TEDJA SUMINAR: Obituari


Bulan Juni tahun ini, komunitas seni rupa Indonesia tengah berduka karena harus kehilangan salah seorang maestro lukis, Tedja Suminar.

Tedja Suminar lahir di Ngawi, 16 April 1936 dengan nama asli The Tiong Tien. Ia adalah anak kesepuluh dari pasangan Kiem Liong dan Hoen Nio.

Karena kecintaannya pada seni rupa, Tedja menjadi mahasiswa dari Akademi Kesenian Surakarta pada 1959.

Kemudian di tahun 1960, Tedja membuat dokumentasi angkatan laut melalui sketsa kehidupan lembaga tersebut.

Tedja juga pernah menjadi penata artistik movie dengan judul Suci Sang Primadona karya perdana Arifin C. Noer pada tahun 1977.

Selain menyukai cerita silat karya Kho Ping Hoo, Tedja juga menyukai Kisah Ramayana dan Sastra Jawa.
Tedja memiliki dua orang putri yakni Theresia Swandayani yang menggeluti dunia tari dan Natalini Widhiasi yang mengikuti jejak ayahnya sebagai pelukis.

Hingga usia 80 tahun Tedja Suminar masih getol melukis. Tidak jarang, Tedja mengabadikan kegiatan melukisnya menjadi video.

Pameran yang diikuti Tedja tidak hanya dalam negeri, tapi hingga manca negara. Beliau juga menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur tahun 1980 dan dari Walikota Surabaya tahun 1989.

Obituari Tedja Suminar yang digelar di Relawan Bentara Budaya Bali pada Kamis, 22 September 2016 ini terdiri atas pameran, pemutaran movie dokumenter, dialog & pertunjukan.

Selain menyodorkan Pameran Karya-karya Sketsa Tedja Suminar, juga ada foto-foto dari Tedja sendiri.





Artikel ini ada di An1magine majalah eMagazine Art and Science Volume 1 Nomor 8 Oktober 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage