MIKROBA: Bakteri dan Virus serta Potensinya berada di Planet selain Bumi


MIKROBA:
Bakteri dan Virus serta Potensinya berada di Planet selain Bumi
Kevin Putranto


Percobaan Stanley Miller yang menghasilkan protein awal munculnya kehidupan awal di Bumi yaitu asam amino dan terdapat lebih dari 20 macam asam amino yang dihasilkan dalam percobaan tersebut. Bahasan tentang Stanley Miller ada pada An1magine edisi sebelumnya yang dapat di-download di link berikut: https://goo.gl/CgyNx7

Kali ini an1mareaders akan mendapatkan info tambahan tentang mikroba yaitu yang terdiri dari bakteri dan virus. Mikroba adalah sebutan untuk mahluk berukuran mikro yang sulit dilihat oleh mata biasa yang tidak menggunakan alat tambahan seperti mikroskop atau sejenisnya. Bakteri adalah mahluk mikroba yang berusaha terus untuk berevolusi agar susunan tubuhnya lebih kompleks. Bakteri dapat ditemukan di semua area planet Bumi, mulai dari tempat yang dingin, di dasar laut yang hidup dari panas bumi, di area yang bahkan tanpa oksigen (anaerob), bahkan sampai pada gunung berapi, magma Bumi, mikroba yang mampu tahan terhadap panas.

Bakteri ada yang berguna untuk tubuh  bahkan ada yang hidup di dalam tubuh manusia sebagai “planet” tempat tinggalnya. Bakteri ternyata pembentuk esensialnya adalah asam amino, persis seperti yang dijelaskan awal mula protein yang membentuk kehidupan di Bumi yang telah dilakukan oleh Stanley Miller. Menurut penelitian yang berjudul “Essential Amino Acids in Microorganisms” yang dimuat di Canadian Journal of Microbiology, 1957, 3(5): 721-728, 10.1139/m57-080.

Penelitinya adalah F. Reusser, J. F. T. Spencer,  dan H. R. Sallans dengan ringkasan penelitian (abstrak) menjelaskan “The cells of 19 species of bacteria, actinomyces, and yeasts were analyzed for protein and essential amino acids. A rapid quantitative method for amino acid determination using one-dimensional paper chromatography was developed. The cellular protein from all species contained relatively high concentrations of lysine, somewhat lower concentrations of tryptophan and threonine, and very low concentrations of methionine. All of the 10 essential amino acids were found in each species tested, although individual differences in the relative and absolute amounts were observed”

Artinya adalah “sel dari 19 bakteri, actinomyces, dan yeasts telah dianalisis dan esensinya adalah asam amino. Studi menggunakan metode cepat kuantitatif untuk penentuan asam amino menggunakan kertas chromatography telah dikembangkan. Protein tingkat sel dari semua spesies berisi konsentrasi relatif tinggi dari lysine, konsentrasi yang lebih rendah adalah tryptophan dan threonine, dan sangat sedikit konsentrasi dari methionine. Semua dari 10 asam amino esensial ditemukan di setiap spesies yang diuji, walaupun ada perbedaan secara relatif dan jumlah pasti telah diamati pula”.

Dari temuan tersebut jelas bahwa bakteri yang merupakan “nenek moyang” dari semua mahluk yang ada di Bumi ini. Bagaimana dengan virus? Virus adalah mahluk berukuran mikro yang jauh lebih kecil lagi dari bakteri. An1mareaders dapat melihat ilustrasi perbandingannya.

 Ilustrasi perbandingan ukuran suatu bakteri 
(bacterium) dengan suatu virus. Sumber: http://images.slideplayer.com/11/2945505/slides/slide_4.jpg

Berbeda dengan bakteri virus cenderung lebih membuat evolusi dirinya dari waktu ke waktu cenderung semakin ringkas dan kalau bisa relatif lebih simple, berlawanan dengan bakteri yang cenderung relatif kompleks.Pada umumnya virus merusak seperti parasit pada umumnya. Ya virus adalah parasit yang hidup dari memangsa tubuh inangnya. Walaupun bakteri juga dapat disebut parasit bila merusak tubuh inangnya sebagai contoh bakteri TBC. Manusia dapat disebut parasit karena merusak inangnya yaitu Planet Bumi ini.

Saat ini beberapa tipe virus mulai dimanfaatkan karena dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penyembuhan kanker. Menggunakan metode rekayasa genetik virus diubah dan direkayasa ulang secara genetik, virus tersebut diberi nama oncolytic virus (Freeman 1996; Duarte 2012).

Kini pertanyaan selanjutnya, apakah virus juga esensinya dari asam amino seperti bakteri?

Penelitian yang dimuat di JOURNAL OF VIROLOGY, Aug. 2005, p. 10032–10039  dengan judul “Essential Amino Acids of the Hantaan Virus N Protein in Its Interaction with RNA” jelas menunjukkan bahwa virus juga secara esensial dari asam amino. Tim peneliti tersebut adalah William Severson, Xiaolin Xu, Michaela Kuhn, Nina Senutovitch, Mercy Thokala, Franc¸ois Ferron, Sonia Longhi, Bruno Canard,6 and Colleen B. Jonsson.

Temuan-temuan tersebut memberikan bukti bahwa asam amino yang telah berhasil dibuat simulasinya dan dihasilkan oleh Stanley Miller merupakan jawaban yang pasti terjadinya evolusi kimia yang panjang, disertai energi dan waktu telah membentuk menjadi seperti virus di mana virus adalah disebut mahluk hidup juga tidak, tetapi disebut mati juga tidak.

Dari virus kemungkinan terevolusi lebih kompleks dan berkembang menjadi bakteri. Hal ini dibuktikan adanya virus yang kompleks seperti bakteri disebut dengan nama mimivirus.

Hal ini seperti termuat di American Scientist  “Giant Viruses: The recent discovery of really, really big viruses is changing views about the nature of viruses and the history of life” oleh James L. Van Etten July–August 2011 American Scientist Volume 99, Number 4, page: 304.

Kini pertanyaan baru muncul an1mareader, bila mikroba ini demikian hebat dan mampu hidup di segala lingkungan yang ekstrim sekalipun karena kemampuan adaptasi, mutasi dan evolusi yang relatif cepat. Bahkan ada mikroba yang mampu hidup tanpa memerlukan oksigen hanya menyerap energi dari sekitarnya dan juga makanan.

Kini kita luaskan pemikiran, bukankah itu berarti mikroba ini dapat hidup selain di Bumi? Contoh lainnya yang sederhana adalah di asteroid yang jatuh menjadi meteor atau bila tidak jatuh menjadi komet yang melintas.

Menurut time.com yang dapat diakses di http://time.com/3946292/comet-philae-life-microbial-67p-astronomers-alien/ ada kemungkinan Komet Philae berpotensi memiliki kehidupan mikroba.

Mikroba yang dapat hidup di luar angkasa bukan hal baru, menurut Nature World News ada mikroba yang hidup mengambang di stratosfir Bumi yang dapat diakses di:
http://www.natureworldnews.com/articles/4073/20130920/alien-microbes-found-floating-stratosphere.htm

Menggunakan balon dengan ukuran tertentu yang diterbangkan sampai stratosfir Bumi, para peneliti dari University of Sheffield yang dipimpin oleh Professor Milton Wainwright telah mendapati balon tersebut dihinggapi banyak mikroba dari luar angkasa.

Mikroba mampu hidup di stratosfir, di luar angkasa, di asteroid. Hal ini membuka kemungkinan besar juga ada di planet lain selain Planet Bumi. Misalnya planet kecil Bulan sebagai satelit yang mengelilingi Bumi juga memiliki potensi kuat adanya mikroba. Mikroba kuno juga ditemukan di meteor yang jatuh ke Bumi  yang dapat diakses di website dengan link berikut ini:
http://planetsave.com/2011/03/06/ancient-alien-bacteria-discovere-in-meteorites/

Pemikiran ini bukankah sangat mendukung rumus dari Frank Drake yang telah dimuat di An1magine Volume 1 Nomor 10 Desember 2016 edisi sebelumnya yang dapat diakses di:
https://goo.gl/kHwYNi

Bagaimana An1mareaders menarik bukan? Menggunakan ilmu pengetahuan untuk membuka pemikiran baru, pemikiran yang terbuka dengan segala kemungkinannya. Pertanyaan berikutnya, apakah ada mahluk cerdas selain manusia yang kita cari selama ini? Ikuti edisi An1magine edisi berikutnya yang akan membahas sejarah dan akan menjawab sedikit banyak keingintahuan an1mareaders tentang hal tersebut nantinya.


Artikel ini ada di An1magine majalah eMagazine Art and Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2017
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

Menerbitkan buku di An1mage

CALL FOR CHARACTERS - ICF3 - exhibit your original characters globally for free