BLI WAYAN DEDI: Pelestarian Tukik di TCEC Serangan


Pernah dengar TCEC, An1mareaders? TCEC merupakan kependekan dari Turtle Conservation and Education Center, suatu lembaga konservasi penyu yang berlokasi di Serangan, Bali.

Dulu, Pulau Serangan merupakan tempat penyu-penyu menaruh telurnya. Namun setelah pulau ini direklamasi, penyu-penyu tersebut kini sulit ditemui.

Penyu-penyu di Bali banyak diperdagangkan, dibuat menjadi sate atau lawar untuk dikonsumsi. Hal ini membuat Citra Bali buruk karena dipandang sebagai pusat pembantaian penyu.

Pusat perdagangan penyu di Bali selain di Serangan, ada juga di area Tanjung Benoa.

Untuk memerangi perdagangan penyu, TCEC diresmikan pada 20 Juni 2006 oleh Gubernur Bali saat itu, Dewa Made Beratha. Misi TCEC adalah mengembalikan Citra Bali, khususnya Pulau Serangan sebagai pulau penyu.

Selain itu TCEC juga menjadi tempat belajar dan rekreasi juga pemenuhan penyu untuk kebutuhan Religi karena dalam beberapa upacara besar

Masyarakat Hindu Bali menggunakan penyu sebagai bagian dari upacara.

Jadi penyediaan penyu tidak lagi secara illegal. Menurut Bli Wayan Dedi, selaku staff dari TCEC, penyu yang digunakan untuk upacara maksimal berukuran 40cm.

Juga harus ada surat rekomendasi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan persetujuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Sebenarnya kebutuhan penyu untuk upacara di Bali tidak sampai 100 ekor per tahun. Penyu yang digunakan juga tidak sebesar yang biasa ditangkap di alam liar.

Untuk mengambil penyu dari penangkaran, biayanya tidak mahal, tidak lebih dari lima ratus ribu rupiah. Biaya ini ditujukan untuk mengganti biaya pakan, bukan mengambil keuntungan.

Ke depannya jika TCEC mendapat banyak support dana, mereka ingin memberi penyu gratis untuk upacara, tidak perlu mengganti uang pakan seperti sekarang.

Dulu di Serangan mudah menemukan orang jualan sate penyu. Namun setelah TCEC hadir, mengubah mindset masyarakat dengan aktivitas edukasi.

Masyarakat Serangan diberi pelatihan membuat kerajinan sehingga tidak perlu mencari penghasilan dari penangkapan penyu.


Ada tiga jenis penyu yang ada di sini yaitu jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), dan Penyu Hijau (Chelonia midas).

Di TCEC An1mareaders dapat melihat area pengeraman dan penetasan telur, kolam penampungan, kolam pemulihan bagi penyu yang terluka, hingga balai yang biasa digunakan untuk berdiskusi soal penyu.

Penyu-penyu yang ditetaskan, selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan upacara juga akan dilepas ke laut.

TCEC juga sering merawat penyu yang terluka akibat kena baling-baling kapal atau terkena pancing. Pernah juga mereka merawat penyu yang sekarat karena perutnya berisi banyak sampah plastik.

Jika An1mareaders berkunjung ke TCEC, di sini juga ada toko yang menjual patung atau aksesoris yang bisa kalian jadikan sebagai kenang-kenangan juga sebagai bentuk dukungan pelestarian lingkungan. (ARC)



Artikel ini ada di An1magine majalah eMagazine Art and Science Volume 1 Nomor 5 Juli 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage