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa



Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage