I WAYAN SUDARMADJA: Rumah Komik


Apakah di Indonesia ada rumah komik? Ada! Jika an1mareaders berkunjung ke area Gianyar, Bali, jangan lupa mampir ke Rumah Komik Dualikur Jalan Yeh Pulu Desa Bedulu Gianyar.


Rumah Komik Dualikur milik Pak Wayan Sudarmadja didirikan untuk tujuan pendidikan, pelestarian budaya, dan sarana rekreasi, juga melampiaskan hobi.

Menurut Pak Sudarmadja yang kini berusia 61 tahun, lukisan banyak dikoleksi tapi komik jarang dirilik, padahal komik juga bagian dari budaya indonesia.

Komik anak bangsa patut dan pantas dikoleksi, diapreasasi, dan didokumentasikan sebagai produk budaya. Apalagi Komik Indonesia tidak kalah dengan komik asing baik dari segi cerita, tema, maupun seni gambar.

Pak Sudarmadja mulai mengoleksi komik sejak tahun 1975, saat beliau masih kuliah di UGM, Yogyakarta. Berbagai genre dikumpulkan, mulai dari wayang, superhero, silat, legenda, hingga humor.

Jumlah komik di Rumah Komik Dualikur ini berisi komik yang terkenal dan melegenda, komik bagus biasanya akan dikoleksi Pak Sudarmadja sebagai informasi sejarah perjalanan komik Indonesia.

Jadi tidak hanya mengoleksi, ada visi mulia di baliknya yaitu merupakan misi pelestarian Komik Indonesia karena tidak banyak orang yang mau mengerjakan.


Untuk an1mareaders yang berkunjung, kalian hanya diperbolehkan melihat-lihat, komik di sini tidak untuk dipinjam juga tidak boleh difotokopi.

Namun untuk keperluan riset atau penulisan, Pak Sudarmadja akan membantu melakukan scanning komik yang dibutuhkan.

Berbeda dengan karya sastra, komik sering dipandang negatif seperti mengganggu anak-anak belajar. Padahal banyak orang lebih mudah menikmati komik daripada membaca sastra.

Membuat komik juga lebih kompleks karena harus mengerti sastra juga dapat menggambar. Tidak seperti komik asing yang dikerjakan secara tim, komikus Indonesia biasanya mengerjakan karyanya sendirian.

Kecintaan Pak Sudarmadja pada komik, terutama komik wayang terutama karena ada filosofi juga nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung di dalamnya.

Untuk mendapatkan komik-komik tersebut, selain membeli, Pak Sudarmadja juga kadang melakukan pertukaran dengan sesama kolektor.

Beliau pernah mencari satu nomor yang kurang dalam koleksinya hingga ke Cirebon juga Purwokerto.
Selain komik, beliau juga mengoleksi lukisan, karya sastra, juga koran.

Menurut Pak Sudarmadja, komik sebenarnya tidak terbatas pada yang dicetak saja. Seperti di Bali, relief di pura atau gambar dengan media lontar juga dapat disebut sebagai komik, kini ada juga cyber comics atau komik digital.


Beberapa nama pengarang dan judul komik yang dapat ditemui di Rumah Komik Dualikur, di antaranya:

S. Ardisoma : Wayang Purwa
R.A. Kosasih : Hadiah Nyi Roro Kidul
Teguh Santosa  : Kutukan Berdarah
Jan Mintaraga : Rajawali dari Utara
Hasmi         : Jaka Tingkir
Taguan Harjo : Hikayat Musang Berjanggut
Wid NS         : Godam



Artikel ini ada di An1magine majalah eMagazine Art and Science Volume 1 Nomor 10 Desember 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa



Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage