Vincent Willem van Gogh



“What am I in the eyes of most people — a nonentity, an eccentric, or an unpleasant person — somebody who has no position in society and will never have; in short, the lowest of the low. All right, then — even if that were absolutely true, then I should one day like to show by my work what such an eccentric, such a nobody, has in his heart. That is my ambition, based less on resentment than on love in spite of everything, based more on a feeling of serenity than on passion. Though I am often in the depths of misery, there is still calmness, pure harmony and music inside me. I see paintings or drawings in the poorest cottages, in the dirtiest corners. And my mind is driven towards these things with an irresistible momentum.” Vincent Willem van Gogh

Siapa bilang orang yang suka melukis diri sendiri itu identik dengan narsis?

Sebenarnya melukis diri sendiri itu punya manfaat positif lho an1mareaders! Lewat melukis diri sendiri, kita dapat melatih keterampilan seni kita karena melukis diri sendiri itu menyenangkan untuk latihan.

Jika di Indonesia kita punya pelukis terkenal, Affandi yang kerap melukis dirinya senidri, maka di dunia internasional ada Vincent van Gogh yang juga melukis dirinya. Van Gogh punya lebih dari 30 lukisan wajahnya.

Kalau sudah bahas soal Van Gogh pasti banyak di antara kita yang bakal teringat sama lukisan berjudul The Starry Night.

The Starry Night merupakan lukisan langit yang dipenuhi bulatan-bulatan kuning di atas suatu kota.

Lukisan yang dibuat dengan media kanvas dan cat minyak ini, kini disimpan di Museum of Modern Art, New York.

Vincent Willem van Gogh, lahir di Belanda pada 30 Maret 1853. Lukisannya beraliran pasca impresionis. Meski sekarang lukisannya sangat terkenal dan mahal, namun bukan berarti dia menikmati kesuksesannya.

Van Gogh melukis The Starry Night ketika ia sedang berada di sebuah rumah sakit jiwa di Saint Rémy de Provence pada bulan Juni tahun 1889. Saat itu banyak yang mencibir dan mencemooh karyanya.

Baru setelah Van Gogh meninggalkan dunia, masyarakat baru mengerti betapa indah lukisannya. Manusia berebut untuk memujinya.

Pada saat bersekolah di akademi seni di Antwerpen, Belgia Van Gogh memutuskan keluar karena gurunya mengatakan sapuan kuasnya terlalu kasar.

Kemudian lukisannya cenderung menggunakan warna-warna gelap sehingga banyak menuai protes karena tidak memakai warna-warna cerah seperti trend masa itu.

Selama masa hidupnya, Vincent Van Gogh hanya menjual satu lukisan yakni "Red Vineyard at Arles" (1889). Hanya satu karya dari sekitar 1.900 karya yang ia hasilkan.

Ada yang mengatakan Van Gogh memotong telinganya karena terlalu tertekan akan cemoohan yang
diterimanya, ada juga yang menyatakan bahwa telinganya tidak sengaja terpotong oleh temannya, Gauguin, yang sedang bermain anggar.

Kisah suram Van Gogh mengingatkan kita untuk tidak merendahkan karya orang lain. Bisa saja karya yang dianggap aneh dan buruk di masa sekarang, justru menjadi sebuah masterpiece di masa mendatang.

Juga jangan membiarkan cemoohan orang-orang membiarkan kita untuk putus asa. Terus berkarya, SemangART! (AC).


Artikel ini ada di An1magine majalah eMagazine Remaja Volume 1 Nomor 1 Maret 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa




Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage