KUDIT: Sang Penguasa Mantradeva


Buat penggemar webcomic, Mantradeva boleh jadi salah satu komik favorit buat an1mareaders!

Webcomic fantasy oriental bertemakan mitologi Bali ini memang buatan anak bangsa. Gusti Putu Aditya Pratama atau yang sering dipanggil Kudit, membuat komik ini bersama dengan adiknya, Agung Pramana. Mulanya Mantradeva dijadikan Kudit untuk latihan membuat gambar dengan berbagai pose yang dinamis, sementara adiknya melatih kemampuan mewarnai secara digital.

Mantradeva mengisahkan titisan Mantradeva bernama Sona yang ditugaskan untuk menutup kontrak dari titisan dewa yang telah diturunkan terlebih dahulu bernama Sandhikala. Karakter Sona merupakan antripomorphisme daru Barong Keket yakni makhluk mitologi gabungan macan, lembu, dan juga naga. Sebagai orang dari Bali, Kudit banyak mengangkat tema yang sangat kental dengan Bali seperti Barong dan Rangda, Cupak Gerantang, hingga Pan Balang Tamak.

Lulusan STMIK STIKOM Bali ini mengaku membuat Mantradeva karena ingin generasi muda memandang Budaya Indonesia sebagai sesuatu yang keren. Ide cerita Mantradeva datang pada saat Hari Raya Galungan, sekitar bulan Februari tahun 2016, mengenai pertarungan dharma melawan adharma yang disimbolkan dengan Barong melawan Rangda. Inspirasi cerita Mantradeva berasal dari Kera Sakti, Magi, Groove Adventure Rave, dan Kamen Rider Kuuga.

Semula, Mantradeva adalah konsep Boardgame, yang mulanya diberi nama Nawa Raksasa kemudian berkembang menjadi webcomic.Kudit mengaku dirinya sebenarnya bukan seorang komikus, tidak mahir menggambar. Namun Mantradeva membuatnya menggambar. Untuk cerita Mantradeva, Kudit mengaku sudah mengetahui awal dan endingnya, namun untuk kisah ditengahnya digarap sesuai kreativitas sehingga belum dipastikan berapa total pannel Mantradeva hingga tamat.






Berhubung pemasarannya yang menggunakan webcomic, Kudit mengembangkan cerita yang diminati selera remaja. Kini pembaca Mantradeva di webcomic mencapai 40.000. Untuk membina hubungan dengan pembacanya, Kudit sering membalas komentar dari pembaca, termasuk menjawab pertanyaan yang tidak bersifat spoiler.

Kadang author dari Mantradeva juga meminta masukan dari pembaca, semisal memberi kuesioner ke pembaca, misal meminta pendapat mengenai karakter baru sehingga hubungan baik antara author dan pembaca terjalin dengan baik.

Jika ada inputan yang bagus dari pembaca, maka author akan memasukannya ke dalam cerita.
Menurut Kudit, membangun fan base awalnya berat dan sulit namun ia menikmatinya. Selain mempopulerkan Mantradeva, webcomic ini juga ikut berdampak positif pada self branding-nya. Kedepannya Kudit berharap Mantradeva dapat lintas media seperti menjadi game, juga animasi.

Artikel lain yang mirip

MAGANG di Animasi, komik, novel, movie click link berikut

Artikel ini ada di An1magine majalah eMagazine Art and Science Volume 1 Nomor 9 November 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage