an1mage puisi #1 Janggal oleh Haggai Satyayasa Alferthinus

JANGGAL

Terlihat dari ujung zamrud khatulistiwa,
Sejumlah bayang yang merata dengan
cambuk perak,
Meneriakkan sebuah sandi Morse yang
dapat diartikan sebagai lambang
peperangan dan kematian,
Tatapan mereka mampu melelehkan
harapan yang telah menggunung.

Selamat datang di bumi, di mana warna
dan bentuk menjadi pembatas yang tidak
terlihat,
Di mana air mata dapat mengering di saat
yang tidak ditentukan,
Tanpa harus mengerti alasan utama
semua ini bisa terjadi,
Di sinilah, tempat kita memohon ampun
tanpa pernah mengampuni.

Ketika keberadaan Tuhan dipertanyakan,
Karena telah mengizinkan pergulatan,
Yang manakala murni berasal dari
separuh hati manusia,
Hingga terlahir sebuah pertanyaan di
dalam benak yang terdalam,
“Seberapa manusiakah kita?”


HAGGAI SATYAYASA ALFERTHINUS
Jalan Kemuning Utama I No A4/43,
Jakarta Barat, Kosambi Baru.
+62 838 9948 8402
gaialferthinus@gmail.com
nexelxerous@yahoo.com
A Peace of Me Anthology


Puisi ini ada di An1magine majalah eMagazine Remaja Volume 1 Nomor 1 Maret 2016
yang dapat di-download gratis di Play Store, share yaa


Komentar

Page Views

counter free

Visitor

Flag Counter

Postingan populer dari blog ini

STANLEY MILLER: Eksperimen Awal Mula Kehidupan Organik di Bumi

CERPEN: POHON KERAMAT

Menerbitkan buku di An1mage