PELUKIS: I GUSTI NYOMAN LEMPAD - The Dagger Attack on Rangda

https://i.ytimg.com/vi/gXiwo7hZbrs/hqdefault.jpg

I GUSTI NYOMAN LEMPAD:
The Dagger Attack on Rangda
Fatimah Kusuma


Sejarah dan pengembangan seni lukis di Bali tidak bisa dipisahkan dari nama I Gusti Nyoman Lempad. Seniman Bali yang bersahabat dengan Rudolf Bonnet dan Walter Spies ini menghasilkan ratusan lukisan mitologi dari cerita rakyat di Bali.

Lempad menghasilkan seni dengan kayu, kertas, pensil atau tinta China. Lukisannya kerap menggunakan tinta hitam-putih. Ciri lukisaannya yang lain adalah adanya ruang kosong dan tarikan garisnya yang jelas.

Banyak lukisan Lempad yang mengambil tema Ramayana dan Mahabharata. Meski tidak dapat membaca, Lempad dapat menulis namanya di atas lukisannya dengan mencontoh.

Lempad juga aktif dalam pembentukan Pita Maha bersama Tjokorde Gde Agung Sukawati, Walter Spies, dan Rudolf Bonnet di tahun 1935.

Organisasi ini bertujuan memperkenalkan gaya lukisan barat kepada seniman Bali dan memperkenalkan karya mereka kepada pengunjung dari luar negeri.

The Dagger Attack on Rangda. http://www.museumneka.com/


Seniman kelahiran Bendahulu, Bali, 1862 ini tidak saja melukis, Lempad adalah pematung, pembuat topeng, juga ahli dalam aturan dan ukuran bangunan rumah tradisional di Bali.

Lempad mendapat  anugerah seni dalam bidang seni lukis dari Pemerintah Indonesia pada 1970 dan penghargaan Dharma Kusuma dari Pemda Bali tahun 1982.‬

Karya-karyanya pada tahun 1988 dipamerkan di Honolulu, Hawai di East-West Centers of Bali.

Kini karya-karyanya dapat ditemukan di beberapa museum, dalam dan luar negeri, di antaranya Tropen Museum di Amasterdam, Museum Voor Volkenkunde di Basel, dan sejumlah museum di Bali seperti Museum Puri Lukisan Ratna Warta, Museum Neka, Museum Arma, Museum Rudana, serta Taman Budaya Denpasar.

Salah satu karyanya yang terkenal berjudul, The Dagger Attack on Rangda (serangan keris ke Rangda) yang dibuat pada 1939. Lempad menghembuskan nafas terakhirnya pada 25 April 1978, diusia 116 tahun.

The Brayuts Feast Together. http://www.museumneka.com/


Artikel ini ada di majalah AN1MAGINE Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 eMagazine Art and Science yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


“Menerbitkan buku, komik, novel, buku teks atau 
buku ajar, riset atau penelitian di jurnal? An1mage jawabnya”

AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
AN1MAGE: Inspiring Creation Mind Enlightening 
website an1mage.net www.an1mage.org

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage