an1mage puisi #3 Aku Berbeda oleh Robert Usat

AKU BERBEDA

Genderang perang leluhur telah padam
Genderang perang kawula pun dimulai
Senjatanya tak sakiti kulit
Terlalu cepat menusuk hati

Maafkan para leluhur di Daratan Borneo
Jangan kau jadikan sumber pandang
abadi

Aku tak sanggup menanggungnya
Aku tak sanggup menyangga hati
Sungguh, aku tak sanggup dengar
genderang perang

Ah, betapa piciknya kita
Mencipta perbedaan bak siang berkarib
dengan malam
Menggenderang prasangka bertalu-talu
dengan nyaringnya
Seperti laki-laki mendamba perempuan
Kau pandang stereotip aku
Kawula laskar Borneo, ilusi kambing hitam

Bukankah kita lahir dari leluhur yang
sama…
Leluhur yang cinta genderang perang?
Manusia memang tak suka berada dalam
ketidakpastian
Kita berdebat dan terus berdebat atas
nama kebenaran
Ya, suatu perdebatan yang tak bertepi
Misterius dalam sejarah kehidupan kita
Sungguh, siapakah kita yang begitu
angkuh dan tak tahu adat?


Kini, biarkan aku tenang lanjutkan
penziarahan hidupku
Jangan jadikan genderang perang
leluhurku…
Pijakan satu-satunya kebenaran untuk
menindasku!


ROBERT USAT
Metun Sajau, Tanjung Palas
Timur, Bulungan,
Kalimantan Utara
085347481531
A Peace of Me Anthology


Puisi ini ada di An1magine majalah eMagazine Remaja Volume 1 Nomor 1 Maret 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa

Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage